ENDRO, SANG PENGAWAL

ENDRO, SANG PENGAWAL
PERJANJIAN DI PADANG ILALANG


__ADS_3

"Ah... Akhirnya ujian kelulusan ini pun selesai juga." Gumam Endro seraya membuang nafas lega.


"Kamu begitu bahagia tampaknya." Ujar Mentari yang sedari tadi duduk bersama Endro di hamparan padang ilalang belakang sekolahnya. Disana, bagai markas tempat mereka berdua. Tiada seorang pun yang tahu dengan tempat itu.


"Ya iyalah..." Sahut Endro bersemangat. "Memangnya kamu tidak?"


"Entahlah..." Mentari memasang wajah tak acuh. Dia menopangkan dagunya di lutut yang dipangkuinya sedari tadi.


Endro mengerinyitkan alisnya "Kenapa Entahlah? Apa kamu ingin terus-terusan bersekolah disini?" Tanya Endro tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran gadis itu.


"Jika itu lebih baik bagiku, kenapa tidak?" Ujarnya semakin menambah raut kebingungan di wajah Endro.


"Alasannya?" Tanya Endro lagi semakin menatap lekat wajah Mentari.


"Setidaknya, setiap harinya aku memiliki waktu kebebasan. Tidak 24 jam berada di dalam neraka itu." Ujarnya seraya menepiskan senyum kegetiran.


"Setidaknya kamu hanya menunggu untuk beberapa tahun ini, agar kamu bisa keluar dari neraka yang mereka ciptakan untukmu itu, Mentari." Ujar Endro menenangkan.


"Maksudnya...?" Mata Mentari yang memerah, menatap tajam ke arah Endro penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar... Heromu ini, akan segera menyelamatkanmu. Aku akan membawamu lepas dari mereka." Ikrar Endro meyakinkan Mentari.


"Aku... Tidak akan pernah lepas dari mereka, End. Bahkan sampai aku mati sekalipun?." Ujar Mentari pasrah.


"Tidak... Aku tidak akan rela untuk itu, Mentari. Aku akan menikahimu..." Mata Mentari membulat seketika.


"Me-menikah?" Tanyanya gugup.


Endro mengangguk.


Sesaat, Mentari tersenyum. "Menikah..." Gumamnya lagi seolah meyakini dirinya dengan apa yang telah didengarnya dari mulut Endro.


Endro meraih kedua tangan Mentari. Dia memaksa masuk ke dalam relung hati gadis itu melalui tatapan matanya. "Iya, Mentari... Aku akan menikahimu tiga, atau empat tahunan lagi." Sahutnya kemudian.


"A-ada apa, Mentari?" Tanya Endro takut.


Mentari bangkit dari duduknya, dia melangkah sedikit memunggungi tubuh Endro.


"Tiga atau empat tahun lagi?" Tanyanya dengan tubuh bergetar.

__ADS_1


Endro menunduk. Dia tahu, dengan waktu selama itu hanya akan membuat Mentarinya mati dengan perlahan-lahan.


Endro ikut bangkit. Kakinya melangkah menyusuli gadis yang berdiri di hadapannya itu. Dia mendekap Mentari dari belakang.


"Maafkan aku Mentari. Tapi percayalah... Hati yang kuat, tidak akan mampu membuat fisik kita mati dalam penderitaan. Kamu pasti sanggup untuk itu. Sebentar lagi, usia kita akan mencapai delapan belas tahun. Aku akan mencari penopang untuk kita, sebelum nyawa berhembus dalam hubungan yang akan kita ciptakan nantinya.


Saat ini, kita masih benih yang belum kokoh. Bisa saja, angin sedang menumbangkan kita, bukan?


Aku janji, aku akan kembali. Maka berjanjilah untuk menanti..." Pintanya.


"Apa kamu yakin bisa menemuiku lagi dalam kurun waktu selama itu? Kamu tahu tidak? Satu hari, bagai setahun di dalam rumah itu. Mereka kejam, End. Mereka buas daripada binatang. Mereka bukan manusia..." Makian itu keluar dengan begitu saja dari mulutnya.


Mentari terisak hebat. Endro membalikkan tubuh Mentari, dan membenamkan wajah gadis itu ke dalam dadanya.


"Aku tidak tahu apa, karena kamu belum menceritakannya. Tapi aku tahu bagaimana rasa sakitnya, karena mataku pernah melihat rasa sakitmu itu.


Aku ingin segera melepasmu mengeluarkanmu dari sana, tapi aku punya apa? Aku yakin, mereka tidak akan melepasmu begitu saja, Mentari."


Endro perlahan melepas Mentari dari dalam dekapannya. Dia menggamit kedua pipi Mentari. "Sekarang aku tanya. Bersediakah kamu menungguku, hingga aku mampu menjemputmu?"

__ADS_1


Air mata Mentari kembali mengalir. Dia menganggukkan kepalanya pelan.


"Ya sudah... Ayo kita kembali ke kelas. Kita akan bicara lagi nanti." Ajak Endro seraya menggenggam jemari Mentari. Mereka keluar dari sana dengan mengendap-endap, agar tidak seorang pun yang melihat mereka keluar dari persembunyian yang pernah dibuat Endro untuk mereka.


__ADS_2