Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 27


__ADS_3

Penyusup! Ada penyusup masuk ke kamar Tante! Bahkan dia sudah buka baju! Lintang tak berani berteriak, saking takutnya di langsung berlari turun tangga dan menggedor kamar Langit.


"Ada apa?" tanya Langit yang membuka pintu sedikit dan hanya memunculkan kepalanya. Matanya sudah setengah merem.


"Di-di kamar Tante! Ada orang mesum!" kata Lintang panik.


Mata Langit langsung terbuka seluruhnya.


"HAH?"


"Di kamar Tante ada orang mesum! Cepat Langit, cepat tangkap orang itu!" kata Lintang panik sambil menggeret-geret lengan Langit yang super ngantuk.


"Tunggu dulu Lintang, jangan-jangan orang mesum itu tingginya sekitar 180 cm, rambutnya panjang sepinggang, dan punya tahi lalat di samping pusar?" tanya Langit.


Lintang mengangguk antusias.


"Iya-iya! Cepat tangkap orang mesum itu Langit! Tante dalam bahaya!" kata Lintang panik.


Langit melepaskan cengkraman Lintang di tangannya dan bersedekap.

__ADS_1


"Itu sih Awan, Lintang! Bukan orang mesum," kata Langit.


Lintang diam sejenak dan menatap Langit dengan bingung.


"Sepertinya kamu salah paham Lintang, tapi dia memang bermaksud menggodamu sih dari kemarin. Awan itu sebenarnya laki-laki." Langit menerangkan.


Mata Lintang serasa mau meloncat keluar mendengar kata-kata Langit itu. Awan itu laki-laki? Wanita secantik dan seanggun itu? Lintang syok dan tak bergerak. Langit mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata Lintang tapi cewek itu sama sekali tidak berkedip saking syok-nya.


"Aduh, identitasku yang sebenarnya sudah ketahuannya?"


Lintang terkejut saat mendengar suara itu. Si orang mesum berdiri di puncak anak tangga sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku dan nyengir. Saat orang itu turun ke lantai satu, Lintang langsung bersembunyi di balik punggung Langit.


"Siapa yang menakut-nakuti? Dia sendiri yang masuk kamar nggak ketok pintu dulu. Aku kan cuma ganti baju saja." Awan membela diri.


Lintang hanya diam, mengintip Awan dari balik punggung Langit sambil mencengkram baju bagian belakang ayahnya itu. Awan nenyeringai.


"Maaf ya, Lintang. Aku hanya melakukannya supaya kamu merasa lebih nyaman. Soalnya di rumah ini hanya ada cowok. Kupikir kamu pasti tenang kalau ada satu cewek, kan?" kata Awan.


"Tapi kalau ceweknya jadi-jadian sepertimu jelas tambah takut ya." Langit mencibir.

__ADS_1


"Maaf ya, Lintang...."


Wajah Lintang mengkerut. Takut. Dia sudah takut setengah mati kalaunada penyusup yang akan melukai Tante. Siapa sangka ternyata semua ini hanya akal-akalan saja. Dia sudah ditipu. Dia dibohongi oleh Langit dan Awan. Tanpa terasa air matanya pun mengalir. Lintang menangis. Dia sama sekali tidak menduga bahwa dirinya akan dibodoo seperti ini. Langit dan Awan pun jadi panik.


"Kuhajar kamu, Awan! Beraninya bikin putriku menangis!" Langit menatap Awan garang.


"Astaga, Lintang ... jangan menangis kumohon. Ini soal hidup dan matiku, ampuni aku," kata Awan ketakutan.


Lintang berhenti menangis dan menghapus air matanya dengan kesal. Langit dan Awan menghela napas lega. Lintang memoyongkan bibir memandang dua pria di hadapannya dengan kesal.


"Kalian pasti sengaja kan! Mempermainkanku dan menertawakanku di belakang!" tuduh Lintang.


Awan dan Langit menggeleng kuat-kuat. Lintang mendengus kesal dan mengusap ingusnya. "Aku merasa seperti orang bodoh," lirih Lintang.


"Awas kalian!"


Lintang berlari melewati Awan menaiki anak tangga dan langsung masuk ke dalam kamar, sambil membanting pintu dengan keras. Langit dan Awan hanya bisa garuk-garuk kepala.


"Gawat nih...."

__ADS_1


***


__ADS_2