
Lintang tertegun melihat sosok yang keluar dari dalam mobilnya. Itu bukan Awan yang tadi berpakaian seperti wanita. Penampilan Awan sangat macho. Dia memakai kacamata hitam, baju dan sepatu yang keren. Dia melangkah mendekati Lintang, Bu Nina dan Chandra dengan penuh wibawa. Lintang melongo. Sejak kapan dia ganti baju?
"Tante!" Chandra berteriak kencang dan merusak suasana. Dia berlari menghampiri Awan lalu memeluk kakinya. Awan berjongkok dan mendesis dengan kesal.
"Om! Panggil aku Om!" sery Awan sambil memelototi Chandra.
"Om?" tanya Chandra kebingungan.
Bu Nina dan Lintang menghampiri Awan dan Chandra. Bu Nina tersenyum manis, membuat Awan makin terpesona. Pria berdiri dan melepas kacamata hitamnya.
"Apa kabar, Bu, perkenalkan saya Awan, Om-nya Chandra dan Lintang," ucapnya Awan sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Bu Nina dengan gaya sok keren.
***
"Dan ku telah jatuh cinta! Ku lelaki dan engkau wanita, hati kecilku berkata I'm Falling in love...." Awan terus bernyanyi sambil bersiul-siul seharian itu.
Langit dan Lintang yang sedang menemani Chandra menonton DVD Boboi Boy pun hanya diam sambil diam-diam melirik tingkah lagu Awan. Hari ini Awan tidak lagi berpenampilan layaknya banci seperti biasanya. Penampilan Awan sangat macho. Cowok itu memakai kaos oblong warna merah dan celana jeans pendek. Awan ikut duduk di ruang tengah sambil mencoret-coret kertas HVS folio sesuka hatinya.
"Ada apa dengan Tantemu itu?" tanya Langit pada Lintang sambil berbisik-bisik.
__ADS_1
"Kayaknya dia lagi jatuh cinta deh, itu loh sama Bu Nina Guru TK-nya Chan-chan." Lintang balas berbisik.
"He?"
"Bro, ini bagus nggak buat desain kaos yang baru?" Awan menunjukan kertas HVS yang sedari tadi dicorat-coretnya pada Langit. Pada kertas itu terdapat gambar malaikat cewek bersayap putih yang membawa gitar. Wajah malaikat itu sangat mirip dengan wajah Bu Nina, Guru TK Chandra.
"Lhoh! Bu Nina!" Chandra langsung mengenali wajah malaikat ciptaan Awan itu. Awan hanya nyengir.
"Benar, Chan-chan, dia adalah malaikat hatiku," kekeh Awan. Langit dan Lintang terbahak dibuatnya.
"Bro mulai hari ini tugas menjemput Chan-chan serahkan saja pada Abangmu ini," ucap banci itu sambil meletakkan tangannya di dadanya.
"Tante alay banget deh," komentar Lintang.
"Orang yang jatuh cinta itu memang selalu alay, Sayang, suatu saat nanti kamu pasti merasakannya," kata Awan diplomatis.
"Hati-hati loh, Bro, jangan-jangan Bu Nina sudah menikah," seloroh Langit.
Awan terkesiap, dia lalu menoleh pada Langit dan menatap Langit dengan tatapan mata nanar. "Bu Nina sudah menikah? Tahu dari mana kamu?"
__ADS_1
"Nebak saja sih, wanita secantik itu kalau belum menikah justru aneh, kan?"
"Tidak! Kenapa aku tidak berpikir sampai ke sana! Bagaimana kalau dia benar-benar sudah menikah?! Padahal hatiku sudah kuberikan padanya!" Awan mendesah frustrasi lagi-lagi.
Langit dan Lintang tergelak karenanya. "Makanya tanya dulu dong, kamu ini seperti ABG saja," komentar Langit sambil geleng-geleng kepala.
"Bu Nina mau menikah bulan Mei," kata Chandra menimbrung.
Mata Awan hampir melompat keluar mendengar ucapan Chandra itu. Pupus sudah harapannya hancur sudah hatinya. Rasa cintanya yang baru mulai terbang pun langsung jatuh seketika. Langit dan Lintang pun ikut melongo.
"A-apa? Kamu tahu dari mana Chan?" tanya Awan dengan tergagap.
"Tadi Bu Linda tanya ke Bu Nina, 'kapan Bu Nina nikah?' telus dijawab sama Bu Nina, 'Mei', telus Bu Linda tanya lagi 'Bulan Mei?' di jawab sama Bu Nina 'Meibi yes meibi no, calonnya saja belum ada, Bu' gitu katanya," terang Chandra dengan tampang polos.
Langit dan Lintang terbahak-bahak, sementara Awan bernapas lega.
"Alhamdulillah ... Chan-chan! Kamu bikin kaget saja!" kata Awan jadi lemes.
***
__ADS_1