Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 77


__ADS_3

"Vina, Lintang." Dennis muncul di kitchen dan menyapa dua pegawai baru.


"Ikut aku ke ruanganku sebentar ya. Ada yang mau aku bicarakan dengan kalian."


"Baik, Bos," angguk kedua cewek itu. Mereka mengikuti Dennis menuju ruangan manajer kafe.


Denis mempersilakan Lintang dan Vina duduk di sofa.


"Kontrak kalian sudah berakhir minggu ini. Setelah evaluasi aku lihat kinerja kalian cukup bagus. Jadi aku ingin menawarkan perpanjangan kontrak. Bagaimana menurut kalian?" ucap Dennis.


Lintang terdiam sejenak. Tujuan awal dia bekerja sambilan hanya untuk membelikan Langit kado. Sekarang uangnya sudah lebih dari cukup. Sepertinya dia tak perlu bekerja lagi. Dia lebih mengkhawatirkan kondisi rumah yang akhir-akhir ini kembali berantakan sejak dia mengambil part time. Dia juga jadi tidak punya banyak waktu bercengkrama dengan Chanchan dan keluarganya yang lain.

__ADS_1


"Saya sangat senang bisa bekerja di sini, Bos. Lingkungan kerjanya sangat menyenangkan, tetapi mohon maaf sepertinya saya tidak bisa memperpanjang kontrak," jawab Lintang tanpa ragu.


"Begitu ya...." Dennis tampak kecewa, tetapi dia menghormati keputusan Lintang. Pria itu lalu menoleh pada Vina.


"Bagaimana denganmu, Vina?"


Vina menunduk dan tampak berpikir dalam-dalam. Awalnya dia bekerja di sini hanya untuk mendekati Guntur, tetapi ternyata dia menyukai pekerjaan ini. Seminggu terakhir ini ternyata begitu menyenangkan. Vina sangat gembira ketika menyadari apa yang menjadi passionnya. Baru pertama kali juga dia mendapatkan pujian seperti hari ini. Orang tuanya di rumah lebih condong ke nilai akademisnya yang biasa-biasa saja.


Tempat ini sangat menyenangkan. Satu-satunya masalah yang mengganggunya adalah Guntur. Cowok itu selalu bersikap kejam dan sinis. Tampaknya cowok itu tidak mengusiknya karena masih ada Lintang. Sekarang setelah Lintang berhenti apa kira-kira dia akan baik-baik saja ya? Namun Vina baru saja menikmati pekerjaannya, dia tidak rela jika harus berhenti gara-gara makhluk itu.


"Saya ingin memperpanjang kontrak, Bos," putus Vina akhirnya. Dia tidak ingin kehilangan kesenangan dan kesempatan menambah wawasannya sehingga mengesampingkan masalah Guntur. Toh cowok itu tidak melakukan apa-apa selain memberikan tatapan keji dan ucapan sinis saja. Vina merasa dia bisa mengatasinya.

__ADS_1


"Wah, bagus sekali," senyum Dennis ceria. Pria itu lalu menyodorkan sebuah file pada Vina.


"Silakan baca dulu kontraknya sebelum ditandatangani."


Lintang tersenyum melihat Vina yang membaca kontrak dengan serius sebelum membubuhkan tanda tangan. Dia senang melihat sahabatnya itu belajar dengan baik selama dua minggu terakhir. Vina bahkan dengan tampak mengabaikan permasalahannya dengan Guntur. Orang bilang patah hati itu membuat seseorang menjadi lebih dewasa dan sepertinya hal itu terbukti benar pada Vina.


"Meskipun kamu sudah resign kamu jangan sungkan mampir ke sini ya, Lintang," tutur Dennis.


Lintang mengangguk dengan khidmat. Setelah selesai berbicara tentang kontrak, tiga orang itu kembali bekerja. Lintang tertegun melihat satu sosok yang dikenalinya membuka pintu kafe. Itu adalah pria yang tidak dilihatnya selama hampir dua minggu terakhir, Langit. Ekspresi pria itu tampak aneh. Dia kelihatan canggung.


"Langit!"

__ADS_1


Lintang terkesiap mendengar suara Dennis yang mengikutinya dari belakang. Bosnya itu tampak semringah ketika melihat kehadiran ayahandanya. Guntur yang baru saja keluar dari pantry tampak tercengung juga. Mereka baru tahu bahwa ayah dan bos mereka ternyata saling kenal.


***


__ADS_2