Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 36


__ADS_3

Pukul 19.00 malam akhirnya Langit dan Awan sampai di rumah dengan mengendari mobil masing-masing. Mereka berpapasan dengan Surya dan Chandra yang juga baru pulang dengan mengendarai taxi.


Chandra seperti biasa langsung histeris dan melompat ke arah Langit minta di gendong. Sementara Surya membawa perlengkapan memancingnya.


"Ayah baru pulang?" tanya Langit sambil menggendong Chandra.


"Iya, hari ini lagi apes, sama sekali nggak dapat ikan," kata Surya sambil tertawa miris.


"Kalian sendiri baru pulang?"


"Iya, habis rapat buat persiapan fashion show besok," jawab Awan.


"Berarti Lintang sendirian di rumah ya," kata Langit sambil memandang ke dalam rumah. Lampu rumah sudah dihidupkan yang menandakan kalau sudah ada penghuni di dalam rumah. Empat orang itu kemudian masuk bersama ke dalam rumah.


"Aku malas masak nih, kita order delivery aja," usul Langit.


"Setuju, pesan pizza ya!" kata Awan.


" Aku Cheese!" seru Surya


"Pepeloni!" Chandra ikutan.


Keempat orang itu bercanda dengan ceria. Namun mereka menghentikan langkah dan tertegun saat melihat pemandangan di ruang keluarga.

__ADS_1


***


Lintang dan Guntur berdiri berhadap-hadapan di ruang tengah rumah mereka. Lintang memandang Guntur yang bertampang garang padanya lalu menundukan kepalanya ketakutan. Dia jadi ingat kejadian di kantin tadi saat dia mengolok-ngolok Guntur, jangan-jangan Guntur marah gara-gara hal itu.


"Apa yang mau Kakak bicarakan denganku?" tanya Lintang takut-takut.


"Apa maksudmu menyebarkan nomer ponselku ke teman-temanmu?" kata Guntur. Lintang tertegun mendengar kata-kata Guntur itu. Dia menatap Guntur dengan tak mengerti.


"Apa maksud Kakak?"


"Jangan pura-pura, gara-gara kamu banyak cewek nggak jelas mengirim whatsapp dan ponselku jadi Hang, pasti kamu yang melakukannya, kan!" tuduh Guntur.


Lintang terdiam. Memang sih beberapa hari yang lalu Lintang sempat tergoda untuk melakukan barter nomer ponsel Guntur dengan dompet Louis Vutton tapi Lintang mengurungkan niatnya itu kok.


"Jangan bohong stalker! Siapa lagi di sekolah yang tahu nomerku selain kamu!" geram Guntur sambil memicingkan matanya.


"Sungguh bukan aku. Aku sama sekali nggak tahu apa-apa, Kak."


Guntur mengerutkan keningnya dan membuat wajahnya yang sudah seram itu jadi semakin mengerikan. Guntur mencengkram tangan Lintang dengan keras sehingga Lintang merintih kesakitan.


"A-aduh, sakit, Kak." Lintang meronta sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Guntur yang sangat kuat.


"Apa maumu sebenarnya?" tanya Guntur.

__ADS_1


"I-itu bukan aku, Kak, sungguh, lepas, sakit." Lintang meronta-ronta, namun Guntur malah memperkuat cengkraman tangannya di tangan Lintang.


"Apa kamu ingin pacaran denganku seperti cewek-cewek bodoh yang heboh di sekolah itu, kan?" kata Guntur dengan tersenyum sinis.


"Baiklah, akan turuti apa maumu."


Guntur mendekatkan wajahnya ke wajah Lintang, memaksa mencium Lintang. Lintang langsung panik dan berusaha mendorong Guntur menjauh sambil meronta. Tapi tentu saja tenaga Lintang lebih lemah dari tenaga Guntur.


"Jangan, Kak! Kita ini keluarga!" pinta Lintang.


"Keluarga? Jangan membuatku tertawa!" kata Guntur sinis. Dia kembali mendekatkan wajah Lintang ke wajahnya dan memaksa menciumnya.


"Apa yang kalian lakukan!"


Lintang dan Guntur sama-sama tertegun mendengar suara itu. Langit, Awan, Surya dan Chandra berdiri di ambang pintu. Awan langsung menghampiri mereka dan memisahkan keduanya. Awan mendorong Guntur sampai cowok itu jatuh ke sofa. Surya dan Chandra ikut menghampiri Lintang. Surya memegang bahu Lintang dengan cemas.


"Kamu nggak apa, Lintang?" tanya Surya.


Lintang menganggukan kepalanya, namun air matanya sudah tidak terbendung lagi karena rasa takutnya. Langit hanya diam di tempatnya karena syok melihat adegan yang baru saja dilakukan kedua anak angkatnya.


"Mau apa kamu?!" bentak Awan pada Guntur.


Guntur hanya tersenyum sinis. "Mau apa? Tentu saja melakukan hal yang biasa dilakukan pria dan wanita," kata Guntur dengan tatapan mata membara, tanpa rasa takut sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2