Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 57


__ADS_3

"Lintang, hari ini pulang sekolah mau jalan-jalan ke Mall nggak?" tawar Vina saat istirahat siang hari itu.


Lintang diam dan tampak berpikir. Melihat ekspresi wajah temannya yang agak ragu Vina menoleh pada Alif yang duduk di depannya.


"Kamu mau ikut juga nggak, Lif?"


"Hm ... enggak deh. Nanti aku mau nganter Mamaku belanja. Aku sudah janji dari kemarin soalnya." Alif menolak dengan halus tawaran Vina.


"Yah." Vina tampak kecewa. Dia lalu menoleh lagi pada Lintang dengan ekspresi memohon agar cewek itu mau ikut.


Lintang berpikir lagi. Rasanya boleh juga. Sudah lama dia tidak pernah hang out bersama teman-teman sebaya. Tapi dia belum minta ijin pada Langit.


"Ehm ... sebentar yah, aku minta ijin Ayahku dulu," kata Lintang.


Dia mengeluar ponsel dari dalam saku kemudian mengetikan WhatsApp untuk Langit. Vina dan Alif duduk diam dan memerhatikan ekspresi Lintang saat mengetik pesan. Gadis itu terlihat ceria. Tak beberapa lama ponsel Lintang bergetar. Balasan dari Langit masuk. Lintang membacanya dan tersenyum.


"Oke, boleh katanya," jawabnya riang.

__ADS_1


Alif yang sedari tadi diam akhirnya nyeletuk.


"Lin, kamu naksir Ayahmu ya?" tuduh Alif.


Lintang tertegun sejenak. Dia membuka mulutnya lebar dengan terkejut.


"Hah? Ya enggak lah! Yang bener aja naksir sama orang aneh begitu, amit-amit!" umpat Lintang.


"Jujur deh, Lin, nggak usah malu sama kita-kita," kata Vina.


"Ih, dibilangin enggak juga!" Lintang memonyongkan bibirnya dengan kesal karena gurauan dua temannya yang tidak lucu itu.


"Memang isinya lucu kok!" Lintang bersikeras.


"Udah deh, kalian nggak usah ngacoh. Ayo kita ke kantin saja, aku laper berat." Lintang sambil bangkit dari kursinya.


Vina dan Alif tidak berkomentar lagi namun mereka berbisik-bisik di belakang Lintang.

__ADS_1


***


Sepulang sekolah Lintang dan Vina pergi ke Book fair yang digelar di DTC. Lintang langsung tertarik pada salah satu teenlit yang menarik perhatiannya. Judul novel itu Let Go, dan mengarangnya adalah Windhy Puspitadewi salah satu pengarang favorit Lintang. Buku itu adalah salah novel yang sudah lama diburu oleh Lintang tapi susah didapat karena sudah cetakan lama.


Karena kebetulan buku itu tidak di segel Lintang pun asyik membaca buku itu. Begitu sadar tahu-tahu Lintang sudah membaca tiga puluh halaman dan Vina sudah tidak ada di dekatnya. Lintang pun celigukan mencari temannya itu.


Saat sedang muter-muter sendirian sambil mengirim pesan pada Vina, tanpa sengaja Lintang melihat Guntur di kejauhan cowok itu sedang berdiri di depan etalase sebuah butik yang menjual jas-jas pria yang berharga mahal.


"Lho, itu Kak Guntur?" Lintang tertegun karena bisa secara kebetulan bertemu dengan kakak angkatnya itu di sini. Dia meneriakan nama cowok itu.


"Kak Guntur!"


Guntur menoleh karena namanya dipanggil, ekspresi wajahnya tampak terkejut saat melihat wajah Lintang. Gadis itu tersenyum dan berlari-lari kecil menghampirinya.


"Lho, Lintang ya?"


Lintang terhenti saat namanya dipanggil. Dia menoleh ke sumber suara dan melihat ada seorang cowok dengan wajah familiar yang berdiri di sampingnya. Lintang mengerutkan kening memandangi cowok itu. Dia ingat wajah cowok ini tapi tidak ingat siapa namanya. Melihat ekspresi kebingungan Lintang, cowok itu pun memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Ini Rian, kakaknya Vina, masak lupa sih?"


__ADS_2