Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 6


__ADS_3

"TIDAK!" teriak Lintang dengan putus asa.


Lintang tahu dia tak akan selamat menghadapi para preman itu. Dia menutup mata ketakutan. Namun setelah beberapa menit berlalu tak terjadi apa pun pada dirinya. Yang terdengar malah erangan penuh derita seorang pria.


Gadis itu membuka netranya perlahan dan melihat salah seorang preman telah jatuh terkapar di atas tanah. Seorang pria berdiri di atasnya dan menekan dada sang preman dengan kakinya hingga depkolektor bertubuh bongsor itu merintih. Lelaki itu adalah Langit, mantan Bos ibunya. Dia tertegun melihat Langit. Bagaimana bisa pria ini berada di sini? Preman yang kedua marah dan menyerang Langit. Namun pria jangkung itu dengan gampangnya membanting si preman ke.


Preman yang ketiga juga menyerang. Langit menangkisnya dengan mudah dan menendang perutnya yang besar hingga pria itu tersungkur. Lintang menatap pemandangan di hadapannya dengan tidak percaya. Tiga lawan satu dan menang? Padahal tiga preman itu berbadan besar dan kuat sementara Langit terlihat kurus. Sambil mengerang salah seorang Preman bertanya.


"Si-siapa kamu?"


Langit tersenyum dengan senyum penuh kemenangan dan amarah kemudian menjawab dengan satu kata yang tajam, "IBLIS!"


Lintang terpana. Langit mendekati Lintang. Wajahnya yang menyeramkan pun berubah jadi lembut.

__ADS_1


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Langit. Lintang mengangguk masih agak linglung. "Bisa berdiri?"


Lintang mencoba berdiri tapi kakinya terasa sakit sekali sehingga dia pun kembali jatuh. Langit menyadari keanehan pada kaki Lintang dan menyentuhnya. Lintang langsung menjerit kesakitan. "Kamu terkilir," kata Langit.


Langit menghadapkan punggungnya ke pada Lintang. Lintang hanya tertegun melihatnya. "Naiklah."


"Ti-tidak usah! Aku berat!" tolak Lintang.


"Naiklah. Apa kamu mau terus tinggal di sini dengan mereka?" tanya Langit sambil menunjuk pada Preman yang sudah terkapar.


"Tunggu!" cegah salah seorang Preman.


Langit menghentikan langkahnya dan menunggu Preman itu melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


"Gadis itu berhutang lima juta pada Bos kami. Sekarang mungkin kamu bisa mengalahkan kami, tapi bos kami akan mengirim preman yang lebih hebat." Preman itu mengancam.


Langit memegangi tubuh Lintang dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya mengeluarkan sebuah buku cek. Lembar pertama dari buku tersebut telah dibubuhi tanda tangannya. Dia menyobeknya lalu memberikannya pada Lintang beserta pena yang ada di sakunya.


"Tulis sesuai jumlah utangmu," kata Langit.


Lintang tepekur sejenak sambil memandangi kertas itu lalu bereaksi bingung. "Eh?"


"Ayo tulis saja cepat, kamu mau aku tinggal di sini?" ancam Langit lagi. Lintang buru-buru menuliskan nominal uang sejumlah utangnya lalu memberikannya kembali pada Langit. Langit melemparkan cek tersebut ke atas dada si preman.


"Ambil itu. Bilang pada Bos kalian, kalau berani mendekati gadis ini lagi, Kalian akan berurusan denganku," tegas Langit.


Langit lalu meneruskan langkah sembari menggendong Lintang ke pinggir jalan raya. Mobil Lamborghininya terparkir di sana. Langit memasukkan ke mobinya, mendudukannya di bangku di samping kursi kemudi. Dia lalu berputar dan duduk di bangku kemudi dan menyalakan mesinnya. Mobil mereka melaju dengan kecepatan konstan entah ke mana.

__ADS_1


Lintang mengawasi Langit dengan takut-takut, bingung harus berkata apa. "Anu ... terima kasih," kata Lintang akhirnya.


Langit tersenyum kemudian menjawab, "Sama-sama."


__ADS_2