Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 40


__ADS_3

"Apa dengan begini kita bisa kita bisa menemukan Kak Guntur?" tanya Lintang sambil membantu Langit menempelkan salah satu poster di pinggir jalan.


"Kita coba saja," jawab Langit dengan kurang yakin.


"Hei, Langit!"


Awan dengan dandanannya yang menor seperti biasa menghampiri mereka. Poster pencarian Guntur yang tadi dibawanya sudah habis.


"Aku sudah selesai menempel posternya, ayo kita makan siang dulu, aku lapar," usul Awan. Langit mengangguk setuju. "Aku akan memanggil Ayah."


Langit mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan menghubungi nomer Surya.


"Ayah di mana sekarang? Kita ketemu di Kafe X ya, kita makan siang di sana."


Langit terdiam, mata terbelalak saat mendengar kalimat jawaban dari Surya. Melihat ekspresi Langit itu, Lintang dan Awan memandangnya dengan penasaran.


"Apa? Chandra hilang?" tanya Langit tidak percaya. Lintang dan Awan ikut terkejut mendengar perkataan Langit itu.


***


Langit, Awan, Lintang dan Surya berkumpul di depan Café A yang terletak di salah satu sudut taman kota. Wajah keempat orang itu terlihat panik dan cemas.

__ADS_1


"Bagaimana ? Ayah belum menemukannya?" tanya Langit.


Surya menggelengkan kepalanya. "Aku sudah mencarinya di mana-mana, aku hanya meninggalkannya untuk kencing sebenar, tahu-tahu dia sudah tidak ada," kata Surya.


Saat empat orang itu tengah dilanda kepanikan, ring tone ponsel Langit mengalun. Langit merogoh sakunya dan melihat layar ponselnya. Private number tertera pada layar ponselnya. Dengan ragu Langit menekan tombol answer dan menjawab panggilan tersebut.


"Apa Anda bernama Langit Kresna Riyadi Ayah Chandra?" tanya suara dari dalam ponsel yang tampaknya telah disamarkan dengan alat pengubah suara.


"Iya benar."


"Putra Anda bersama saya. Jika menginginkannya selamat siapkan uang sejumlah sepuluh milyar sebelum jam dua belas malam dan jangan berani menghubungi polisi!" Setelah itu telepon terputus.


Surya, Awan dan Lintang memandangi ekspresi panik Langit itu dengan bingung. Langit memandang ketiga orang keluarga palsunya itu dengan perasaan galau, ketiga orang itu memandangnya dengan penasaran.


"Chandra diculik," lirih Langit.


"APA?"


"Ini semua salahku... seandainya saja aku tidak meninggalkan dia." Surya mulai menyalahkan dirinya sendiri.


Langit menepuk bahu Surya perlahan. "Tidak, Ayah, ini salah kita semua, Awan cepat kamu hubungi kantor dan siapkan uang tebusan sepuluh milyar," titahnya.

__ADS_1


Awan melotot. "Sepuluh milyar? Kamu mau membuat perusahaan kita bangkrut?!"


"Tidak ada pilihan lain! Kita harus menuruti apa keinginannya, kalau tidak Chandra...." Langit tidak meneruskan kalimatnya karena ponselnya kembali berdering. Kali ini dari nomer lain yang tidak dikenalnya. Langit memandangi nomer ponsel itu dengan bingung.


"Apa itu si penculik?" tanya Lintang.


"Sepertinya bukan, tadi orang itu pakai private number," kata Langit.


Dengan bingung Langit menekan tombol answer lalu menempelkan ponsel itu di telinganya.


"Ya, Hallo?"


"Cepat bawa polisi ke Jalan Belimbing Gang x nomer xx, Chandra disekap di sana," kata suara yang terdengar dari dalam ponsel Langit yang sepertinya milik seorang pria muda. Langit mengerutkan keningnya mendengar ucapan pria tak dikenalnya itu.


"Tunggu dulu, Anda siapa?" tanya Langit.


"Ini aku."


Langit diam sebentar. Tampaknya dia mengenali suara yang terdenga dari ponselnya itu. Itu adalah suara yang telah menghilang dan terus dicarinya selama satu bulan terakhir.


"Gu-Guntur?" tanya Langit tak percaya. Surya, Awan dan Lintang ikut terkesiap. Guntur menelepon? Setelah sekian lama?

__ADS_1


__ADS_2