Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 35


__ADS_3

"Oh iya, tadi Kak Guntur bilang Langit minta whatsapp dijawab, kan? Langit itu siapa?" tanya Vina.


"Ayahku."


"Eh Ayah? Ayahnya kak Guntur juga berarti? Kok manggilnya pakai nama aja?"


"Ya, karena itu kan, sudah kubilang dia itu kurang ajar." Lintang beralasan. Padahal dia sendiri juga selalu memanggil nama saja ke Langit.


"Ponselku teringgal di kelas sih, jadi gak tahu kalau Ayah whatsapp. Ayo balik deh, kalian nggak pesan apa-apa lagi, kan?" tanya Lintang.


Vina dan Alif mengangguk setuju. Tiga sahabat itu pun kembali ke kelas setelah membayar makanan yang mereka pesan tadi. Di kelas, Lintang membaca whatsapp dari Langit yang masuk ke ponselnya.


Ntar q jmput jm2 ya syg


Muach 100x...


Lintang melongo membaca pesan itu. Vina yang ikut membaca juga ikut melongo.


"Yang benar nih, Lin, masa ini whatsapp dari ayahmu? Bukannya dari pacarmu?" kata Vina tak percaya.


"Dia memang suka bercanda," dalih Lintang


Dengan kesal Lintang pun mengirimkan SMS balasan pada My Duddy Sky.

__ADS_1


JANGAN KIRIM SMS ALAY GAK PENTING!!!


***


"Jen jeng!" seru Langit sambil memamerkan selembar kertas pada Lintang di dalam mobil dalam perjalanan pulang dari sekolah.


"Apa itu?" tanya Lintang.


"Fotokopi Kartu Keluarga," jawab Langit.


"Hah?!"


Lintang dengan tak percaya merebut kertas itu dari tangan Langit dan membaca dengan saksama. Memang benar itu kartu keluarga, dan yang membuat Lintang tak percaya adalah nama-nama yang tertera dalam kartu itu.


"Apa ini? Kartu Keluarga palsu?" kata Lintang tak percaya.


"Kalau palsu gak ada seninya dong," kata Langit sambil nyengir.


"Beberapa hari ini aku sudah pontang-panting ke pengadilan lho mengurus surat adopsimu. Sekarang kamu adalah anakku dan sah secara hukum,"


Lintang melongo dan memandangi kartu keluarga itu dengan tak percaya. Jadi Langit serius mengatakan akan mengangkatnya jadi anak? Jadi dia benar-benar menjadi anaknya Langit sekarang? Lintang rasanya benar-benar tidak percaya membaca foto kopi kartu keluarga di tangannya itu.


"Simpan saja fotokopinya untukmu, siapa tahu suatu saat butuh," kata Langit sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hm... iya."


Lintang membuang pandangannya ke jendela dan melihat mereka baru saja melewati TK Chandra.


"Loh Kita nggak njemput Chandra?" tanya Lintang.


"Oh, Chandra tadi sudah dijemput Ayah, ada acara mancing dengan teman-temannya sebulan sekali. Ayah selalu mengajak Chandra karena Chandra juga suka memancing," jelas Langit.


Akhirnya, mereka sampai di rumah. Lintang turun dari mobil sedangkan Langit tetap berada di jok pengemudi.


"Kamu nggak turun?" tanya Lintang.


"Ayah masih harus kembali ke kantor nanti pulang agak malam, baik-baik di rumah ya,"


Setelah berpamitan, Langit memacu mobilnya pergi. Lintang masuk ke dalam rumah. Rumah sepi dan tidak ada orang. Lintang melakukan kewajibannya yaitu membersihkan rumah. Tepat saat membersihkan kaca depan rumah, munculah Guntur. Seperti biasa Lintang berusaha bersikap ramah dan menyapa kakaknya itu.


"Sudah pulang, Kak?" tanya Lintang berbasa-basi. Guntur diam dan memandang Lintang dengan garang membuat Lintang jadi takut.


"Hei, ada yang mau kubicarakan denganmu," kata Guntur.


Lintang tertegun mendengar kata-kata Guntur itu.


***

__ADS_1


__ADS_2