Fake Family (END)

Fake Family (END)
Episode 54


__ADS_3

Ponsel Lintang berdering. Lintang berhenti tertawa dan merogoh saku celananya. Rupanya Vina yang menelepon. Lintang pun bangkit dan berjalan ke halaman belakang agar suara Vina yang terdengar dari dalam ponselnya semakin jelas.


"Ya, Halo Vina."


"Hai Lin, lagi sibuk nggak?" tanya Vina.


"Enggak sih, emang kenapa?"


"Kalau lagi nggak sibuk, kita ngobrol-ngobrol yuk. Aku lagi pengen cerita-cerita nih."


"Hm ... iya boleh, mau cerita apa?"


"Eng ... anu ... ada ramalan bintang nih di majalah. Kamu mau kubacain nggak ramalan bintangmu minggu ini bagus loh."


"Ramalan bintang?"


Lintang diam sejenak, sebenarnya dia tidak terlalu percaya dengan ramalan bintang. Ibunya dulu selalu berkata bahwa percya ramalan bintang itu hukumnya haram. Tapi nggak ada salahnya juga kan baca toh Lintang tidak 100% percaya pada ramalan itu.


"Iya, katanya nih ramalan dalam seminggu ini kamu akan bertemu dengan jodohmu."


Lintang tertegun mendengar suara Vina itu kemudian tertawa.


"Ada-ada aja sih tuh ramalan," celetuknya.

__ADS_1


"Serius, Lin. Nih ramalan banyak benernya loh, dulu waktu SMP aku pernah diramal untuk berhati-hati pada serangan nyamuk demam berdarah eh nggak tahunya besoknya aku beneran ngamar di rumah sakit karena penyakit itu." Vina membesar-besarkan cerita.


Lintang mengerutkan keningnya dan mulai mencerna perkataan Vina itu.


"Masa sih, Vin?"


"Iya beneran, aku bacain lengkapnnya ramalan ini yah, Lin."


Vina berdeham-deham kemudian mulai bersuara untuk membacakan ramalan bintang tersebut.


"Virgo : selamat kamu akan bertemu dengan jodohmu di minggu ini, dia adalah orang yang ada di sekitarmu dan sudah beberapa kali bertemu denganmu namun kamu baru menyadari benih cinta telah timbul di hatimu dalam minggu ini, kamu tidak perlu menolak perasaan itu dan terimalah ajakannya ketika dia mengajakmu untuk sekedar hang out berdua."


"Ah, ngibul tuh ramalan," elak Lintang


Beberapa menit kemudian Vina dan Lintang pun terus menyerocos tanpa ada akhirnya. Mereka menceritkan banyak sekali hal sambil bergurau riang.


***


Vina duduk di depan kakaknya Rian yang cengar-cengir nggak jelas.


"Udah nih," kata Vina.


"Hehehe ... makasih ya, Adiku sayang," ucap Rian sambi tersenyum lebar.

__ADS_1


"Terus bayarannya apa nih?" tanya Vina sambil menyeringai.


"Ntar kubelikan tas baru deh."


"Bener yah!" ancam Vina.


"Iya-iya, apa sih yang nggak buat kamu adiku sayang."


Vina mendengus mendengar kalimat gombal dari kakaknya itu. "Dasar, baik kalau ada maunya saja!"


"Terus habis ini rencana Kakak apa lagi nih?" tanya Vina penasaran.


"Hem ... pertama mungkin dari chat dulu, baru nanti ngobrol dan ngajak jalan," jawab Rian sambil menerawang.


Vina tersenyum kecil. "Semangat deh, Kak, moga-moga aja si Lintang bisa kepincut," ujarnya sambil mengacungkan jempolnya.


***


Lintang kembali ke ruang tengah setelah selesai mengobrol dengan Vina. Obrol seru mereka harus diakhir karena ponsel Vina yang lowbat. Suasana sangat sepi saat dia masuk ke sana. Sudah tidak terdengar lagi video Barney. TV dan DVD player sudah di matikan. Chan-chan sudah tertidur pulas di pangkuan Awan. Surya dan Langit saling pandang dengan tatapan mata serius di atas karpet.


"Lagi ngapain?" tanya Lintang penasaran dan ikut nimbrung dengan kegiatan tidak jelas yang sedang dilakukan keluarganya itu.


"Lagi lomba nahan kedip. Yang kedip duluan kalah," jelas Awan. Lintang melongo mendengar penjelasan Awan itu. Ada-ada saja tingkah keluarganya ini.

__ADS_1


__ADS_2