
Sejak kejadian malam itu, floella sangat jarang terlihat oleh elkan dan sahabat-sahabatnya hingga semua menebak kini hubungan elkan dan floella tengah berakhir.
"el, kok floella gak pernah ngasih bekel lagi si sama lo? gue kangen deh sama masakannya" selorohan nando membuat elkan dan marel menghentikan aktifitasnya.
"floella udah gak sama elkan!"
mendengar ucapan dari marel, elkan mengerutkan dahinya.
"yang bener el, emang lo udah putus sama floella?"
"hemm..." elkan hanya berdeham.
elkan lalu menarik marel sedikit menjauh dari nando, dan sesekali elkan melirik mengawasi situasi kelasnya.
"lo tau darimana kalo gue putus sama floella"
karena pertanyaan yang elkan lontarkan, marel mengingat saat ia mencegat floella di depan toilet.
____flashback on____
"ada apa flo?"
"ada apa, apanya rel?" floella berusaha menutupi apa yang ia rasakan saat ini.
"gue tau lo abis nangis, mata lo sembab"
"oh gue cuma abis kelilipan kok rel, ya udah gue mau balik ke atas." saat floella ingin kembali bergabung dengan teman-temannya marel kembali menghentikannya.
"apa ini ada hubungannya sama elkan?" marel terus mengintrogasi floella, dan hal itu membuat floella segera berpaling.
"lo putus sama elkan?"
saat floella menitikkan air mata, marel tiba-tiba berada di hadapannya dan mengusap air mata floella.
"gue gagal berjuang buat cinta gue rel, mungkin emang gue yang terlalu di bawah standar daei kriteria elkan"
"flo.."
"tapi gue gak papa. walaupun elkan udah putusin gue, gue tetep bakal dukung dia si segala yang dia lakuin" floella tersenyim getir. sedangkan marel menatap dalam floella yang terlihat berusaha tegar di hadapannya.
____flashback off____
"jawab pertanyaan gue rel" ucapan elkan membuyarkan lamunan marel.
"gue cuman lihat situasi kalian aja, sepertinya floella menghindar dari lo. dari situlah gue menyimpulkan kalian udah gak berhubungan." marel beraalasn.
"woe kaliam ngobrolin apa si, pakek ngejauh dari gue lagi. tapi itu gak penting, yang terpenting sekarang lo udah putiskan dari floella el?" nando memastikan.
"terus kalo gue putus kenapa?"
"jadi lo udah putus sama floella el?" ucapan joana menghentikan nando yang ingin menjawab pertanyaan dari elkan.
__ADS_1
"hemm" lagi-lagi elkan hanya berdeham.
"ini kesempatan bagus buat lo jo" giselle berbisik kepada joana yang sedang tersenyum puas.
"emm el ajarin gu-"
"gue mau ke kantin " elkan lalu meninggalkan teman-temannya yang sedang mengajaknya berbicara.
elkan menyusuri koridor dan tepat di depan kantin elkan melihat floella yang tengah memakan pesanannya dan sesekali berbincang dengan zara dan indah.
namun saat floella bergantian melihat elkan, elkan segera menarik tangan joana yang berdiri di sampingnya. "lo mau makan apa joan, biar gue pesenin"
"apa aja yang lo pesen pasti gue makan kok el" ucap joana sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh floella.
dan mengetahui floella yang melihat ke arah mereka, joana mengajak elkan duduk tepat di sebelah meja floella dan kedua sahabatnya.
"hai el.. hai jo.." sapa floella sembari menyeruout jus mangga miliknya.
"hai flo, gue pinjem elkan bentar ya. ups gue lupa ngapain gue izin sama lo, kalian kan udah putus"
"apa, putus??" zara dan indah pun terkejut ketika mendengar bahwa kini sahabatnya dan elkan sudah mengakhiri hubungan mereka.
"jadi floella gak kasih tau kalian? jangan-jangan floella gak nganggep kalian sahabat lagi, makanya kalian gak di kasih tau." semakin lama joana semakin malampaui batas.
"gue bisa jelasin girls"
"gak perlu flo. kabar ini malaj lebih bagus dengan kalian putus, lo jadi gak menderita dengan cinta sepihak lo flo." ucap indah.
"iya, kita malah seneng kalo lo putus dari elkan, karna dari awal elkan emang gak tulus sama lo!"tambah zara. "dan satu lagi, lo itu terlalu baik untuk cowo kaya elkan yang gak pernah bisa menghargai suatu hubungan"
namun saat mereka baru keluar dari kantin, lagi-lagi floella mendapat penglihatan tentang elkan yang tersiramkuah panas. dan hal itu membuat floella berlari ke arahnya dan menjadi tameng untuk elkan.
byur... prank....
seketika floella merasa kesakitan di bagian punggungnya dan membuaynya tumbang.
"floella..." zara dan indah berlari ke arah floella yang merasa kesakitan.
elkan lalu membopong floella ke rumah sakit terdekat, saat itu marel dan nando yang baru sampai di kantin segera mengikuti elkan yang berlari sambil menggendong floella yang kini semakin pucat.
saat itu elkan membawa floella dengan mobilnya, elkan melajukan mobilnua dengan kecepatan tinggi. ketika dinperjalanan menuji rumah sakit floella tiba-tiba pingsan, dan hal itu membuat elkan semakin cemas.
setelah beberapa menit akhirnya elkan berhasil membawa floella ke rumah sakit. kini dokter tengah menanganinya. sedangkan elkan dan teman-temannya kini menunggu di luar ruangan.
"kenapa si el, kalo floella deket lo dia sering celaka." ucap zara.
"sabar ra jangan emosi, ini rumah sakit" ucap indah.
"gue gak bisa sabar tau ndah, entah elkan entah nando yang di deket floella. pasti selalu ada yang terjadi. pokoknya ini slahnya elkan" zara terlihat semakin emosi ketika indah meberitau zara untuk sabar.
"gue juga gak mau kali zara buat bikin floella celaka!" kini elkan mulai angkat suara.
__ADS_1
"stop jangan di terusin, ini temen kita sakit kalian malah berantem!" marel berusaha menengahi perdebatan antara zara dan juga elkan.
setelah beberapa saat dokter sudah mengizinkan untuk menjenguk pasien. mereka pun segera melihay keadaan dari floella.
"floe... " elkan menatap lekat floella.
" lo baik-baik aja kan flo" tambah nando sembari memegang tangan floella.
"iya gue baik kok ndo, makasih kalian udah jengukin gue."
"pastilah floe, lo itu sahabat kita jadi wajib dong buat kita nemenin lo" sahut indah.
"oh iya floe biar gue telfon tante ya"
"jangan ra, mereka batal pulang dan malah harus keluar negeri untuk mengurus sesuatu ra. gue gak mau mereka khawatir sama gue"
"jadi, berarti selama beberapa malam terakhir lo di rumah sendiri dong floe" tanya zara.
"enggaklah ra, kan ada mang ujang jadi gue gak sendiri"
"lo kenapa si flo pakek ngehalangin segala, jadi lo kan yang kena! dan lihat sekarang lo jadi kaya gini"
"gak papa lagi el, kalo sama sahabatkan emang harus saling tolong"
deg..
entah kenapa mendengar floella menyebutnya sebagai sahabat, membuat elkan merasa tidak nyaman.
"tapi gue gak suka utang budi flo, lain kalo tolong jangan lakuin itu lagi gue gak suka" tukas elkan.
"lo kenapa si el, di tolongin malah nyolot.". ucapan elkan membuat ondah dan zara geram.
"el lo kenapa si" sahut marel, dan seketika pandangan marel dan elkan melihat nando yang sedang memperhatikan floella.
"biat gue temenin lo di sini ya flo, gue gak mau ninggalin lo. gue khawatir sama lo" itulah nando di setiap kesempatan selalu mengeluarkan kata-kata buayanya.
"makasih ndo, tapi gue gak papa kok disini sendiri. dan buat elkan, lain kali gue janji gak akan ganggu lo lagi. sorry ya el gue sering nyusahin lo" floella tersenyum tipis.
'sorry floe gue bersikap kaya gini karma gue gak mau lo salah paham dan akan semakin mencintai gue karna gue belum bisa balas perasaan lo'
"emm flo maaf ya kita nanti malam gak bisa nemenin lo, kita harus selesaiin tugas sekolah kita" ucap indah
"iya gak papa ndah, kalo gue butuh sesuatu kan udah ada suster"
setelah berpamitan indah dan zara harus segera pergi, begitupun dengan elkan dan juga marel. kini hanya tersisa nando yang masih setia menemani floella. karena pengaruh dari obat, floella pun tertidur.
di saat itulah nando terus menatap wajah floella "kenapa akhir-akhir ini gue selalu inget sama lo ya flo, apa gue suka sama lo? ah tapi gak mungkinlah gue kan buaya, pasti kalo liat cewe lain gue juga bakal langsung bisa suka" nando pun terkekeh dengan ucapannya sendiri.
sedangkan di balik pintu masih terdapat marel yang memperhatikan floella. "kenapa setiap ada bahaya yang menimpa elkan, floella selalu tau soal itu?" marelpun mengerutkan dahinya dan berpikir keras soal itu.
.
__ADS_1
.bersambung
.