Fool Love

Fool Love
Fiktif Belaka


__ADS_3

"saya bisa tuntut kalian karna kalian memukuli guru saya dengan menuduhnya mencuri!" begitu tegas ucapan floella yang terlihat berani dan tanpa takut sedikitpun.


"hei nak, kau ini jangn macam-macam. dia itu memang pencurinya" ucap salah satu pria yang berumur sekitar setengah baya, yaitu pemilik toko emas yang menuduh edgar sebagai pencuri.


awalnya lelaki itu terlihat sangat panik melihat emas di tokonya beberapa menghilang, hingga ketika ia melihat edgar yang bertabrakan denga seseorang. dan saat itu juga sekotak emas ada di sampingnya.


pria itupun meminta tolong dan membuat masa memukuli edgar tanpa ampun sebelum floella dan nando datang.


Hingga masa berhenti saat floella dengan berani melindungi edgar dengan menerima pukulan tersebut di badannya.


"pukuli saja mereka, mereka pasti adalah komplotannya" ucap lagi orang yang membantu pemilik toko memukuli edgar.


"kalian semua jangan sembarangan, kami akan melaporkan kalian sekarang juga" nando beruaaha menakuti orang-orang itu, namun tidak sedikitpun menggubrisnya.


hingga..


"kalian tidak bisa semena-mena sperti ini. aku yakin kalian hanya salah sangka!" ucap elkan yang baru datang.


dan ia segera membantu edgar dan floella bangkit.


floella lalu kembali menatap tajam ke orang orang-orang tersebut "sudahlah jangan berdebat dan menuduh orang sembarangan! coba kalian liha ke samping atas, disana ada kamera cctv. mari kita buktikan apakah pak edgar pencurinya"


Orang-orang yang sejak tadi bersikeras menuduh edgar, kini berbondong-bondong pergi keruangan dimana bisa melihat isi dari rekaman kamera cctv.


dan benar apa yang di katakan oleh floella, edgar memang tidak berslah. ia hanya menjadi korban setelah pencuri tersebut menabrak edgar dan sengaja meninggalkan barang curiannya di dekat edgar.


sementara edgar, ia berpikir orang itu menjatuhkan barang miliknya. dan ia berinisiatif untuk mengembalikan dengan mengambil barang tersebut dari lantai. namun ternyata niat baiknya tak berujung baik dengan membuat pemilik toko emas menyangka dirinyalah yang mencurinya.


selang beberapa saat setelah floella membuktikan edgar tidak bersalah, mereka pun segera membawa edgar pulang ke rumahnya.


bahkan elkan yanh tadinya pergi dengan teman-temannya, ia pun ikut pulang tanpa memberi tau teman-temannya.

__ADS_1


setelah mereka tiba di rumah, floella segera mengobati edgar di beberapan bagian tubuhnya yang terlihat memar dan lebam akibat dari pukulan itu. pasalanya saat ini orang tua edgar dan elkan sesang berada di luar negeri.


"el tolong bantu gue bawa pak edgar ke kamarnya" dengan cekatan elkan memapah edgar dengan bantuan floella. sementara itu, nando saat ini sedang keluar untuk mencari makanan. nando tau pasti semuanya sedang lapar karena sejak tadi siang mereka belum memakan sesuatu.


"sekarang pak edgar lebih baik istirahat, nanti biar aku siapkan makan siang" saat floella beranjak dari duduknya, nando lebih dulu masuk dengan beberapa lantong yang berisis makanan.


"pas sekali nando, mana bagi biar pak edgar cepet pulih harus makan." dengan cekatan floella menyiapkan semua makanan untuk edgar.


"ini pak di makan" floella menyodorkan sepiring makanan dan hal itu hanya di pandangi oleh edgar yang saat ino dusuk dihadapannya.


"kenapa di liatin aja si pak, kalo bapak mau cepet pulih bapak harus makan"


"aku ini sakit habis di pukuli floella, aki tidak nafsu untul makan" bukannya menuruti floella, edgar malah menjawab seperti itu.


"el abang lo kaya anak kecil ya, cuman lebam kaya gitu aja gak mau makan. males ah mau balik gue!" floella menatap ke arah elkan yang duduk di ranjang di sebelah edgar.


"kau berani mengejek gurumu?" edgar tak terima di katai oleh floella.


karena merasa kalah, akhirnya edgar menuruti ucapan floella dan segera menghabiskan makanannya. sementara nando dan elkan juga mulai menyantap makanannya kecuali floella. namun tanpa di sangka, saat floella sibuk mengurus edgar, nando dengan lapang menyuapi floella.


floella memang gadis polos, tanpa ragu ia pun menikmati suapan demi suapan dari nando tanpa memikirkan apa tanggapan dari elkan dan edgar ketika melihatnya begitu dekat dengan nando.


usai menyantap makan siang, floella dan nando memutuskan untuk pulang. floella dan nando pin berpamitan. namun, saat masih di depan rumah elkan nando langsung membahas tentang bagaimana floella yang menolong edgar.


"untung aja sixth sense lo tepat waktu floe. kalo enggak, bisa lebih bonyok dari itukan bang edgar."


"untung nya sih iya ndo, tapi... gue sebenarnya gak nyaman tau punya sixth sense. gue pasti bakal nyeael seumur hidup kalo misalkan gue dapet penglihatan tentang sahabat kita, dan kita gak bisa tolong dia. kaya waktu tante mariska, kita telat kan nando. kita smapai di tempat saat tante mariska udah tertabrak" floella menunduk lesu setelah mengutarakan apa yang selama ini iya pendam.


nando yang mendengar itu ia berdiri di hadapan floella dan kini tangannya berada di bahu floella. "dengar floe, apa yang lo lakuin itu udah hebat menurut gue. bahkan lo rela ngorbanin diri lo sendiri buat nolong seseorang yang ada di penglihatan lo. lo harus bersyukur mempunyai sixth sense, karna gak semua orang di anugerahi kemampuan kaya gitu floe" nando menatap lekat manik mata floella, sedangkan floella mendadak menjadi begitu tenang mendengar ucapan dari nando.


▪▪▪▪

__ADS_1


elkan menutup kenop pintunya begitu saja. ia segera mencuci wajahnya dengan air bersih untuk menyegarkan keadaannya saat ini.


"apa gue gak salah denger?"


____flashback on____


"oh iya bang, gue mau keluar nemuin floella bentar. tadi gue belum sempet terimakasih sama dia.


ucapan elkan hanya di angguki oleh edgar yang perlahan memejamkan matanya merasakan nyeri di beberpa bagian tubuhnya yang memar.


karena tidak ingin tertinggal akan floella, elkan berlari hingga ia tiba di ambang pintu dan saat ini posisi floella dan nando membelakanginya. ia bisa begitu jelas dengan apa yang di katakan oleh nando.


"untung aja sixth sense lo tepat waktu floe. kalo enggak, bisa lebih bonyok dari itukan bang edgar."


"untung nya sih iya ndo, tapi... gue sebenarnya gak nyaman tau punya sixth sense. gue pasti bakal nyeael seumur hidup kalo misalkan gue dapet penglihatan tentang sahabat kita, dan kita gak bisa tolong dia. kaya waktu tante mariska, kita telat kan nando. kita smapai di tempat saat tante mariska udah tertabrak" floella menunduk lesu setelah mengutarakan apa yang selama ini iya pendam.


nando yang mendengar itu ia berdiri di hadapan floella dan kini tangannya berada di bahu floella. "dengar floe, apa yang lo lakuin itu udah hebat menurut gue. bahkan lo rela ngorbanin diri lo sendiri buat nolong seseorang yang ada di penglihatan lo. lo harus bersyukur mempunyai sixth sense, karna gak semua orang di anugerahi kemampuan kaya gitu floe" nando menatap lekat manik mata floella, sedangkan floella mendadak menjadi begitu tenang mendengar ucapan dari nando.


dan akhirnya karena mendemgar obrolan antara nando dan floella, elkan menarik diri dan memilih untuk tidak menemui floella.


____flashback off____


"jadi waktu floella nolongin mama itu bukan kebetulan? "


"gue harus pastiin ini sendiri, besok gue mau tanyakan hal ini dengan floella."


elkan termangu dengan kejadian yang baru ia alami. selama ini baginya sixth sense hanyalah fiktif belakan, namun ia tidak menyangka jika floella benar-benar memiliki kemampuan seperti itu.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2