Fool Love

Fool Love
Buket Bunga Mawar


__ADS_3

Sepulang sekolah, elkan menyempatkan untuk datang ke rumah sakit menjenguk floella. dan ketika elkan sampai di ruangan floella, ia mendapati floella yang tengah terlelap.


elkan meletakkan sekotak makanan untuk floella di atas nakas. ia lalu duduk di sebuah kursi di sebelah ranjang floella. tanpa ia sadari ia terus menatap wajah floella yang masih sedikit pias. elkan menyibak rambuy yang menutupi sebagian wajah floella, dan terukir senyum tipis di wajah elkan.


"lucu.."


tanpa elkan sadari tiba-tiba bayangan saat floella terus mengejarnya pun muncul. elkan kembali mengukir senyumnya dan sedikit menggeleng kepalanya. "lo bener-bener lucu floe.. lo gak pernah jaim di depan orang sekalipun itu gue, orang yang terang-terangan lo suka."


"lo disini el.." ucap nando yang datang dengan buket bunga do tangannya.


elkan yang mendapati nando, ia segera bangkit daei duduknya. "iya gue kasian aja dia sendiri, syukur lo dateng ndo. kalo gitu gue cabut dulu ada urausan."


elkan sebenarnya tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya, urusan? urusan hanyalah alasannya agar nando tidak melihatnya sepeeti tadi yang terlihat begitu senang mengingat masalalunya saat floella terus mengejarnya.


"ya udah lo urus, urusan lo el. biar gue yang jagain floella."


elkan lalu pergi keluar dari ruang dimana floella di rawat. saat itu pula nando meraih satu tangan floella dan mengusapnya lembut. "hei floe gue dateng.."


saat itu pula floella perlahan mengerjap-erjapkan matanya. saat itu bayangan nando langsung tertangkap oleh netranya.


"ehm....nando.."


"iya ini gue floe.. lo udah baikan kan?" nando menatap lekat mata floella.


'ini kenapa nando tiba-tiba perhatian banget.. berasa punya pacar deh.. hehe'


tetapi hanya dirinya sendirilah yang mendengarnya, pasalnya hal itu hanya suara hatinya yang tidak ia utarakan. "gue baik ndo.." mata floella lalu memindai sesuatu yang ada di atas nakas. "itu lo yang bawa.." sebuat buket bunga mawar dari nando, entah apa yang di pikirkan oleh nando sehingga ia membawa bunga mawar yang terkesan romantis.


yang jelas floella tidak berpikir demikian. yang ia tau nando membawa bunga mawar hanya karna untuk menjenguknya.


"floella.." nando kemvali meraih tangan floella yang masih terlihat pucat meski sudah di rawat beberapa hari.


"hemmm..." floella me gangkat kedua alisnya.


"apa ga ada penglihatan tentang apa yang lo alami?"


"tentu ada nando..." floella mulai mengingat sesuatu yang ia lihat sebelum kejadian. "di penglihatan gue, gue emang berada di rumah sakit! tapi gue gak tau apa penyebab sehingga gue harus di rawat seperti sekarag ini."


"lain kali kalo sixth sense lo muncul dan gak lengkap kaya gini, lebih baik lo cerita sama gue floe.. jujur, gue khawatir dengan keadaan kaya gini. di tambah lagi lp gak mau orangtua lo tau floe.."


mendengar ucapan nando, floella tersenyum tipis " lo lupa ndo, gue itu di kurung! mana mungkin gie bisa kasih tau lo!"


tanpa mereka sadari kepergian elkan sebenarnya tidak benar-benar pergi, melainkan masih di depan ruangan itu. elkan lalu pergi ke suatu tempat dan sesekali memimirkan tentang percakapan nando dan juga floella.

__ADS_1


"kenapa.. kenapa nando tau tentang sixth sense yang floella miliki? apa benar mereka memang sedekat itu!"


terasa sesak dada elkan saat ini. iamemang tidak bisa memungkiri jika saat ini dadanya berdenyut karena merasa cemburu akan kedekatan antara nando dan juga floella.


"hai el.." ketika elkan tengah sibuk memikirkan floella, tiba-tiba joana menghampirinya.


"joan, lo disini?"


"heemm.. gue bosen di rumah, jadi gue pikir gue pergi kesini supaya gue bisa happy. dan terbuktikan gue ketemu sama lo, dan gue yakin gue bakalan happy." joana duduk di sebelah elkan dengan jarak yang sangat dekat sehingga membuat elkan sedikit tidak nyaman.


dan saat itu tiba-tiba perhatian elkan tersita melihat luka lebam yang ada si tangan joana. "tangan lo kenapa jo?"


"oh ini.. tadi cuman kepentok kok el.. makasih lo el, lo perhatian sama gue"


"wajarlah joan, kita sahabatan udah lama. mana mungkin gue diem lihat lo sakit"


namun saat perbincangan itu dimulai, elka teringat akan hal yang pernah di ucapkan oleh floella.


____flashback on____


"ini gimana si floe kok bisa lo di gigit sama uler.. mana ada yang ngurung lo lagi"


"ya namanya musibah gak ada yang taukan ra.." floella sesikit mengingat kejadian yang menimpanya. "tapi seinget gue, waktu tu orang ngurung gue orang itu sempet kepentok kenceng banget ra.. mungkin dah lebam tu orang.."


"emm... iya, ada apa lo tanya itu nando?"


"cewek wowok?"


"seinget gue suaranya kecil, jadi kemungkinan itu cewek deh ndo"


____flashback off____


elkan pun mengukir senyum seringai di wajahnya, dan setelah itupun ia mengeluarkan sebuah ponsel.


"emm jo, gue cabut dulu ya. ada urusan ni"


"yakin lo mau ninggalin gue el? gue kan lagi sakit el" joana mengeluarkan suara manjanya. namun elkan tetap harus pergi.


▪▪▪▪▪


"ada apaan si el, lo pakek ngumpulin kita kesini?" ucap nando yang terlihat kesal.


melihat reaksi nando yang tidak seperti biasanya, membuat marel mengernyit. "lagian lo kenapa si ndo, kita kan emang biasa kumpul kaya gini. cuma bedanya ini ada bang edgar"

__ADS_1


"dia pasti kesel karna keganggu gak bisa berduaan sama floella" celetukan elkan membuat semua mata tertuju menatap ke arah nando yang saat itu tiba-tiba mendadak salah tingkah.


"tadi lo ke eumah sakit ndo?" tanya edgar.


"eh iya bang, tadi gue jengukin floella"


"emang kalian sekarang jadian? bukannya floella sekarabg deket sama bang edgar" entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi hubungan ini membuat marel bingung.


"gue gurunya marel, dan lo tau gue gak suka yang namanya pacaran!" tegas edgar dengan netra tajamnya yang mengintimidasi marel.


namun hal itu tetap membuat marel semakin penasaran. ia ingin tau siapa orang yang benar-benar dekat dengan floella, apakah itu edgar atau nando.


"udah jangan bahas itu dulu, ada hal yang pengen gue bahas tentang orang yang ngurung floella di gudang" sahut elkan mengalihkan perhatian semuanya.


"jadi lo tau orangnya el?" tanya nando


begitupun dengan edgar dan marel yang bertanya bersamaan.


elkan lalu bangkit dari duduknya dan sesikit berjalan ke arah mereka bertiga. dan kini pandangan matanya bergantian menatap satu sama lain.


"gue belum tau orangnya.."


"fuhh.. "nando edgar dan marel menghela nafas bersamaan


"tapi gue curiga sama joana"tambah elkan.


"jangan gila el, joana itu saabat kita sejak lama" sahut marel.


"entahlah, tapi lalian coba inget sama ucapan floella yang bilang orang itu terbentur sangat keras."


"ya memang floella pernah bilang seperti itu, tapi apa hubungannya dengan joana el?" akhirnya edgar kembali angkat bicara.


"coba kalian lihat ini"


setelah melihat apa yang di tunjukkan oleh elkan, kino semuanya saling menatap satu sama lain dengan raut wajah yang sulit di artikan.


.


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2