Fool Love

Fool Love
Anak mitra kerja


__ADS_3

Floella tengah terbaring diranjang kamar rumah sakit. saat itu Garvan dan juga yang lain menunggunya di luar ruangan karena dokter melarang untuk masuk demi kenyamanan pasien.


"Edgar dimana putri om?" tanya ayah Floella yang datang bersama dengan istrinya yaitu Sekar.


"om Rama sama tante Sekar tenang, Floella ada didalam. dokter menyuruh kami untuk menunggu di luar demi kenyamanan Floella" jelas Edgar.


"kalian semua basah? kalian semua berusaha nyelametin anak tante? " tanya Sekar yang mengedarkan pandangannya memperhatikan beberapa anak remaja yang basah.


"Garvan ? "


"loh om Rama? "


"kamu ada disini?


" kebetulan tadi Garvan yang nyelametin anak om" sahut Andrew dan mendapat sikutan dari Angga karena menyela pembicaraan antara Rama dan juga Garvan.


"yang sopan napa lu, jangan bikin martabat Garvan luntur karna lu main potong orang lain lagi mngomong" lirih Angga penuh penekanan.


"iya sorry ngga, kelepasan gue! " ucap Andrew sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"nak Edgar, Nando, Elkan, Marel. tante sangat Terima kasih karena kalian semua selalu ada buat Floella. " ucap bu Sekar


kini semuanya pun memasuki ruang rawat Floella. bukannya masih berbaring, Floella justru sudah memngupas buah yang disediakan dari rumah sakit sembari makannya.


"astaga anak papa, kok udah makan aja? gak ada lemes-lemesnya ni" ucap Rama sembari menyunggingkan senyumnya.


"laper pa, abis tenggelem butuh asupan! "Floella menyengir kuda. ia bahkan tidaak memperhatikan siapa saja yang ada disana. dengan sifat manjanya, yang ia pedulikan saat ini adalah orangtuanya saja.


" papa jadi berpikir, sebenernya kamu suka apa gimana sampek keluar masuk rumah sakit dalam kurun waktu yang gak lama lo sayang"


"papa.. " Floella lalu melihat ke arah ibunya yang berada disampingnya. "ma.. papa sukanya gitu bulli anaknya sendiri. " dengernya sehingga tanpa ia sadari sikap manjanya membuat seseorang mengetahui sisi lain dari dalam dirinya.


"oh ya om Rama, karna Floella udah Baik-baik aja, Garvan sama temen-temen pamit ya. basah semua soalnya! "


"makasih ya Garvan, salam buat keluarga dirumah"

__ADS_1


"siap om"


kini Garvan dan teman-temannya pergi meninggalkan ruangan Floella. dan setelah itupun Elkan dan teman-temannya juga ikut pamit. namun sebelum ia pergi, ia memeberikan sesuatu kepada Floella.


"apa ini El? "


"itu liyontin kamu, aku nemuin di danau"


"hah makasi El, liyontin ini berarti banget buat gue, karna ini liyontin yang sama dengan punya Indah dan juga Zara. gue gak tau kalo lo gak nemuin ini El" Floella tanpa sadar memeluk Elkan begitu saja. karena Elkan dalam posisi berdiri, ia memeluk pinggang Elkan.


jantung Elkan berpacu begitu cepat. desiran didalam darahnya tidak bisa membohongi kalau dirinya memang mempunyai perasaan kepada Floella. seorang yang pernah mengejarnya dulu dan ia tolak. sekalipun mereka sempat menjalin hubungan, itupun hanya saran dari sahabat Elkan untuk memberi kebahagiaan sementara kepada fansnya.


cukup lama Floella memeluk pinggang Elkan, perlahan tangan Elkan mengusap lembut puncak kepala Floella. untung saja saat itu orang tua Floella masih berada diluar untuk mengurus administrasi, sementara para sahabatnya sudah pergi lebih dulu.


"makasih ya El" Floella mendongak dan pandangan mereka bertemu. saat itulah Floella menyadari apa yang ia lakukan saat ini.


'astaga, ini kenapa gue meluk Elkan? dan kenapa Elkan juga ngusap kepala gue? '


tidak dapat dipungkiri, aroma parfum Elkan adalah salah satu yang membuatnya menggilao Elkan. apalagi pandangannya yang saat ini mandang Floella, tatapan itulah yang membuat Floella dulu mengejar Elkan seperti orang bodoh yang tidak mempunyai rasa malu meskipun ditolak hingga beberapa kali.


"woe lo ngalamun aja dari tadi waktu keluar dari ruangan Floella Van? " tanya Andrew.


"iya si, imut juga tu Floella. pengen gue kantongin" ucap Andrew.


"sa ae lu" ucap Angga semvati meraup wajah Andrew.


"ah iya, Raka tadi kenapa si pulang duluan? mana dia yang bawa Floella malah dia tinggalin gitu aja"


ucapan Angga berhasil membuat Garvan dan Andrew memikirkan hal yang sama. mereka juga merasa sahabatnya kali ini keterlaluan meninggalkan seorang gadis disebuah danau sendirian.


"oh ya Van, kok tadi lo udah deket aja sama bokapnya Floella? "


"iya Om Rama itu mitra kerja papa gue. udah alma banget, dari gue masih kecil"


"wihh ternyata udah ada yang mulai deketin calon mertua ni"

__ADS_1


"eh tapi tunggu, itu berarti Floella bukan cewe miskin seperti apa yang diomongin sama Agnes? " ujar Andrew.


"oh ya ngomongin Agnes, gue harus kasih dia pelajaran. gue mau putusin dia sekarang" ucap Garvan dan melakukan motornya cukup cepat.


sementara itu masih dengan posisi yang sama Elkan terus memperhatikan wajah Floella. perlahan ia mengusapnya dengan lembut. "sekarang lo tidur, istirahat. jangan sampe kesehatan lo terganggu" ucap Elkan


dan saat itu Floella melepas pelukannya dan mengangguki ucapan Elkan. selang beberapa saat Orang tua Floella masuk.


"nak Elkan, makasi ya kamu udah jagain anak tante"


"sama-sama tante, ya udah Elkan pamit ya" Elkan lalu keluar dari ruangan tersebut. saat itulah Floella menanyakan sesuatu kepada orang tuanya. mungkin tadi Floella terkesan acuh, namun dirinya sudah menganyongi beberapa pertanyaan untuk ayahnya.


"pa, papa udah kenal sama cowok songong itu? "


"siapa yang kamu maksud sayang? " ucap bu Sekar.


"pasti Garvan" sahut Pak Rama.


"ya itu papa udah tau. ang kalian kenal dimana si ssma cowok yang super nyebelin itu.


" dia itu anak mitra kerja papa sayang. kamu dulu waktu kecil pernah ketemu sama dia"


"waktu kecil? emang udah selama itu? " tanya Floella.


"iya sayang, dulu bahkan kita sempet mau jodohin kalian. tapi karna mamamu ini kami menguringkan niatan kami karena kalian masih kecil. dan pastinya kalian me. punya impian sendiri untuk pasangan kalian waktu kalian menikah nanti.


" wah amit-amit deh kalo Floella dulu dijodohin sama cowok nyebelin itu. mending Floella ngejar-ngejar Elkan walaupun Floella ditolak asalkan bukan sama cowok itu. "


"ati-ati lo sayang, terlalu benci itu gak baik, nanti jatuhnya bisa terlalu cinta" ucapan Bu Sekar membuat Floella bergidik ngeri.


"no no no udah stop jodoh-jodohan. sekarang Floella mau lebih fokus sama sekolah biar bisa ngebanggain kalian nanti"


"iya pastinya anak papa akan selalu jadi kebanggaan papa" ucap pak Rama sersya memeluk Floella.


"kebanggaan mama juga tau pa" kini Bu Sekar ikut memeluk seperti Telletubies.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2