Fool Love

Fool Love
Salah Sasaran


__ADS_3

Floella menarik sudut bibirnya, kemudian ia menatap nyalang Raka. Tanpa mengucapkan apapun Floella pergi meninggalkan area kolam dengan kaki yang sedikit terpincang. Semua mata tertuju dengan cara berjalan Floella saat ini.


Salah seorang yang sudah memakai pakaian renang berlari mendekat ke arah Floella, namun belum sempat ia memanggil Floella. Siswi-siswi yang sempat menghadangnya di koridor menghentikan agar ridak mengejar Floella.


"kalian semua gak perlu perduliin cewek itu, cewek itu kayaknya punya maksud tersendiri pindah ke sekolah kita."


"atau mungkin dia itu mau mata-matain kegiatan sekolah kita?"


Ketika para siswi itu tengah menerka-nerka. Kini seseorang yang dihadang tadi menghampiri Raka yang tengah melakukan pemanasan. Disaat itu juga Raka membayangkan ketika Floella berlari dan menyelamatkannya dari kecelakaan yang tidak diinginkan.


"Wih parah lo Rak, anak orang lo tuduh-tuduh kek gitu" ucap salah satu teman Raka sembari menepuk pundak Raka.


"Kalo Gue liyat tadi kakinya itu kebentur sama lantai deh waktu narik lo Rak" timpal teman yang satunya.


"Bukan urusan gue!" Raka memutar badannya dan masuk kedalam kolam setelah petugas Listrik membereskan kabel yang hampir saja membuatnya tersengat arus listrik.


Disepanjang perjalanannya menuju kantin, Floella terus mengumpat akan Raka yang menurutnya sangat sombong dan tidak tau terimakasih.


"Mending gue duduk disini aja dulu, kaki gue sakit banget!" Floella melihat kakinya yang berwarna kebiruan akibat benturan yang ia alami. Seketika rasa rindunya terhadap teman-temannya mulai menguasai didalam benaknya.


"Gue rindu kalian semua! Kalo aja mereka tau keadaan gue sekarang, pasti semuanya ribut. Apalagi Nando, Nando pasti udah bawa kotak p3k sekalipun gue cuman kena duri yang kecilnya kaya telinga kutu. apalagi Indah sama Zara, pasti udah nyerocos aja kalo liyat kaki gue biru-biru kaya gini!" Floella tersenyum getir sembari mengusap-usap kakinya yang masih terasa nyeri.


Sementara Floella yang masih memikirkan teman-temannya yang ada di SMA PERKASA, kini Nando pun seperti merasa tidak enak didalam hatinya.


"Gue kok kepikiran Floella terus si?"Celetukannya itu berhasil membuat Marel dan Elkan melihat kearahnya.


"Emm ngomong-ngomong kalian tau gak Floella pindah kemana? Soalnya gue tanya sama dia, dia malah gak mau bilang!" Sambung Nando dengan wajah kesal.


"Lo si jadi temen kaya upil, bawaannya pengen dibersihin aja" ucap Marel


"Weh taik lo Rel! Lo cocok kalo jadi kulkas, becandaan lo kena mental"


Elkan hanya menggeleng melihat kedua sahabatnya yang tengah berdebat kecil. Namun saat itu ia memikirkan ucapan Nando yang terus memikirkan Floella, karna saat itupun Elkan juga tengah memikirkannya.

__ADS_1


Elkan seketika mengingat Indah. Ya, indah adalah solusinya untuk tau dimana Floella bersekolah saat ini.


"Eh kamana tu anak, maen cabut aja" Marel hanya mengangkat bahunya ketika Nando memeprtanyakan Elkan.


Elkan mencari keberadaan Indah, namun ia tidak menemukannya didalam kelas, hingga akhirnya Elkan memutuskan untuk pergi ke kantin, tempat utama yang pasti didatangi oleh Indah. Disana Elkan melihat Indah dalam keadaan basah dengan mie yang ada dikepalanya.


"Astaga, kalian semua gila? Kenapa kalian melakukan ini sama Indah hmm?"


"Dia emang pantes kok!"


"Iya pantes banget, malahan ini belum seberapa sama penderitaan yang dialami Zara!"


"Iya, mana gegara dia Floella juga pindah. Dasar cewek pelakor" lagi-lagi siswi-siswi tersebut mengolok Indah dengan kata-kata kasar sembari menyiramkan es.


Namun Elkan merekam video dan hendak melaporkannya.


"Apaan si El, lo gak perlu belain sahabat dari orang yang udah mainin bang Edgar" Joana datang dan merebut ponsel yang ada ditangan Elkan. Sementara Giselle yang datang bersama Joana tidak tega melihat Indah.


"Giselle.. lo juga kenapa si pakek mau nolongin dia segala?"


"Joan, apa yang udah lo lakuin selama ini itu udah kelewatan. Dan gue udahh gak mau terlibat apapun!"


"Kalo lo tetep kekeh tolongin dia, gue gak mau ngomong lagi sama lo!"


Rupanya Indah tidak mengindahkan ancaman dari Joana, ia justru langsung membawa Indah ke arah kelasnya. Namun baru sampai didepan kelas, Marel dan Nando melihat keadaan Indah.


"Indah kamu kenapa? Siapa yang berani lakuin ini saman kamu?" Rahang Marel mengeras tangannya mengepal.


"Ini semua emang pantes buat aku kok Rel. Mereka emang bener, aku itu sahabat macam apa yang tega rebut kamu padahal Zara udah naksir kamu dari dulu"


Marel lalu menangkup wajah Indah, ia mengusap air maya yang mulai lolos dari pelupuk mata Indah. "Jangan kaya gini, disini aku yang salah. Aku yang udah tau Zara punya perasaan sama aku, tapi aku tetep ngajak kamu jadian!"


"Udah-udah jangan main salah-salahan. Biarin gue bantu Indah ganti baju, kasian kan dia udah kotor kaya gini!"

__ADS_1


Akhirnya Giselle membawa Indah untuk mengganti pakaiannya, sementara Marel dan Nando pergi ke arah kantin karena mendengar keributan.


Marel dan Nando melihat saat itu Elkan yang tengah memperingatkan semuanya untuk tidak menganggu atapaun ikut campur terhadap urusan orang lain.


"Apa kalian pikir, kalian itu orang baik? Apa ada orang baik yang menghakimi orang lain? yang bahkan jika kalian ada diposisinya saat ini mungkin kalian tidak akan sekuat Indah!"


Semua tutup mulut, tidak seorangpun yang berani menjawab ucapan Elkan. Sontak hal itu membuat Joana semakin kesal.


"El jangan gila dengan ngebela pelakor itu!"


"Jaga ucapan lo Joan!" Kini Marel angkat bicara.


"Marel, lo itu lagi salah jalan. Lo gak pantes buat cewe semunafik Indah"


"Munafik teriak munafik" kini Nando pun angkat bicara. "Yang munafik itu lo Joan bahkan lo itu bisa dikatakan ratu jahat. Lo sok-sokan bela Zara, padahal itu semua buat kepentingan lo sendirikan?"


Nando menatap Joana dengan menyipitkan matanya.


"Gak usah ngawur deh Ndo!"


"Gue itu tau apa yang udah lo rencanain. Lo itu jadi profoktor biar Floella gak jadi saingan lo buat deketin Elkan gegara Floella batal sama bang Edgar kan? Otomatis lo mikir kalo ada kesempatan buat Elkan kembali deket sama Floella. Dan satu lagi, gue tau kok lo itu juga udah berusaha nyelakain Floella!" Ucap Nando panjang lebar. Kemudian ia mendekat dan membisikkan sesuatu dan hal itu berhasil membuat wajah Joana pucat pasi.


Jona pergi begitu saja tanpa membalas ucapan Nando. Sementara itu para siswi yang terhasut mendadak heran dengan kepergian Joana.


"Kenapa si Joan malah pergi gitu aja? Padahal dia yang semangat bikin rencana ini loh"


"Iya, gue juga jadi gimana gitu. Takutnya kita salah sasaran!"


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2