
Elkan merasa tidak tenang di dalam kelasnya. ia merasa bersalah karena sudah membentak Floella. ia juga merasa khawatir dengan luka yang ada di tangan Floella. sampai akhir pelajaran, Elkan bergegas untuk pergi ke sekolah Floella.
"Mana lagi Floella, kok belum keluar? "
karena tidak sabar, akhrinya Elkan memutuskan untuk mencari Floella ke kelasnya.
namun belum sempat Elkan naik ke lantai dua, ia mendengar suara riuh di area gor akuatik. dengan segera Elkan berlari kesana dan melihat Garvan dan teman-temannya yang tengah mendukung Agnes untuk melawan Floella bertanding renang.
Semua pun tau jika Agnes adalah juara umum putri lomba renang, namun Floella tetap menerima tantangan hanya untuk membela salah satu adik kelasnya yang di tindas oleh teman-teman Agnes.
"kak Floella,. lebih baik kakak gak usah belain aku ya, kak Agnes jago banget berenangnya. aku gak papa kok kalo harus jadi pelayan mereka selama satu bulan" ucap gadis kecil yang berderai air mata karena takut.
Sebenarnya banyak yang kasihan dengan gadis tersebut, namun tidak ada yang berani melawan kecuali Floella.
"lo tenang aja, gue bakal berjuang buat ngasih pelajaran mereka"
'walaupun gue sendiri sebenernya juga gak yakin si' dengernya dalam hati.
Setelah bersiap kini semuanya berada di pinggiran kolam. peraturannya Floella dan Agnes berenang dari titik start dan kembali lagi. siapa yang lebih dulu, dialah pemenangnya.
"oke gue perjelas lagi, siapapun yang menang berhak minta apa aja sama yang kalah. dan gue yakin kalian gak akan menang lawan ratu renang di sekolahan kita" ucap salah satu teman Agnes.
"menurut lo siapa yang bakal menang Van? " tanya Andrew.
"ya walaupun dia mantan gue, tapi gue yakin Agnes yang menang." Garvan begitu yakin dengan jawabannya yang memang sudah mengenal Agnes sejak lama. dan tentunya Garvan sudah mengetahui potensi yang dimiliki Agnes. sementara Floella, ia melihat terakhir kali ketika Floella tenggelam dan ditolong oleh Raka kala itu.
"kalo gitu kita taruhan sekarang, gue jagoin Floella. kalo Agnes kalah selama satu minggu lo harus bawain gue apapun yang gue mau! " ucap Andrew.
"yang kemaren aja belum kelar kalian mau taruhan lagi? " sahut Angga.
"oke siapa takut, Tapi kalo Agnes yang menang lo harus putusin semua cewek-cewek lo! "
"oke deal" Garvan dan Andrew saling berjabat tangan.
sementara itu Elkan hanya mengamati di pinggir kolam bersama dengan Raka yang kini benar-benar di keluarkan dari geng Omorfos.
__ADS_1
Karena kedua rival sudah bersiap, Agnes dan Floella sudah berada di garis start. hitungan mundurpun di mulai.
3..2...1
pluit pun di tiup.
Floella tertinggal cukup jauh, hingga saat itu banyak sekali yang menyorakinya. bahkan ada yang menghinanya.
"ayo Floella semangat! lo pasti bisa" teriak Elkan dari pinggiran kolam.
"iya Floella, lo pasti bisa! " tambah Raka. dan hal itu menjadi salah satu kejutan bagi siswa-siswi Neosantara yang mendengar Raka mendukung seseorang hingga berteriak seperti itu.
Hingga ketika sampai ujung kolam, Floella menambah kecepatan ayunan tangannya dan berhasil mensejajarkan posisinya dengan Agnes. dan..
PRRIIIIITTTTT
"yee... kak Floella menang" teriak Kia, seorang adik kelas yang membuat Floella menerima tantangan dari Agnes.
Floella kemudian keluar dari dalam air dan di sambut oleh pelukan Kia yang kegirangan karena menang melawan Agnes. Dan saat itu pula Elkan dan Raka datang dengan membawakan handuk untuk Floella.
"oke Agnes, gue minta lo jangan pernah ngebully siapapun termasuk Kia. dan kalo sampek lo ingkar, itu berarti lo pecundang! " sarkas Floella.
Karena kesal dan malu, Agnes melenggang pergi dengan bersama semua teman-teman nya.
Sementara itu Garvan pun harus menerima konsekuensi atas taruhan yang ia buat dengan Andrew. ia harus menuruti semua permintaan Andrew selama satu minggu.
"oke, buat rayain kemenangan lo, gimana kalo kita Makan-makan di restoran gue" ucap Raka.
"setuju" pekik Kia yang tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena terlalu bersemangat.
Sesampainya di restoran Korean Food milik Keluarga Raka, Floella tidak hentinya bersin karena di dalam air terlalu lama. dan tanpa mereka ketahui, saat itu Garvan mengikuti mereka dengan menyamar agar tidak ketahuan.
Drrttt Drrrttt
ponsel Floella berdering, saat itulah nama Nando yang tertera di layar pobselnya sehingga membuat Elkan mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"ada apa Nando? "
"..... "
"iya gue baik, ini gue juga sama temen-temen, ada Elkan juga disini"
".... "
"oke thanks Ndo"
Floella dan Nando mengakhiri panggilannya, saat itulah jiwa kepo Elkan mulai muncul.
"ada apa Floella? apa Nando butuh sesuatu?"
"enggak kok El, Nando cuman nanyain keadaan gue karna dia liyat live salah satu siswi Neosantara yang videoin gue sama Agnes renang tadi"
"Ooo"
"kalian bisa pesen apa aja, gratis" timpal Raka.
"hacimm"
"hacimm"
beberapa kali Floella terus bersin hingga membuat Elkan menggosokkan telapak tangannya dan menangkup wajah Floella.
"gimana? udah gak dingin kan? " tanya Elkan dengan wajah polosnya.
dag dug dag dug
itulah yang saat ini di alami Floella jika saja semuanya bisa mendengarnya.
'Kenapa gue bete si lihat Floella di perhatiin sama Elkan? atau karna Elkan rival gue? iya gue yakin karna itu makanya gue kesel!' batin Garvan dari sudut ruangan.
.
__ADS_1
. bersambung