
Elkan melajukan motornya dalam kecepatan tinggi, ia terus teringat akan bayangan Floella bersama dengan Raka di GOR Akuatik. hingga akhirnya Elkan memilih untuk menemui dan menenangkan pikirannya yang kacau.
"lagian kenapa si gue kayak gini? gue itu bukan siapa-siapa nya Floella. dan gue, gue gak suka sama Floella. gue udah mutusin buat gak akan ada hubungan asmara karena bang Edgar juga masih suka sama Floella. gue nyamperin Floella karena gue cuman mau jagain dia aja! "
setelah bermonolog, Elkan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke suatu tempat.
Sementara itu saat ini Floella masih berada di rumah Indah. terlalu lama menangis membuat Floella tertidur. karena tidak ingin Floella terbangun, Indah memilih untuk langsung mengantar Zara untuk pulang.
perlahan kedua netra Floella yang sembab terbuka menyapu tiap sudut ruang kamar. Floella yang sudah terbangun mencari keberadaan Indah namun tidak ia temukan.
"ini sudah larut malam, lebih baik aku segera ke rumah sakit untuk menemani papa"
Floella bergegas keluar rumah, Floella menunggu taksi yang sudah ia pesan. dan selang beberapa saat, sang supir taksi pun tiba dan mengantar Floella sampai ketempat tujuan.
Ketika Floella sampai ia mendapati Nando yang menemani ayahnya. seulas senyum tercetak di wajah Nando yang melihat kedatangan Floella.
"Nando, lo kok disini?"
"iya tadi gue di ketemu El di Basecamp. dia cerita soal lo Floella"
"dan buat apa lo disini, lo juga mau kaya El?"
"enggak Floella, gue tau lo nggak kayak gitu. dan waktu gue liat Raka, kayaknya bukan lo yang di taksir sama Raka"
Nando merasa kasihan melihat Floella yang sangat sedih mendapat tuduhan seperti itu dari Elkan dan juga Garvan. Nando kemudian mendapat sebuah ide untuk menghibur Floella.
"ikut gue Floe"
"kemana si Nando? gue capek, lagi pula gue juga mau nemenin Papa gue! "
"bentar aja Floe"
Karena Nando terus membujuk, Floella akhirnya mengikuti Nando pergi ke rooftop rumah sakit.
"lo ngapain ngajakin gue kesini Ndo?"
"lo bisa mgeluapin semua kekesalan lo smaa Elkan dan Garvan di sini Floe"
Seketika Floella menatap Nando dengan dahi yang berkerut indah. seakan tidak percaya ia menyanyikan dengan ekspresi wajahnya.
"iya, lo triak aja sekencengnya biar lo lega. disini susah nyari perbukitan atau apapun tempat sepi. tapi kalo di atas sini lo bisa teriak sekencengnya tanpa ganggu orang lain kan?!"
Floella menarik nafasnya dalam, ia mengikuti arahan dari Nando dan menirukan Nando ketika Nando memberinya contoh untuk berteriak sekeras mungkin.
"Aaaaaaa... "
__ADS_1
Floella melakukan itu hingga dia kali.
"fuh.. bener apa kata lo Nando. gue bisa lebih lega sekarang"
Nando tersenyum melihat Floella meluapkan kekesalannya dengan berteriak. dan hal yang lebih membuat Nando bahagia ketika ia melihat Floella tersenyum terhadapnya.
'gue tau lo kecewa banget sama El Floe, dan itu artinya rasa lo dari dulu gak berubah. Karena nggak ada orang yang bisa lebih nyakitin lo dari rasa sakit yang lo Terima dari seseorang yang lo anggap penting'
'tapi gue lebih lega kalo lo masih suka sama Elkan Floe, yang gue takutin lo jatuh ke tangan Garvan sialan itu'
Entah kenapa Nando begitu tidak suka dengan seorang Garvan. ia menganggap jika Garvan mempunyai niatan yang tidak baik untuk Floella.
"ya udah ayok kita balik ke bawah Ndo, papa gue sendirian"
ketika menuruni tangga, tiba-tiba Floella memegangi kepalanya yang mendadak mendapat penglihatan tentang dimana rumahnya didatangi oleh banyak orang yang berpakaian hitam-hitam.
"ada apa Floe? lo baik-baik aja kan?"
Nando memegangi Floella yang terhuyung.
"Nando anterin gue pulang Ndo"
"emang kenapa si Floe? "
"udah lo anterin gue"
"iya halo"
"dengan keluarga bapak Rama dari kamar anggrek? "
"iya saya anaknya, ada apa ya mba? "
"pasien sudah sadar mba, beliau ingin bertemu dengan anda"
"apa? papa udah sadar? baik mba, saya akan segera ke ruangan papa saya"
Karena merasa sangat gembira dengan kabar yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Floella melupakan tentang penglihatannya dan menuju ke ruangan ayahnya dirawat. sesampainya didalam, Floella langsung memeluk ayahnya yang saat itu menatap kedatangannya dengan senyum tipis yang terluas.
"papa, Floella seneng banget papa bisa sadar sekarang. Floella khawatir banget sama papa, papa baik-baik aja kan?"
"iya papa baik sayang, tapi mana mamamu? kenapa mama kamu gak nungguin papa? "
tenggorokan Floella tercekat. seolah lidahnya menjadi kamu ketika sang ayah menanyakan keberadaan dari ibunya yang telah tiada.
"pa.. " Lesya menatap Rama dengan air mata yang sudah menggenang. saat itulah Rama mulai berpikir negatif. "mama udah ninggalin kita ma, mama udah meninggal"
__ADS_1
Tangis Floella pecah di dalam pelukan Rama. Rama yang juga sangat bersedih pun menangis sejadinya bersama dengan Floella.
ia yang begitu mencintai Sekar tidak menyangka jika Sekar akan meninggalkannya lebih awal.
"Sayang, maafkan papa. papa gak bisa ngelindungin mama kamu"
"ini bukan salah papa, ini semua gara-gara orang jahat yang datang ke rumah kita pa"
Setelah keduanya berhenti menangis, saat itulah Nando mendekat dan menenangkan keduanya. pandangan mata Rama menatap lekat Nando.
"bukannya kamu temannya Elkan kan? "
"iya om, aku temannya Elkan selain temannya Elkan, aku juga temannya Floella" ujarnya mengukir senyum tipis.
"tapi kenapa Elkan gak datang kesini sama kamu?"
"pa, papa harus istirahat dulu ya. papa gak boleh kecapean"
"iya sayang, malam ini papa akan beristirahat. tapi besok papa mau ku antar papa ke makam mama kami ya sayang"
"tapi pa, papa kan baru aja siuman. papa gak boleh kecapekan"
"iya om, sebaiknya om istirahat beberapa hari lagi setelah itu kita sama-sama ke makam tante Sekar om" tempat Nando
Karena memperhatikan kondisinya yang belum sepenuhnya pulih, Rama menuruti permintaan dari putrinya dan juga Nando.
Keesokan harinya Floella ingin pulang untuk berganti pakaian. namun ia terkejut ketika mendapati barang-barang miliknya dan juga keluarganya berada diluar rumah.
Floella berlari dan memunguti beberapa barangnya yang berserakan. ia menghampiri beberapa orang yang tidak asing baginya.
"orang-orang ini kayaknya gue pernah Liat" lirihnya. dan sekelebat bayanganpun tentang penglihatannya semalam kembali muncul.
"maaf Pak, kenapa kalian ada dirumahku? dan kenapa barang-barang ku berada diluar? "
Tiga orang yang berseragam dan berbadan kekar menoleh kearah Floella.
Salah satu dari ketiganya menghampiri Floella dan menjawab apa yang Floella tanyakan.
"Rumah ini bukan rumahmu lagi karena rumah ini sudah menjadi hak milik orang lain, yaitu bapak Bagaskara"
brugh
barang-barang yang ia pungut terjatuh karena mengetahui rumahnya menjadi milik orang lain. tubuhnya terasa lemas karena ia harus dihadapkan dengan masalah sebesar ini ketika ia baru saja berduka atas kematian ibunya.
"Dan kau harus angkat kaki dari sini!" ujar seseorang yang baru datang.
__ADS_1
.
. bersambung