
Elkan meraup wajahnya kasar, ia meninju dinding yang ada didekatnya. ia merasa saat ini menjadi laki-laki yang tidak berguna. "kenapa selalu ada cowok lain yang bisa ngibur lo Floe!"
Elkan terus merutukki dirinya sendiri. ia bahkan belum bisa merelakan Floella menjadi calon istri dari kakaknya sendiri, sudah ditambah ia melihat Nando yang selalu ada untuk Floella.
keesokan harinya Elkan memutuskan untuk menjenguk Zara di rumah sakit dengan Nando dan juga Marel. ketika Elkan dan sahabatnya tiba di lorong rumah sakit, mereka melihat Floella yang berdiri diluar ruang rawat Zara bersama dengan Indah.
"Floella, Indah. kenapa kalian berdua berada diluar? dan kalian, kalian nangis?" ucap Nando dan sesekali melihat ke arah dalam ruangan. disana oa melihat Zara yang ditemani oleh kedua orang tuanya.
"Nando.. " nanar kesedihan sudah mengatakan segalanya dari mata Floella. dan tentu saja Nando sudah mengerti apa yang ada dipikiran Floella saat ini. Floella lagi-lagi memeluk Nando dihadapan semua orang.
"tenang Floe, lagi pula ini bukan salah lo. ini adalah kecelakaan sehingga Zara buta." lirih nando sembari mengusap lembut punggung Floella.
"Indah.. ada apa sama Zara?" kali ini Marel yang bertanya kepada Indah karena ia belum megerti apa yang terjadi dengan Zara .
__ADS_1
"Zara buta Rel. dan dia gak mau ketemu sama gue dan Floella" Indah terisak didalam pelukan Marel. sementara itu Elkan mengingat respon Nando ketika Floella menyebut namanya dan menangis.
'gue baru inget kalo Floella itu punya sixth sense, dan Nando juga tau itu. apa jangan-jangan Floella kemarin nangis gara-gara dia lihat tentang Zara yang kehilangan penglihatannya.'
"gue mau bicara sama lo Floe"
Elkan meraih pergelangan Floella, ia membawa Floella ke lorong rumah sakit yang lumayan jauh dari ruang rawat Zara.
"ada apa El, kenapa lo bawa gue kesini?" Floella menatap nanar Elkan yang ada dihadapannya.
"ssttt.. jangan kenceng-kenceng El" Floella menutup mulut Elkan dengan telapak tangannya sembari mengamati sekitarnya. untung saja saat itu tida ada satu orangpun yang melintasi lorong.
"iti berarti apa yang gue bilang tadi benerkan Floe?" sekali lagi Elkan memastikan, dan hal itu diangguki oleh Floella.
__ADS_1
"dan semua ini gara-gara gue El, gue yang gak jujur dari awal kalo gue tau hubungan Marel sama Indah. akhirnya Zara kecewa dan nyebabin dia jatuh hingga buta" sorot kesedihan memenuhi manik mata Floella yang mulai menitikkan airmata kembali.
namun saat itu, Elkan mengusap lembut airmata dipipi Floella. perlahan Elkan menarik Floella kedalam pelukannya. Elkan menepuk lembut punggung Floella untuk menenangkan.
'andai aja gue bisa tenangin lo setiap lo kaya gini Floe, pasti gue seneng karna udah bikin lo tenang' tiba-tiba saat itu dada Elkan terasa nyeri ketika bayangan disaat Floella dan Edgar bertukar cincin muncul didalam benaknya.
menyadari saat ini Elkan adalah calon adik iparnya, Floella segera menarik dirinya hingga membuat Elkan terhenyak.
"maaf El, gue gak maksud buat meluk lo kaya tadi" Floella merasa tidak enak dengan Elkan, karena memang tadi Floella memeluk Elkan dengan erat dan sesekali mnyandarkan kepalanya didada bidang milik Elkan. meskipun begitu, Floella tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa tempat itulah yang ternyaman baginya.
"kalian berdua, kenapa kalian ada disini?" sontak Elkan dan Floella menoleh kearah sumber suara.
.
__ADS_1
.bersambung
.