
Acara ulang tahun sekolahpun sudah melewati puncak. Nando yang melihat Zara bersama dengan Edgar pun bernafas lega.
"Gue bisa nemuin Floella sekarang, karna Zara udah aman sama bang Edgar."
Dengan semangat Nando memasuki UKS. Saat itu ia melihat Ketiganya dengan kesibukan masing-masing. Melihat Floella yang memainkan ponselnya, Nando segera berlari ke arah Floella dan memeluknya dengan membisikan sesuatu.
"Makasih banget Floe. gara-gara lo tepat waktu ngasih tau gue, Zara gak jadi kena air jus dari ulah siswi-siswi sekolahan ini."
Nando lali duduk disebelah Floella, saat itu Floella kemudian duduk menghadap Nando.
"Gue yang seharusnya makasih Nando.. lo udah ngelindungin sahabat gue!" Senyum terukir diwajah Floella dengan mata pisangnya.
"Oh ya Floe, itu masih sering lo alamin?" Seketika Floella mengangguki ucapan Nando.
Nando yang duduk disebelah Fleolla mengedarkan pandangannya, dan kebetulan pandangan matanya bertemu dengan Elkan yang terus menatap kearahnya dengan tatapan tidak bersahabat. Bahkan beberapa kali Elkan menarik kaosnya untuk mencari udara segar dan beberapa kali meniupnya. Setelah melihat ke arah Elkan, Nando juga memperhatikan Raka. Berbeda dengan Elkan, Raka justru beberapa kali menelan salivanya dengan susah.
Sebagai seorang laki-laki, Nando tau gelagat seperti apa yang dilalukan oleh Elkan dan juga Raka. Namun ketila ia melihat ke arah Floella ia tidak menemukan sesuatu yang memancing hasrat laki-laki. Akhirnya Nando hanya menggeleng heran karena kedua laki-laki didalam sana bersikap aneh tanpa sebab.
"Yaudah sekarang ayok kita pulang, gue anterin." Nando turun dari ranjang dan menengadahkan telapak tangannya untuk mengajak Floella.
Dan ketika Floella menuruni ranjang UKS, saat itulah Nando tersadar bahwa Floella kelihatan sangat berbeda dari biasanya.
'Astaga Bidadari gue.. sejak kapan bidadari gue pahatannya sebagus ini?' Nando memijat pangkal hidungnya sembari melirik kearah Floella yang saat itu tiba-tiba berjalan ke arah Elkan.
"Eh Floe mau kemana?"
Seketika Floella melihat kearah Nando "ini mau balikin jas punya Elkan"
"Gak perlu, lo pakek aja!" Pungkas Elkan yang menuruni ranjangnya.
Ia meraih jasnya dan memakaikan kepada Floella.
"Lo pakek ini, ini udah malem. Kaos ini tipis"
Raka menatap malas dan berlalu pergi dari dalam UKS. Saat ini tersisa Elkan bersama dengan Nando dan juga Floella.
"Okey, gue pinjem jas lo ya El lusa gue balikin"
"Hemm"
__ADS_1
"Oh ya El lo sekalian balik sama kita, mobil lo udah dibawa sama bang Edgar nganterin Zara."
"Oh okey"
Floella berjalan lebih dulu dihadapan Nando dan juga Elkan. Saat itulah Nando merengkuh pundak Elkan. "Gue tau apa yang lo pikirin El" Nando menggerakkan alisnya keatas kebawah.
Elkan menautkan kedua alisnya dan menatap Nando penuh selidik. "Lo ngomong apaan si Nando?"
"El, gue ini cowo! Gue tau apa yang dipikirin sesama cowo. Lo ngasih jas buat Floella karna lo gak rela cowo lain ngeliyat Floella sexy kan?"
"Enggaklah, gue cuman kasian sama si Floella. Dia pasti kedinginan, apalagi lo beliin kaos aja tipis. Pelit banget lo Ndo!"
Karena berjalan sambil berbincang, Floella harus menunggu lama didekat pintu mobil Nando.
Sementara itu Edgar yang saat ini mengantarkan Zara, ia terus memperhatikan Zara yang terdiam disampingnya.
"Emm Zara.."
"Iya pak" Zara menoleh kearah Edgar dengan tatapan kosongnya.
"Bagaimana dengan keadaanmu saat ini?"
"Floella?"
"Ya Floella pak! Apa pak Edgar tau, dulu saat Floella mengejar Elkan? Dia begitu gigih dan tidak pernah menyerah meskipun Elkan menolak. Bahkan kami para sahabatnya sudah melarangnya untuk mengejar Elkan. Tapi karna dia keras kepala, dia tidak berhenti hingga perbuatan Elkan yang fatal membuat Floella berhenti mengejar meskipun dia masih sangat mencintai Elkan!"
"Kamu bilang Floella masih mencintai Elkan?"
"Eh maaf pak, aku tidak bermaksud!"
'Ih bodoh banget si gue, kenapa bisa keceplosan kaya gini?' Zara merutukki dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol perkataannya sendiri.
"Tidak pa-pa Zara, lagi pula aku dan Floella sudah tidak memiliki hubungan. Dan keputusanku untuk mengakhirinya berarti sudah tepat"
Zara hanya menyengir kuda mendengar jawaban dari gurunya.
Keesokan harinya, seperti biasa Floella berangkat dengan menaiki kendaraan umum. Floella memang berasal dari keluarga berada, namun kali ini semenjak dia pindah sekolah, Floella memilih untuk berangkat menggunakan jasa kendaraan umum dan tidak diantarkan oleh supirnya.
Baru saja Floella menuruni taksi, ia sudah disambut dengan Agnes dan beberapa anggota gengnya.
__ADS_1
"Eh cewe kere udah dateng"
Floella tidak menggubris sama sekali ucapan Agnes. Namun tidak berhenti disitu, Agnes sudah memerintahkan teman-temannya untuk menghadang Floella.
Kebetulan saat itu Raka dan beberapa temannya masih di area parkir dengan motor yang mereka naiki. Raka adalah anggota dari geng motor dimana geng motor itu di pimpin oleh Garvan, cowo yang menjadi incaran para siswi di SMA Neosantara.
"Kalian gak ada bosennya ya gangguin gue? Emang salah gue sama kalian itu apa?" Floella menghempaskan tangan-tangan yang menahannya.
"Lo si gak ada salah, cuman muka lo itu yang bikin gue sebel! Girls, haj*r dia"
Disaat semuanya ingin memuk*l Floella, dengan lihai Floella mengeluarkan jurus yang sudah ia pelajari disaat bersekolah di SMA Perkasa. Karna saat itu saking terobsesinya oleh Elkan, apapun kegiatan Elkan, Floella pun selalu mengikutinya hanya beralasan ingin selalu didekat Elkan.
Jurus yang dilakukan oleh Floella bukan untuk memukul, melainkan hanya menghindar sehingga beberapa teman Agnes justru berjatuhan karena ketidak seimbangan akibat pergerakan Floella disaat ia menghindar.
Hal itupun membuat Agnes kesal sehingga dirinya mencobanya sendiri, tangan Agnes yang ingin memuk*l Floella. Floella tangkis dan menghempaskannya.
Setelah itu Floella berjalan seperti tidak terjadi apa-apa. Tanpa Floella sadari ia sudah membuat ketua geng motor terkagum dengan keberaniannya.
"Tu cewe boleh juga!"
"Van gimana kalo cewe itu kita buat taruhan? Kalo lo berhasil dapetin dia, motor kesayang gue ini buat lo. Dan kalo lo gagal, cewe lo Agnes buat gue termasuk cewe baru itu juga buat gue!" Celotehan Andrew berhasil membuat Garvan berpikir.
"Okey, lagian gue juga udah bosen sama Agnes. Bawaannya cemburuan, manja lagi. Gue juga penasaran sama cewe garang kaya tu murid baru!"
"gue juga ikut, kalo lo berhasil naklukin cewe itu, gue traktir lo dikantin selama dua bulan" sahut Angga.
"kalo lo ikutan nggak Rak?"
Raka yang mendengar obrolan para sahabatnya hanya diam dan fokus memainkan game didalam ponselnya.
"lah lo patung idup pakek di ajak taruhan, mana mau dia" semuanya terkekeh mendengar ucapan Angga yang tidak didengar oleh Raka.
.
.
.bersambung
.
__ADS_1