
Garvan bangkit dan tersenyum menyeringai. Bukan tanpa alasan Garvan tersenyum seperti itu. dan alasannya seperti itu adalah karena ia melihat yang memukulnya bukan lain adalah Elkan.
"ternyata lo"
"beraninya lo bikin Floella kayak gitu? ".
bug
bug
Elkan menghujani Garvan dengan beberapa kali pukulan hingga membuat pangkal hidungnya berdarah.
"Elkan? ngapain lo disini? bukannya lo udah nggak perduli sama Floella." ucap Nando yang masih terlihat kesal dengan Elkan. .
"sekarang lo sadarkan El? kalo Floella itu berharga buat lo. jadi please jangan lukai Floella pakek kata-kata lo lagi El"
Nando meninggalkan Elkan yang tertegun dengan semua ucapan yang sudah Nando katakan. sementara Garvan saat itu terkapar, namun itu tidak lama, Garvan segera bangkit dan membalas Elkan dengan menghujani Elkan dengan pukulannya. hingga saat ini keduanya babak belur.
Dan ketika keduanya sama-sama terduduk di lantai dalam keadaan babak belur, Marvel dan juga yang lainnya datang.
"Elkan, Garvan, kalian kenapa malah berantem kayak gini hmm? " Marel tidak habis pikir dengan Elkan dan juga Garvan yang mementingkan ego mereka bulannya menunggui Floella yang jatuh pingsan.
"lagian kalian kenapa si ribut di rumah sakit? kalian benar-benar gila ya" Indah merasa kesal melihat keberadaan Elkan dan juga Garvan yang selalu membuat keributan.
Sementara itu Angga dan Andrew datang bersama dengan Agnes dan juga Joana.
Selang beberapa saat dokter datang untuk memeriksa Floella. saat itu dokter justru melihat luka Garvan dan Elkan.
"kalian lebih baik segera di obati, atau luka kalian bisa infeksi"
"dasar anak muda"Dokter itu menggeleng dan segera masuk untuk memeriksa keadaan Floella.
" Garvan, kita pulang sekarang ya" Agnes ingin menggandeng Garvan, namun Garvan menepisnya dan melenggang pergi meninggalkan rumah sakit.
Karena Garvan pergi, Andrew, Angga dan juga Agnes pun ikut pergi. sementara itu Raka justru tetap tinggal dan menemani Floella bersama teman-teman Floella yang lain. Sementara itu Elkan pun turut pergi tanpa melihat keadaan Floella terlebih dulu.
Floella kini telah sadarkan diri, namun ia belum di oerbolehkan untuk pulang. hingga Nando terus menemaninya.
"Nando, lebih baik lo balik gih. gue nggak pa-pa kok, lo nggak perlu nunggu gue!"
"nggak pa-pa Floe, gue nggak bisa ninggalin lo sendiri. gue udah anggep lo kaya adek gue sendiri Floella, mana bisa gue ninggalin lo"
Floella begitu terharu mendengar ucapan Nando. Nando memang sempat memiliki perasaan untuk Floella, namun lambat laun perasaan itu berubah menjadi perasaan yang sangat tulus seperti halnya perasaan kepada seorang adik.
"astaga, bagaimana sama papa Nando."
"kamu tenang aja Floella, om Rama baik-baik aja. gue udah nyuruh pembantu gue buat kesana dan bilang sama om Rama kalo lo nggak bisa pulang buat kegiatan di sekolah. dan untungnya om Rama percaya"
__ADS_1
Floella bangkit dan di bantu oleh Nando. tanpa Nando duga, saat itu Floella langsung memeluk Nando dengan erat.
"makasih ya Ndo, lo emang sahabat gue yang paling bisa ngertiin gue."
"sstt, kalo lo nganggep gue sahabat, harusnya lo jangan terimakasih sama gue Floe. gue tulus ngelakuin ini buat lo"
Setelah satu hati di rawat, Floella akhirnya di perbolehkan untuk pulang. di hari ia kembali ke rumahnya, Floella melihat Rama yang tengah duduk di teras rumahnya.
"papa.. " Floella memeluk Rama dengan sangat erat. hal itu membuat Rama sedikit heran dengan tingkah Floella.
"hei ada apa sayang, kenapa kamu nangis? " Rama mengusap airmata di wajah putrinya.
"ada apa Nando, apa yang terjadi dengan Floella? " tambahnya lagi.
"Floella nggak pa-pa kok pa, Floella cuman kangen aja sama papa" Rama mengusap puncak kepala Floella dengan lembut dan tersenyum melihat anaknya bertingkah seperti itu.
"tapi sayang, rambut kamu? "
"iya pa, Floella cuman mau rambut baru aja pa. bosen sama rambut yang kemaren, jadi Floella potong"
Untung saja sebelum ia kembali, Floella merapikannya di salon dekat rumahnya. hingga Rama tidak melihat rambut Floella dengan potongan Floella sendiri.
_
Hari ini Floella pergi ke sekolahannya seperti biasa dengan rambut barunya. ketika sampai di koridor, Floella melihat Garvan dan teman-temannya berjalan menuju kantin yang artinya berlawanan arah dengannya.
Saat itu Floella tidak sedikitpun melihat ke arah GarvanGarvan, dan hal itu membuat Garvan berhenti dan menoleh ke arah Floella yang saat itu di susul oleh Raka yang baru datang.
Namun saat itu mendadak Floella berputar arah dan berlari ke arah Garvan yang berdiri sendiri karena Angga dan Andrew lebih dulu ke kantin.
"awas Garvan" Floella menarik Garvan.
dor
Bunyi temnakan terdengar bersamaan dengan Garvan dan Floella yang terjatuh ke lantai.
"auh" Floella memegangi tangannya yang terserempet oleh peluru yang mengarah ke arah Garvan.
Sontak hal itu membuat keadaan sekolahan menjadi riuh. dan Raka pun berlari untuk mengejar pelaku penembakan.
"Floella" Garvan panik dan mengangkat tubuh Floella untuk ia bawa ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit dokter langsung menanganinya. awalnya pihak rumah sakit ragi karena ini kasus penembakan, tetapi Garvan segera membujuknya dan membuat rumah sakit segera melakukan tindakan aq n untuk Lesya.
"Syukurlah, peluru hanya menyerempet. tapi pasien tidak boleh terlalu menggerakkan tangan kanannya agar cepat sembuh"
"baik dok terimakasih"
__ADS_1
Garvan hendak membantu Floella untuk berjalan, namun Floella menolaknya. Floella masih sangat marah dengan Garvan karena mengatakan bHwa ia seorang perempuN mur*han.
"biar gue bantu, lo nggak perlu gengsi"
"gue bisa sendiri" tkas Floella dan berjalan keluar rumah sakit. saat itu Garvan ingin mengantarnya pulang namun Floella minta di antar kesekolah.
"gue harus balik ke sekolah, tas gue masih disana kan? "
"nggak perlu, Andrew sama Angga nanti yang bawa pulang ke rumah lo habis sekolah"
Ketika sampai di depan sebuah ruko yang menjual pakaian, Floella meminta Garvan untuk menghentikan mobilnya.
"berhenti, gue mau cari sesuatu"
Garvan tidak ambil pusing, dan segera menghentikan mobilnya.
selang beberapa saat Floella keluar dengan memakai kaos putih oversize dengan celana pendek sebatas lutut.
"ngapain si lo beli baju murah kayak gini?"
"lo lupa sama keadaan keluarga gue? " seketika Garvan teringat ketika dirinya mengusir Floella dari rumah Floella sendiri. dan hal itu membuat Garvan diam.
'tapi Floella makek kayak gini malah keliatan cantik banget.. sshh apaan si lo Van, jangan tertarik sama dia, dia itu cewek nggak baik'
Itulah Garvan, ketika ia mulai tertarik dengan Floella, ia kembali mengingatkan kepada dirinya sendiri tentang apa yang ia lihat di video dari orang yang tidak di kenal dan kirimkan kepadanya.
"stop kita udah sampai. dan satu lagi, lo nggak perlu turun. gue nggak mau papa gue liat lo, nanti papa bisa drop"
Floella segera menemui Rama dan mencium tangannya.
"sayang, dimana seragam kamu?"
"ada pa di tas, tadi di sekolah ada kegiatan ekstra jadi dari pada kotor, Floella lepas aja pa"
"tapi kan seragam kamu banyak sayang, kalo kotor kamu bisa ganti kan? "
"nggap pa-pa pa, takutnya nanti nodanya nggak ilang"
"ya udah kamu ke dalam, tadi tetangga kita ngasih kita kue. katanya buat sambutan kita jadi tetangga barunya"
Floella mengangguki ucapan Rama dan segera masuk kerumahnya. sementara itu Garvan masih berada di dekat rumah Floella dan mendengarr semua perbincangan anatar Floella dengan Rama.
"jadi Floella nggak ngasih tau kalo tangannya terluka! "
Garvan akhirnya melakukan mobilnya, namun saat itu ia melihat Elkan berada di belakangnya, dengan Elkan yang terus menatao ke arah rumah Floella.
"kenapa dia kesini?" tanya Garvan kepada dirinya sendiri
__ADS_1
.
. bersambung