Fool Love

Fool Love
Balas Budi


__ADS_3

Sudah dua bulan semenjak kecelakan yang di alami oleh Rama, dan hari ini tepat dimana putrinya akan bertunangan. Rama perlahan memasuki rumahnya setelah pulang dari rumah sakit dengan di dampingi oleh Sekar yang terus setia menemaninya.


"apa keputusanku ini benar ma?" ucap Rama sembari memandangi dekotasi rumahnya yang terlihat sangat indah.


"bukankah papa mengambil keputusan ini dengan pertimbangan yang cukup lama?" Sekar menatap suaminya memastikan, dan ucapannya pun diangguki oleh Rama. "mama yakin keputusan papa ini sudah benar."


'mama tidak tau apa yang membuat papa menyetujuinyakan? ah tapi sudahlah, semoga saja putriku bahagia dengan ini semua.'


Di sisi lain Elkan terus mengikuti Edgar yang tengah mempersiapkan dirinya untuk bertunangan. "ayolah bang, aku juga ingin tau seperti apa calon kakak iparku itu?" rengek Elkan yang terkesan manja dan jauh dari kata cool.


Edgar tersenyum di depan cermin yang saat itu pandangannya bertemu dengan Elkan. "nanti kamu juga akan tau siapa calonku Elkan, jadi bersabarlah sebentar lagi"


"oh ya, papa dan mama apa mereka sudah siap?"


"sebentar bang, biar aku cek mereka!"


Elkan lalu keluar dari kamar Edgar dan mencari keberadaan kedua orang tuanya. dan akhirnya Elkan menemukan mereka di ruang tengah dengan beberapa persiapan yang memang harus mereka bawa.


"mama.. "Elkan memeluk ibunya dari belakang.


"Elkaaaan.. mama masih menyiapkan ini semua sayang, kenapa kamu memeluk mama seperti ini hmm?"


"ma, apa mama tau siapa gadis yang akan bertunangan sama bang Edgar ?" katena mencari tahu dari Edgar ia tidak berhasil, kini Elkan bermanuver untuk mencari tahu dari ibunya.


alih-alih ingin mendapatkan jawaban, justru, "mama dulu tidak menyukainya! tapi setelah mengenal orang tuanya, mama yakin dia anak baik"


"iya tapi siapa ma?"


"dia itu-"


"ma.. dimana kaus kaki papa?"


"iya bentar mama carikan pa!"


"sshhh" Elkan mendengus kesal karna sedikit lagi dia mengetahui calon dari kakaknya justru tertunda.


-


"eh tungguin gue kali!" indah sedikit berlari untuk mengejar Zara dan juga Nando yang lebih dulu masuk ke rumah Floella.


"ih ini gara-gara sepatu ribet ini , jadi ditinggalkan" Indah merutukki sepatu heel yang ia kenakan sembari membenarkannya sehingga sedikit membungkuk.


"udah santai aja Indah, gue tungguin" ucap seseorang yang setia menunggu Indah.

__ADS_1


Indah mendongak mencari sumber suara yang tadi sempat sedikit mengejutkannya. dan suara itu berasal dari Marel yang tengah menatap Indah dengan mengukir senyum tipis di wajahnya.


"Marel, untung aja lo masih nungguin gue!" Indah lalu berdiri dan hendak melangkah, namun saat itu Indah di hentikan oleh Marel.


"gue mau lo jadi cewe gue!"


mendengar ucapan dari Marel, Indah membulatkan kedua matanya. ia begitu syok dengan apa yang ia dengar.


"hahaha.. gak usah nge prank gue Rel, gue tau lo mau gue nerima lo terus lo bilang prank gitu kan ngaku deh"


'huh gue gak mau ke Ge-eran lah. padahal tadi jantung gue hampir lompat'


"gue gak ngeprank, gue serius! jadi lo jawab lo mau gak jadi pacar gue?" kini marel menatap lekat manik mata Indah dengan intens.


"gue tau selama ini orang yang lo taksir itu Nando! tapi gue tetep ungkapin perasaan gue sama lo, karna gue gak mau nyesel nantinya Indah. masalah lo terima apa enggak, yang penting lo tau gue sayang sama lo!" tambah Marel. "yaudah lebih baik kita kedalam, lo gak perlu balas perasaan gue!" Marel berjalan di depan Indah, namun Indah mencekal pergelangan tangan Marel.


"gue mau jadi pacar lo!" ucap singkat Indah, lalu Indah mendahului Marel yang masih mematung.


"Indah tunggu.." Marel mengejar Indah dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Ketika Indah dan Marel masuk kedalam, mereka sudah di tunggu oleh Nando dan juga Zara. mereka berdua sudah menatap Marel dan Indah sembari melambaikan tangan mereka mengisyaratkan untuk mendekat.


"kalian lama banget si.." ucap Zara.


"oh ya ngomong-ngomong Elkan gak dateng ni ke pertunangan Floella.?" tanya Zara


"gak deh kayaknya, denger-denger Elkan mau menghadiri pertunangan bang edgar!" balas Nando sembari memandang sekeliking ruangan.


"tapi kebetulan banget ya bang Edgar acaranya barengan sama Foella." kini Marel pun ikut bicara.


"iya juga ya" sahut Zara "gue penasaran banget deh siapa calon Floella! jujur meskioun kami udah baikan, tapi Floella lebih menutup diri, gak seperti biasanya." sambungnya lagi menatap Indah yang setuju dengan ucapannya.


"mungkin aja, Floella mau kasih kejutan ke kita..kita!" Marel tersenyum menatap Indah yang saat itu baru berstatus sebagai pacarnya.


'itu bener gak sih Marel senyum sama gue' batin Zara di sebelah Indah.


"ngomong-ngomong sebenarnya gue patah hati tau guys!" ucap Nando yang mendadak muram.


"emang bener lo suka sama Floella Ndo?" tanya indah.


"ya benerlah, padahal waktu itu gue sempet nembak dia tapi Floella bilang, dia gak mau jadiin gue pelarian karna dia patah hati dari Elkan!"


Selang beberapa saat Floella turun dengan gaun yang membuatnya terlihat sangat anggun dan menawan.

__ADS_1


"Floella... lo cantik banget" Zara dan Indah memeluk Floella bersamaan dan hal itu di balas dengan senyum simpul oleh Floella.


"tapi Floe, apa kaki lo bener-bener udah baikan buat pakek sepatu heel seperti itu?" Nando terlihat khawatir sembari memandangi Floella.


"gak usah lebay Nando, gue udah baikan" ucap Floella meyakinkan.


tap tap tap


suara langkah kaki terdengar datang memenuhi ruangan. saat itu semua mata tertuju dengan beberapa orang yang baru masuk.


"bukannya ini rumah Floella? kenaoa kita kesini bang? abang mau hadir di acaranya sebelum acara abang?" Elkan menatap Edgar seraya menoleh ke arah Floella yang saat itu menatapnya.


'Floella? apa dia dandan secantik ini untuk tunangannya?'itulah yang ada di benak Elkan.


"kamu ini gimana sayang kok tanya seperti itu sama Edgar?" ucap bu Marisa


"ini memang rumah tunangan abang kamu, Floella itu calon tunangan Edgar sayang!" tambahnya lagi.


"apa? jadi bang Edgar mau tunangan sama Floella!" Elkan menatap Floella yang saat itu menatapnya dengan wajah datarnya.


saat itu juga Zara dan Indah menarik Floella kesudut ruangan. "lo beneran mau tunangan sama pak Edgar Floe?" kali ini Indah membulatkan matanya menatap Floella.


"iya Floe, lo bener-bener mau lupain Elkan? gue liyat Elkan itu sebenernya suka sama lo, cuman dia itu gengsi mau ngungkapin perasaannya sama lo!" Zara menimpali ucapan Indah


"udahlah, gue yakin pilihan papa itu yang terbaik buat gue! kalian tau kan seberapa keras gue ngejar Elkan?" Zara dan Indah mengangguki ucapan Floella. "tapi Elkan gak sedikitpun ngelirik gue. dia justru sering maki-maki gue kan? beda sama pak Edgar, dia udah sering nolong gue. dia juga yang nolong papa gue!"


"jadi lo tunangan karna itu, karna balas budi?" ucap Indah.


"udah jangan bahas ini lagi okey, ini keputusan yang gak mudah buat gue!" Floella berjalan ke arah orangtua Edgar dan menyalaminya kemudian ia izin pergi ke belakang. dan saat itu Elkan mengikuti Floella.


"Floella.." panggil Elkan dan menghentikan langkah kaki Floella.


"Elkan, ada apa? apa lo butuh bantuan gue?"


"apa lo serius mau tunangan sama bang Edgar?" Elkan kini semakin mendekat ke arah Floella.


"seperti yang lo lihat El, gua bahkan udah nyiapin semua ini. apa ini gak cukup buat jawab pertanyaan lo!"Elkan lalu pergi dengan memukul pintu rumah Floella sehingga membuat Floella bingung.


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2