
"ini gak seperti yang lo pikir ndah, gue cuman nurutin apa yang di saranin temen-temen gue buat nyenengin floella dengan jadian sama dia selama satu bulan. tapi gue gak niat buat nyakitin dia."
"tu kan flo, bener yang gue bilang. elkan itu ga tulus sama lo flo" karena ucapan indah, seketika elkan berpaling dan melihat seseorang yang ada di belakangnya.
"ini bisa gue jelasin flo" tutur elkan.
"terus maksud lo tadi nutupin hal ini apa ndo, atau jangan-jangan lo juga terlibat"
mendapati indah yang menatapnya tajam membuat nando menyengir kuda.
"el, ngapain si lo harus bilang itu. jadi ribetkan!" nando berbisik kepada elkan
"jadi lo tadi gak bilang soal itu? terus
kenapa si indah kayak syok?"
"ya gue cuman bilang kalo dia nanya gue terus, lo gue cium. ya itu yang bikin indah syok el"
indah terus memperhatikan elkan dan nando yang terus berbisik satu sama lain.
"kalian kenapa si malah asik ngobrol sendiri. kalian gak hargain kita banget sih" ucap indah dan seketika mengejutkan elkan dan nando.
"bukan gitu ndah.." elkan lalu menghampiri floella yang masih terdiam tanpa memberikan reaksi apapun, hal itupun sontak membuat teman-temannya sedikit bingung.
"udah el, lo gak usah jelasin apapun!"
"maksud lo apa flo?"
"indah udah pernah ingetin gue soal itu, tapi gue juga pernah bilang sama indah dan zara. kalaupun lo cuman mau mainin gue, gue bakal berusaha biar lo beneran tulus sama gue! dan buktinya sampai saat ini lo belum mutusin gue, jadi lo masih pacar gue kan?!" tutur floella dengan senyum tipisnya. sedangkan elkan terdiam mendengar ucapan floella yang ia duga akan marah dengannya.
"jangan gila flo, jangan bodoh karna cinta lo ke elkan flo" ucap indah sembari memegang tangan floella.
"kali ini gue setuju sama perkataan indah flo. jangan karna selama ini lo cinta sama elkan, terus elkan mainin lo kaya gini lo malah diem aja. bahkan lo masih mau bertahan sama hubungan kalian, ini hubungan yang abnormal flo."
"tenang girls, kalian jangan khawatirin gue okey. kalopun nanti akhirnya ga sesuai ekspektasi gue, gue akan baik-baik aja kok"
__ADS_1
"jadi lo masih mau lanjut sama elkan flo" sahut nando yang mendekat.
"udahlah biarain dengan keputusan mereka. dan karna kita udah jenguk floella, mending kita balik sekarang. udah malem gak enak di lihat tetangga" kini matelpun angkat bicara, dan akhirnya elkan marel dan juga nando pergi meninggalkan rumah floella.
di sepanjang perjalanan pulangnya, elkan masih mengingat jelas apa yang di ucapkan oleh floella.
"sedalam itu floella cinta sama gue! sampek-sampek lo gak marah walaupun gue udah nyakitin lo flo, bahkan lo masih mau melanjutkan hubungan yang sakit ini?"
****...
tiba-iba elkan harus menghentikan mobilnya mendadak karena di depannya audah ada mobi nando yang menghadangnya dengan marel.
"weh gila lo ndo, tau-tau lo berhenti di depan mobil gue! lo kalo mau bunuh diri jangan gue yang di jadiin tersangka dong" ucap elkan.
mendengar ucapan elkan, nando tertawa lepas " sorry..sorry.. el, gue cuman mau tanya sama lo. lo masih mau lanjut sama floella setelah lo udah ketauan?"
"gak penting banget si pertanyaan lo, ya udah gue cabut males gue jawab pertanyaan lo yang gak penting!"
saat elkan ingin masuk ke mobilnya, nando dan marel menghentikannya.
"jawab lah el, penasaran gua. yakan rel" nando mengangkat kedua alisnya sembari menyunggingkan senyumnya ke arah marel.
"ya.. gue belum cinta si sama floella, tapi gue juga gak benci sama dia. jadi gak ada alasan gue buat mutusin dia. ya itung-itung nyenengin dia sebelum gue ketemu sama jodoh gue" timpal elkan.
"wah.. ini si parah, ini sama aja lo gantungin floella. ternyata diem-diem lo malah ngelebihin gue ya el.. salut gue" nando dan elkan pun tertawa renyah, sedangkan marel masih seperti biasa dengan wajah datar nan dingin.
▪▪▪▪▪
"flo, lo yakin mau ngejalanin hubungan sepihak lo? gue gak mau lo nyesel flo!" ucap indah.
"iya flo, lebih baik lo pikirin lagi deh. masih banyak cowo ganteng di luaran sana flo" timpal zara.
"udah.. udah sana pada tidur lu, masalah hubungan gue sama elkan biar mengalir apa adanya okey"
"ya udah deh terserah lo flo, karna kita ngantuk kita mau tidur" sahut zara.
__ADS_1
ketika zara dan indah sudah tidur, floella masih terjaga dan mengingat perkataan dari elkan sembari menatap keluar dari atas balkon kamarnya. tanpa terasa sebuah cairan mengalir hangat di wajahnya.
"gue tau ini sakit, tapi ini salah satu perjuangan gue buat cinta gue!" floella lalu menyeka airmata yang ada di pelupuk matanya dan menyemangati dirinya "okey flo , lo harus bisa buat elkan cinta sama lo" floella berbicara dengan dirinya sendiri sembari tersenyum getir.
ting...
notifikasi dari elkan masuk ke ponsel milik floella, dengan segera floella membalas pesan dari elkan.
▪tidur flo, gue tau lo belum tidur. kalo lo mau gue bisa akhiri ini sekarang. [elkan]
▪lo mau putusin gue el? [floe]
▪bukan gitu flo, gue cuma nawarin aja kalo lo gak sanggup gitu jalanin hubungan kita. ya sorry ya floe, sampe saat ini gue belum bisa jatuh cinta sama lo. [elkan]
▪tapi gue masih mau berjuang. kasih gue waktu satu bulan, kalo lo tetep gak cinta sama gue. gue sendiri yang minta buat akhirin hubungan kita. [floella]
▪oke deal. [elkan]
setelah obrolan via chat mereka berakhir kini floella memutuskan untuk tidur bersama kedua sahabatnya itu.
di sisi lain elkan masih terus membaca pesan dari floella, entah kenapa ia terus mengukir senyum di wajahnya. dan tanpa bosan terus membaca pesan dari floella.
"kok ada ya cewe kaya floella, padahal dia tau kalo dia di mainin. tapi kenapa malah dia yang mbujuk gue? seharusnya gue yang bujuk dia!" elkan kembali menyunggingkan senyum di bibirnya.
"floella si baik, pinter, lumayan cantik, lucu juga. tapi kenapa ya susah banget cinta sama dia. ah bodo mau tidur gue" namun saat ia memejamkan mata tiba-tiba elkan terduduk "ini kenapa tiba-tiba gaya ngomong gue mirip sama si nando"elkan pun mengusap wajahnya kasar dan kini kembali merebahkan tubuhnya untuk bersiap tidur.
di tempat lain juga terdapat marel yang belum bisa terlelap akibat perkataan floella yang sedikit mengguncang dinding hatinya.
"apa begitu besar perasaan floella sama elkan?" marel membuka ponselnya dan sesekali melihat foto seorang gadis polos di salah satu media sosialnya, yaitu floella yang terlihat sangat ceria.
"gadis naif dan menyedihkan.." marel mengukir senyum di bibirnya. tanpa ia sadari meskipun ia telah mengatai floella naif dan menyedihkan, ia tak ingin mengganti foto yang saat ini sedang ia perhatikan hingga terlelap.
.
__ADS_1
.bersambung
.