
Edgar membaringkan tubuhnya di sebuah sofa diruang keluarga. saat itu ia tengah memikirkan apa yang akan ia lalukan untuk hubungannya dengan Floella kedepannya.
"bang.." ucap Elkan yang baru bergabung dan membuat Edgar sedikit terkejut.
"eh kamu El, ada apa?"
"bener abang mau nikah sama Floella?"
"enggak!"
"jangan bohong bang, abang udah bikin dia hamil kan? sampek-sampek tanpa sepengetahuan mama, papa abang langsung mau nikah gitu aja tanpa ngasih tau aku juga!"
ucapan Elkan membuat Edgar segera bangkit dari posisinya yang kini duduk dengan menatap Elkan bingung.
"jangan ngaco kamu Elkan! apa yang bikin kamu nuduh abang hamilin Floella!"
"ini buktinya!" Elkan kini memperlihatkan foto Edgar dan Floella yang berada di depan ruangan dokter kandungan.
"astaga Elkan! jadi ini yang bikin kamu nuduh abang yang enggak-enggak!" Edgar menggelengkan kepalanya sembari menarik sudut bibirnya.
"itu kita cuma nganterin ibu-ibu yang sakit perut karena mengalami pendarahan waktu kita pulang dari kafe, udah itu aja!"
"alah jujur aja bang gak usah ngeles kaya bajai" elkan kembali menimpali ucapan Edgar yang menirutnya hanya beralasn.
"sorry ya El abang harus ke kamar, ada kerjaan yang belum selesai" Edgar pun pergi meninggalkan Elkan. dan hal itu menambah kecurigaan di benak Elkan.
Di tempat lain Nando,Marel,Zara dan Indah bertemu. mereka kembali membahas persoalaan tentang Floella dan Edgar yang akan segera menikah.
"apa yang kalian dapetin setelah ngikutin Floella sama bang Edgar" tanya Marel
"tadi si gue sekilas denger soal masalah solusi! tapi gara-gara bawa cewek cempreng, gue gak bisa denger yang lainnya. berisik banget soalnya!"balas Nando yang masih menyalahkan Zara.
"eh enak aja, yang ada lo yang bikin semuanya berantakan. kita hampir ketauan kan!" Zara merasa tidak terima dengan ucapan Nando yang menyalahkannya.
"kalian bisa gak si gak usah saling nyalahin? ini itu tentang sahabat-sahabat kita, kalian malah asik berantem sendiri" Indah pun mulai angkat bicara.
"gak bisa!" ucap Nando dan Zara bersamaan.
"kompak banget kalian" ucapan Indah kali ini membuat Zara dan Nando bergidik sembari memutar bola matanya malas.
"terus apa yang kalian dapet setelah dateng ke rumah Floella?" kini berganti Nando yang bertanya kepada Marel dan juga Indah.
"zonk"
"gimana bisa zonk?" ujar Nando
"bonyok nya gak di rumah tadi, makanya kita zonk, gak dapet informasi apapun! giliran di jalan, eh malah ban motor Marel kempes lagi. abis itu gue di suruh dorong, kan apes banget"ucap Indah yang menggerutu akibat ban motor yang kempis.
'untung ganteng, kalo enggak udah gue tinggal tu si Marel. biar dorong motor sendiri' batin Indah.
"beneran Rel?" pertanyaan Zara hanya diagguki oleh Marel yang begitu dingin.
▪▪▪▪
"sayang, besok kamu sama nak Edgar dateng ya ke butik kenalan mama buat fiting baju pernikahan kalian."
"uhuk..uhuk.." Floea yang saat itu tengah menikmati camilannya seketika tersedak saat ibunya mengatakam perihal pernikahan. wajahnya mendadak pucat mendengar fiting baju.
__ADS_1
"kenapa harus buru-buru si ma?" protes Floella.
"harus sayang, mama gak mau kalau sampai timbul fitnah!"
"fitnah gimana maksud mama?" Floella bertanya dengan polosnya.
"ya coba kamu ingat, waktu itu saat nak Edgar disini waktu mama papa kedalam, mama keluar kalian udah kaya gitu!"
"mama, itu karena Floella kepeleset ma!"
"udah pokoknya kamu sama nak Edgar besok harus kesana"
karena merasa kesal, Floella memilih untuk pergi ke kamarnya. ia langsung menjatuhkan badannya di atas kasur empuknya. dengan posisinya tengkurap, ia menarik sebuah guling menjadi alas dagunya.
"gue gak mau nikah sama kak Edgar!"Floella mengusap air matanya kasar.
Netra Floella mengedar si seluruh ruangannya. ia melihat semua gambar seseorang yang ia pasang rapi di dindingnya.
"gue tau, selama ini Elkan gak perduli yentang apapun soal gue! tapi hati gue tetep gak bisa berpaling ke cowo lain, termasuk kak Edgar."
Floella mengambil sebuah foto yang ada di atas nakasnya. ia membawa foto tersebut lalu memeluknya. tanpa ia sadari kini Floella sudah memejamkan kedua matanya yang terlihat sembab.
▪▪▪▪
siang itu, Floella dan Edgar sudah berada di sebuah butik kenalan ibu Floella. disana Floella mencoba beberapa gaun penganti.
tap tap tap
Floella melangkah keluar dari ruang ganti. saat itu Edgar masih sibuk dengan gawainya, sehingga tidak meyadari Floella yang ada di hadapannya.
"ada apa Floe? " ucap Edgar sembari menoleh ke arah Floella yang ada di sisi kanannya.
'cantik' itulah yang adacdi benak Edgar sesaat setelah ia melihat Floella dengan gaun pengantin yang simple namun elegan.
"kak, ayo dong bilang ke mama papa kalo kita gak mau nikah"
"kita udah pernah coba Floella, tapi apa hasilnya, nihil kan?"
"bener kan dugaan gue, kalian emang mau nikah!" ucap seseorang di ambang pintu.
"Elkan?"ucap Edgar dan Fleolla bersamaan.
"bang Edgar, abang suka sama Floella?"
"panjang ceritanya El, awalnya kita gak mau nikah. tapi karna salah paham tante sekar nyuruh kita nikah"
Elkan berjalan dan menarik Floella. setelah ia membuat Fleolla berdiri, elkan menaikan sebelah alisnya dengan senyum miringnya. "ini semua rencana lo kan floe? lo sengaja jebak abang gue biar nikahin lo!" ucap Elkan dengan sarkas.
"Elkan ini semua gak seperti yang lo bayangin!" Floella ingin mejelaskan namun Elkan sudah menarik Floella kedepan sebuah cermin yang besar, sehingga kini pantulan daei Floella dan Elkan terlihat jelas.
"lihat lo sekarang, lo bahkan udah siapin gaun pengantin. gue tau keputusan gue mutusin lo itu emang bener, walaupun gue sempet mau pertahanin lo buat jadi cewe gue!"
"jadi lo pernah berpikir seperti itu El? itu berarti lo punya perasaan sama gue kan El?" Floella menatap elkan nanar
"lupain soal perasaan, gue yakin lo jebak abang gue buat hamilin lo biar setelah lo di nikahin abang gue, lo bisa deket sama gue karna lo bakal serumah sama gue kan Floe?"
"Elkan, jaga bicara kamu!" bentak Edgar yang kini mulai angkat bicara.
__ADS_1
"abang diem, aku ngomong kaya gini karna memang ini rencananya bang. dia itu deketin abang cuma mau deketin aku!"
"lo salah El, gue tulus cinta sama lo bahkan setelah lo mempermainkan gue. tapi, kenapa lo bisa nuduh gue hamil? begitu rendah gue di mata lo sekarang?"
"ya, lo emang cewe rendah!"
bagai sebuah tamparan ketika hal itu terdengar dari mulut seseorang yang sangat ia cintai. kini bulir air mata mulai jatuh dari pelupuk mata Floella.
"hei ada apa ini, kenapa ribut disini?" ucap pemilik butik.
tanpa membalas ucapan dari sang pemilik butik, Floella berlari keluar butik dengan pakaian pengantin.
saat itu Edgar hendak mengejar Floella, namun Elkan menahannya.
-
"tega banget si lo El, lo nuduh gue jebak kakak lo supaya gue deket sama lo?!" Floella tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan oleh Elkan terhadap dirinya.
"aakk.. sakit banget kaki gue!" Floella melihat arah kakinya, dan ia tersenyum getir setelah mengetahui bahwa yang ia kenakan sepatu heel.
Floella lalu melepas alas kakinya dan membuang sembarangan.
"bego banget si gue, gua sampek gak sadar sama apa yang gue pakek!" Floella kembali menitikkan air matanya.
Floella kembali berjalan menyusuri jalanan hingga waktu menjelang malam hari.
sedangkan di sisi lain Edgar yang ada di rumah Floella sedang berbicara dengan kedua orang tuanya.
"kenapa baru sekarang kamu bilang nak Edgar, kalau kami jujur dari awal tante gak akan paksa kamu buat jagain Floella dan kamu gak perlu pura-pura ingin menikahi Floella supaya tante memarahi kamu."
"itu memang salah saya tante!"
tring..tring...tring..
dering telfon membuat suasana terdistraksi.
"iya halo, dengan siapa ini?"ucap Sekar.
"..."
brugh
seketika semua berlari ke arah Sekar yang tiba-tiba tumbang.
"ma, bangun ma. ada apa ma kenapa mama tiba-tiba seperti ini?" tanya Rama seraya membangunkan istrinya yang lemah dengan air mata yang mengalir.
"Floella.." lirih Sekar dan jatuh pingsan.
"ada apa dengan Floella?" sahut Edgar.
.
.
.bersambung
.
__ADS_1