Fool Love

Fool Love
BBQ


__ADS_3

Nando yang saat itu merasa bosanpun segera menghubungi kedua sahabatnya untuk beekumpul di basecam mereka. namun sayangnya elkan yang sedang pemulihan karena sakit tak bisa datang.


"rel boring gak si kita disini, mana cuman berdua lagi. gue takut lo khilaf" ucap nando sedikit terkekeh.


"lo oikir gue gay?"


"ya kali aja, buktinya gue gak pernah tu liat lo deket sama cewe."


"ngaco lo" marel pun memukul pelan nando.


"ke rumah elkan yuk rel" ucapan nando pun di setujui oleh marel, setelah beberapa menit mereka telah sampai di rumah elkan dan mereka tak lupa membawa cemilan untuk mereka makan sendiri.


tanpa mengetuk pintu, marel dan nado masuk begitu saja. iti memang hal biasa bagi mereka. saat mereka masuk, pemandangan yang mereka tangkap adalah makanan di meja makan yang sudah di siapkan oleh floella untuk elkan.


"wih.. lo bilang art lo pulkam, ni buktinya banyak makanan el" setelah asik memperhatikan makanan tiba-tiba nando menatap elkan tidak percaya "atau jangan-jangan lo masak sendiri, sebanyak ini?"


"enggaklah mana mungkin gue masak sebanyak ini" elkan kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dengan lahab.


"ehh jangan makan yang ini" elkan menarik mangkuk tempat telur gulung kesukaannya.


"yelah pelit amat si lo kan, biasanya juga gue minta!"


"kalian boleh makan apa aja yang penting jangan yelur gulung ini!" elkan lalu teringat di saat floella membuatkan telur gulung hingga celemeknya yang hampir terbakar karena terlalu fokus menggulung telur yang ia masak. elkan pun menyunggingkan senyumnya.


"wih kayaknya temen lo sakit parah tu rel, tadi ngelarang gue makan telur. sekarang malah senyum senyum sendiri." ucap nando sembari menyuapkan makanan yang ada di piringnya.


marel yang mendengar nando terus mengomel, ia hanya tersenyum miring. dan mencoba ayam asam pedas yang menggoda perutnya.


"tumben masakan mbok jum seenak ini!" marel lalu mengambil nasi. awalnya marel hanya ingin mencicipi beberapa suap, namun lidahnya tidak berhenti untuk menikmati makanan tersebut.


"kan gue udah bilang mbok jum itu pulang kampung, ini masakannya floella."


"uhuk..uhuk.." marel pun segera mencari minum karena tersedak. "jadi ini masakan floella?"


"oh pantesan masakan ini ni gak asing gitu di lidah gue" nando pun kembali melibas habis makanan yang di masak oleh floella.


"ya udah gue mau ambil minum dulu abis ni" elkan pun pergi ke dapurnya, karena penasaran kenapa elkan melarang nando memakan telur gulung buatan floella. marel pun segera mengambil dan memakan salah satu dari telur gulung tersebut.


'pantes aja elkan gak ngebolehin orang lain makan, ini sih enak banget!'


"ndo, lo makan telor gue?"


"tu.." nando mengangkat dagunya ke arah marel yang tetap stay cool dengan telur gulung yang masih ia kunyah.


"awas lo rel"


"sorry sorry el kalo hari ini gue gak boleh minta, biar besok gue ke rumah floella biar di masakin." marel menyunggingkan kembali senyumnya.


▪▪▪▪▪


"besok kan malam terakhir kita nginep bareng ni, gimana kalo kita barbequean." ucap zara.


"boleh-boleh" sahut indah yang melirik ke arah floella yang masih tersenyum sejak ia kembali.

__ADS_1


"flo gimana.." indah menyenggol badan floella hingga floella tersadar.


"ehh oke..oke.. gue setuju kalian atur semuanya okey, nanti gue yang beli bahannya"


"tapi floe, lo kenapa si malam ini keliatannya girang bener? cerita dong ke kita" seru zara.


"tadi itu..." kini floella mulai menceritakan dari ia pergi ke apotik sampai masak hingga di peluk oleh elkan.


"seriusan lo floe, elkan meluk lo? terus..terus..?" indah dan zara terlihat begitu penasaran dengan cerita floella.


"ye.. terus terus, ya terus gue pulanglah orang udah sore. lagian elkannya juga udah baikan. kalian kira gue ngapain? jangan bilang kalian berpikiran yang enggak-enggak ya..??!"


pletak.. pletak..


floella menjitak kedua sahabatnya itu yang mulai berpikiran ke arah yang lebih intens.


"ya kali gitu elkan macem-macem! dia ity cowo baik-baik tau!" seru floella


"tapi kalo di macem-macemin mau kan.." zara dan indah terus menggoda sahabatnya hingga pipinya berubah seperti kepiting rebus.


"oh iya besok gue mau undang elkan, kalian juga boleh undang temen yang mau kalian undang. besok gue beli banyak makanan buat barbequean kita" tutur floella.


malam ini pun berakhir dengan canda tawa yang mereka lemparkan satu sama lain.


keesokan pagi mereka seperti biasa berangkat ke sekolah. floella zara dan indah sengaja pergi ke kelas elkan untuk mengajak elkan cs barbequan, namun tiba-tiba joana dan giselle pun datang.


"lo gak ngajakin kita ni floe, kita juga temennya elkan lo" ucap joana dengan nada sedikit sinis.


"iya boleh kalo kalian mau ikut, ya udah kita ke kelas dulu ya. oh iya el vitaminnya jangan lupa di minum okey?" floella dan sahabatnya pun pergi meninggalkan kelas tersebut.


"lo tenang aja sel, gue tau kok caranya biar mereka cepet putus." joana tersenyum smirk.


pelajaran sekolah pun usai, mereka pulang ke rumah mereka masing-masing kecuali zara dan indah yang pulang ke rumah floella.


haripun sudah malam, floella dan kedua sahabatnya sibuk menyiapkan semuanya di rooftop rumah floella.


saat itu elkan datang dengan kedua sahabatnya. dan di susul joana dan giselle yang berada di belakang mereka.


indah yang mengetahui itu segera memanggil meminta bantuan.


"eh bantuin kita dong.."


dengan segera marel membantu indah dan zara mengangkat alat panggang yang ia ambil dari dalam rumah.


sedangkan nando membantu floella yang terlihat kesusahan membawa bahan makanan yang akan mereka panggang.


"thanks ndo.." floella tersenyum simpul sehingga membuat nando meleleh.


floella dan nando memulai membakar sosis dan beberapa daging. saat itu mereka begitu menikmati acara malam itu hingga elkan tiba-tiba menarik floella ke sudut.


"liat jo, elkan kayaknya udah mulai suka deh" joana terlihat kesal saat giselle mengtakan hal itu.


"lo merem flo"

__ADS_1


"buat?"


"udah lo merem aja" ketika floella memejamkan kedua matanyanya, elkan megeluarkan liontin dan ia pakaikan ke floella.


floela langsung membuka kedua matanya dan melihat sesuatu yang elkan pasangkan di lehernya.


"liontin, buat gue?" elkan mengangguki ucapan floella, sontak floella tersenyum lebar sembari melihat linontin yang elkan berikan.


"tapi ada alasannya gue ngasih ini ke elo flo"


"apa alasannya el?"


"tapi gue harap lo jangan marah okey"


"iya, apa.."


"hadiah itu buat tanda persahabatan kita, gue gak bisa jadi pacar lo lagi flo"


entah kenapa tiba-tiba dada floella terasa nyeri mendengar ucapan elkan yang tak pernah ia bayangkan akan terjadi secepat ini.


"lo becanda kan el" elkan pun menggeleng. mengetahui elkan yang tak bercanda tiba-tiba floella tersenyum.


"ternyata emang gue gak cukup baik buat lo el, sorry gue gagal bikin lo nyaman sama gue!" floella tersenyum getir.


"ak.. akh..." tiba-tiba elkan dan floella di kagetkan oleh suara nando.


floella segera berlari ke arah nando.


"sini ndo.." floella menarik nando untuk mengobati luka bakar yang ada di tangan nando.


"tahan ndo ini bakal sakit, tapi lo bakal cepet sembuh" entah kenapa ketika melihat floella begitu telaten dan cekatan mengibati nando terbesit rasa tidak suka di hati elkan.


saat itu pula nando terus menatap floella yang sedang mengobatinya.



"udah sekarang lo istirahat biar gue sama yang lain yang bakar okey" floella lalu membantu marel sedangkan yang lain ada yang asik berbincang ada juga yang bercanda.


saat floella tengah mengantar makanan ke meja, elkan memegang kedua tangannya. "flo lo baik-baik aja kan?"


"iya el gue baik, tenang aja gue gak kenapa-kenapa" floella tersenyum getir dan pergi ke arah marel dengan membawa beberapa makanan di tangannya.


"rel ini di makan pasti enak karna ini buatan gue" marel pun segera melahab habis. sedangkan nando tiba-tiba mangap di sebelah floella. karena floella yang tidak melihat indah langsung memasukkan sepotong sosis berukuran besar untuk nando.


"ini kegedean indah.." mulut nando terlihat sangat penuh.


"zara indah, gue ka toilet bebtar ya"


ketika floella berada di dalam toilet ia sengaja menghidupkan kran air suapaya tidak ada yang mendengarnya saat menangis. namun tanpa ia sadari marel menunggunya di depan toilet.


saat floella ingin melewati marel, tiba-tiba marel mencekal pergelangan tangan floella. adu pandang pun tak terelakan, saat itu pula marel mengetahui mata floella yang sembab.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2