Fool Love

Fool Love
Syarat?


__ADS_3

Benar-benar pemandangan yang tidak biasanya, hal ini membuat para sahabat floella ternganga melihatnya.


"itu beneran floella sama pak edgar?" celetukan itu keluar dari mulut nando seraya mengejutkan indah dan juga zara dengan di temani marel.


"ho-oh, tu anak kesambet apa tiba-tiba deket sama pak edgar? padahal yang di idam-idamin kan adeknya, yakan ndah?" tanya fleolla. indah hanya mengangguk pelan dengan mulut yang sedikit terbuka.


"humph.."


namun tiba-tiba marel menutup mulut indah dengan telapak tangannya hingga indah sedikit terkejut.


dag dug dug


seperti genderang perang detak jantung indah saat itu. 'astaga.. kenapa gue malah kaya serangan jantung, padahal ini marel bukan nando kan!'


"ndah lo kenapa, kesambet lo ya. plonga-plongo aja.."


indah kembali tersentak dengan ucapan zara 'aduh ini gawat kan, kalo sampek gue beneran suka sama marel, gimana nasib persahabatan gue sama zara dia kan suka sama marel dari dulu!'


"heh kalian, kalian malah ngerumpi sendiri! mau ikut nyusulin floella sama pak edgar gak ni?" nando membuat lamunan indah buyar dan mereka segera mengikuti nando dan marel yang sudah berjalan lebih dulu.


sedangkan floella yang saat itu sedang bersama edgar kembali protes dengan apa yang di lakukan oleh edgar. pagi tadi sebelum berangkat sekolah, edgar mendatangi rumah floella.


sebenarnya ia mendapat penolakan dari bu sekar, namun karena ia terlihat bersungguh-sungguh bu sekar akhirnya mendengar apa yang di ucapkan oleh edgar.


____Flashback On____


tingtung


bel rumah floella berbunyi, saat itu bu sekarlah yang membukanya. senyum yang sempat terukir untuk menyambut seorang tamu sirna setelah mengetahui tamu tersebut adalah edgar, seseorang yang ia anggap merusak kehidupan dari keponakannya.


"ada apa kamu datang kemari nak edgar!" bu sekar masih menggunakan nada suara yang biasa saat mengucapkan pertanyaan tersebut.


"sebelumnya saya mohon izin untuk memi ta waktu tante sebentar, saya ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara saya dan reva tante."


mendengar ucapan dari edgar, kini bu sekar sedikit menegang. "dengar nak edgar kamu tidak perlu membela diri kamu di hadapan saya. karna dari apa yang kamu lakukan kepada keponakan saya itu sudah menunjukkan pribadi kamu yang sebenarnya.

__ADS_1


"siapa si ma kok mama gak masuk-masuk" floella menyusul ibunya ke ruang tamu, dan saat ia mengetahui edgar yang datang ia langsung membulatkan matanya.


"kak edgar" ucap floella tanpa mengeluarkan suara, namun hal itu di ketahui oleh edgar yang saat itu memang memperhatikannya. dan ia pun membalas dengan kedipan mata pelan yang mengisyaratkan floella supaya tenang.


"ma.." panggil floella lembut, ia lalu berjalan di samping ibunya dan memegang lengan ibunya dengan lembut pula. "lebih baik kita bicara di dalam ya ma, gak enakkan kalo tetangga denger!"


ucapan floella pun di angguki oleh bu sekar, dan di ikuti oleh edgar yang juga masuk ke dalam.


dan kini edgar kembali menyambung pembicaraannya saat di luar rumah "mungkin selama ini tante mendengar semuanya dari salah satu pihak, tapi tante juga harus mendengarnya dari pihak kedua. itulah yang seharusnya di lakukan bukan?!"


bu sekar berpikir sekejap kemudian mengangguk pelan.


"nah, kalau seperti itu lebih baik tante lihat ini"


edgar menunjukkan sebuah video saat reva sedang menemui pria yang menghamilinya, saat itu sudah ada kecurigaan dari edgar. dan ia memutuskan untuk mengikuti reva. dan video itulah yang memperkuat alasannya untuk membatalkan pertunangannya.


hati bu sekar mencelos ketika mengetahui kebenaran dari keponakannya yang ternyata sudah memutar balikan fakta, sehingga melimpahkan kesalahannya terhadap edgar .


"tante tidak tau kalau reva yang hersalah nak edgar, tante minta maaf" bu sekar terlihat begitu menyesali sikapnya beberapa hari terakhir terhadap edgar dan menunduk.


"tante tidak perlu meminta maaf, semua ini memang sudah di rencanakan oleh reva. jadi, jika tante membenci saya sevelumnya, itu sangat wajar bukan?!" bu sekarpin mengangguk pelan dan menatap teduk kepada edgar.


"aw.. sakit tau ma.." floella mengusap dahinya yang terasa seperti tersengat matahari yang sidikit panas.


"kalo kamu tetep mau sekolah di situ harus ada syaratnya sayang" kini bu sekar mulai tersenyum penuh makna. sedangkan edgar dan floella haya saling pandang.


"syarat?" tanya floella, dan di angguki oleh bu sekar dengan senyum yang menyungging di bibirnya.


"emang syaratnya apa ma, floella pasti turutin. floella udah nyaman banget sekolah di sana ma"


"nak edgar harus menjaga kamu saat kalian di sekolah dan apapun itu jika ada hubungannya dengan sekolahan kamu, begitupun juga saat di luar sekolah!"


"tapi ma-"


"mau kan nak edgar?"

__ADS_1


edgar menarik nafas panjang "baiklah tante, tapi saya tidak bisa selalu menjaga ataupun mengawasi floella saat di sekolah tante, karna saya di sana juga harus mengajar"


"kalau itu tante tau nak edgar, tapi tante anggap kamu setuju dengan syarat tante!"


"mama... floella itu udah gede ma. dan pak edgar pasti punya kegiatan lain kan ma.. emang mama mau bayar pak edgar, pak edgar pasti juga mau nongkrong sama temen-temennyakan. dan gak mungkin bisa ngawasin floella terus.!" ucap floella bersungut-sungut.


"mama gak mau dengar alasan kamu, sekarang mending kalian berangkat ke sekolah. ini udah agak siang nanti kamu terlambat!"


____flashback Off____


fleolla yang sudah mengomelpun semakin geram karena edgar yang terlihat acuh dengan segala protes yang ia keluhkan.


"pak edgar, bapak denger gak si.. saya kan udah bilang ba-mphh"


bukannya menjawab kini edgar meletakkan tangannya di belakan leher floella dengan jemari yang membekap mulut floella seraya berjalan menuju kantor. tanpa mereka sadari hal itu terlihat seperti edgar merangkul floella jika di lihat dari belakang.


"stop...stop!" itulah yang di ucapakan oleh nando yang berada di belakang, sehingga membuat beberapa temannya ikut menghentikan langkah mereka.


"gue gak salah lihat, kenapa bang edgar malah rangkul-rangkul floella?"


"mungkin bang edgar suka sama floella!" celetukan marel membuat beberapa temannya menatapnya tidak percaya.


"masa si bang edgar suka sma floella? bukannya yang kita tau bang edgar itu paling anti sama yang namanya pacaran!" nando pun menimpali ucapan marel.


"ya mungkin bang edgar gak berniat pacaran, tapi langsung mau nikah!" tutur marel yang kembali membuat temannya tersentak.


" lo kalo ngomong di saring dulu dong rel. masa iya sahabat kita mau nikah, kita kan masih sekolah tau!" sahut indah.


"siapa yang mau nikah?" itulah yang terdengar dari seseorang yang batu datang.


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


.


__ADS_2