Fool Love

Fool Love
Gudang


__ADS_3

floella duduk termenung di bawah pohon rindang sekolahan. sedari tadi zara dan indah sengaja memberi waktu untuk floella menenangkan dirinya setelah apa yang di lakukan oleh elkan.


"pak edgar, sebenarnya apa si yang bikin elkan kaya gitu ke floella? gak mungkinkan kalo gak ada sebab terus tiba-tiba elkan bersikap kasar seperti tadi pak?" tanya indah.


"tadi floella mengatakan bahwa elkan melakukan hal yang kurang baik di dekat area parkir sengan joana. dan karena saya tidak ingin ada kesalahpahaman saya cek sendiri, dan ternyata hanya ada elkan di tempat itu."


"terus apa yang bapak lakuin setelah itu" zara pun ikut menimpali ucapan edgar yang belum selesai.


"dan saya pun to the poin saja dengan menanyakan hal itu-"


"tunggu pak, ada yang kurang kita paham ni. maksudnya elkan itu sama joana ngapain pak?"


edgar menatap datar ke arah indah dengan mata tajamnya. "kalau dari keterangan floella, mereka berciuman di area parkir." tukas edgar.


"ah masa si pak, kita kaya gak percaya gitu.." sahut zara.


"maka dari itu saya ingin membuktikannya sendiri. dan ternyata, hanya elkan yanh ada di situ-"


"tapi kan ada cctv pak.." lagi-lagi indah memotong ucapan edgar yang belum selesai.


"kalian dengarkan keseluruhan ceritanya, jangan motong ucapan saya" mendengar edgar sedikit menekankan ucapannya seketika zara dan indah menciut. karena karisma yang dimiliki oleh edgar juga sangat berpengaruh bagi mereka berdua yang harus menjaga suaranya.


"tadi saya sempat berbicara dengan elkan, dan elkan langsung menyangkalnya. bahkan dia tidak tau ada joana di tempat itu. dan saat kami memeriksa cctv, sayang sekali kameranya tertutup dahan sehingga hanya terlihat sebagian tubuh elkan."


zara dan indah pun mengangguki ucapan edgar. dan kini merkeka kembali melihat ke arah floella. namun saat itu floella sudah tidak ada di tempat dimana dia duduk.


"loh pak.. dimana floella?"tanya indah dan zara berasamaan.


dan saat itu pula edgar hanya menggeleng dan berlalu meninggalkan kedua miridnya yang benar-benar membuatnya semakin pening.


▪▪▪▪▪


"awas floe..." nando menarik tubuh floella yang hampir tertabrak oleh pengendara mobil.


floella hanya menatap nando dengan wajah yang sendu. ingin rasanya floella berteriak karena kekesalan dan kekecewaannya terhadap elkan. namun ia tak punya tenaga untuk itu, karena rasa takut yang membuatnya lemas dari perbuatan kasar elkan.


"lo kalo jalan yang hati-hati lah floe.." sahut marel yang saat itu ada di belakang nando. sedangkan floella hanya menatap marel dengan tatapan yang tidak bersahabat. floella begitu kecewa dengan marel yang ikut mengatainya tempo hari yang ikut merendahkannya.


"lo kenapa disini floe, lo mau kemana?"


"kalian yang kenapa ada disini?" bukan jawaban yang di harapkan oleh nando, namun floella berganti bertanya tentang keberadaan nando dan marel.


"ini kita tadi cuma foto kopi tugas aja floe .."


"dan untungnya kita keluar, kalo enggak lo pasti udak ketabrak" sahut marel.


"diem marel, gue juga gak minta tolong sama lo" floella lalu meninggalka nando dan marel begitu saja kembali ke dalam sekolah.

__ADS_1


'ada apa sama floella, kenapa dari tadi dia kelihatan gak suka sama ucapan gue?'


"lo pernah ngapain floella si rel, sampek floella kaya gitu sama lo? gue yakin lo pernah nyinggung dia kan?" sahut nando


"entahlah, mending kita kumpulin ni tugas" balas marel.


dan kini floella berada di lorong dekat gudang sekolah. saat itu tanpa ia sadari seseorang sudah ada di belakngnya, dan mendorongnya masuk kedalam gudang.


klek..


"buka.. buka pintunya.. hei siapa yang kunciin gue. buka gak?" floella terus berteriak, namun sayang saat ini bel masuk sudah berbunyi dan semua murid sudah masuk kekelasnya masing-masing, sehingga tidak seorang pun mendengar teriakannya.


floella memukul-mukul pintu gudang namun bukannya terbuka, kini tangannya merasa panas dan akhirnya floella menghentikan aksinya.


cukup lama floella berada di dalam gudang, hingga saat ini ia tertidur. namun tiba-tiba ia terbangun dengan nafaa yang memburu. saat itu keluar keringat dingin.


"kenapa gue mimpi kaya gitu, tapi ini mimpi jadi gak mungkin kan itu kejadian beneran. itukan bukan sixth sense!" floella berusaha tenang, namun saat ini giliran penglihatannya persis seperti yang ada di mimpinya. saat itu floella melihat dirinya sendiri berada di dalam rumah sakit.


"tapi kenapa gue di rumah sakit, bahkan gue gak bisa lihat penyebabnya apa?" kini floella mendadak panik dan saat ini ia berteriak meminta tolong kembali.


"tolong yang ada di luar.. tolong bukain pintunya... lagian siapa sih yang isengin gue!!"


floella memeriksa jendela di gidang itu, dan untung saja jendelanya bisa terbuka. floella lalu perlahan berusaha keluar dari jendela tersebut.


brugh...


floella terjatuh karena tersansung sesuatu, namun karena ingin segera masuk ke kelas floella tidak memeriksa kakinya yang tersandung.


elkan sengaja berhenti hendak menghampiri floella.


"permisi buk, maaf saya baru datang karena tadi saya di kunci di dalam gudang buk!" ucap floella dengan jujur.


guru yang ada di kelas tersebut lalu menghampiri floella yang masih di depan pintu kelas. "siapa yang mengunci kamu floella. dan apa ini bisa saya percaya, atau ini hanya alasan kamu?" ucap guru tersebut dengan tegas.


nanamun belum sempat menjawab floella mendadak memegangi kepalanya dan jatuh pingsan.


"floella.. bangun floella" guru itu lalu menyuruh murid laki-laki untuk membawa floella ke ruang uks.


"biar saya buk.. kalian bisa lanjutkan belajarnya" edgar yang baru datangpun menawarkan untuk membawa floella ke uks. namun sebelum itu, edgar memeriksa suhu tubuh floella. dan saat itu ia melihat sesuatu yang lain, dan kini pandangan mata edgar mulai memeriksa kaki floella.


"benar dugaanku" lirih edgar.


"buk sepertinya saya harus membawanya ke rumah sakit, floella di gigit oleh ular buk"


elkan yang mendengar itupun segera membantu edgar membawa floella ke dalam taksi sedangkan zara dan indah terpaksa tidak menemani floella karena guru mereka menyarankan untuk tidak terlalu banyak orang.


-

__ADS_1


"pak tolong cepat sedikit teman saya harus segera mendapat pertolongan dia di gigit ular pak" ucap elkan memperingatkan seorang supir taksi.


"maaf dek, jalanan sangat macet"


"kau gitu kita harua cari jalan lain pak" sahut edgar yang mencoba memberi saran.


"tidak bisa dek, di belakamg sudah di penuhi kendaraan lain. lebih baik adek iket aja yang kenceng bagian yang di gigit pada temen adek"


'Dia itu muridku pak bukan teman!' sahut edgar namun di dalam hati.


umur elkan dan edgar memang tidak terlampau jauh sehingha supir taksi itu menganggap edgar masih murid sma.


"rumah sakit terdekat masih seberapa jauh pak" ucap elkan.


"masih sekitar satu kilo meter dek!"


"baik saya turun disini pak" elkan lalu menatap ke arah edgar. "bang angkat floella, tolong letakan floella di punggungku.


elkan memutuskan untuk menggedong floella, ia meletakkan tangan floella dan ia kalungkan di lehernya. ia lalu berlari supaya floella cepat mendapat pertolongan.


dan kerena itu edgar pun menyusul ikut berlari. sudah cukup jauh elkan berlari sehingga membuat edgar tidak tega melihat adiknya yang begitu terlihat lelah.


"sini biar abang yang ganti gendong"


"gak perlu bang, abang mending langsung ke rumah sakit dan cari ruangan untuk floella biar langsung di tangani dokter bang"


"kamu benar el"


edgar lalu berlari secepat mungkin, sedangkan elkan masih bersusah payab menggensong floella. namun tepat di depan gerbang rumah sakit tiba-tiba elkan sempat terjatuh, namun tidak sampai membuat floella terjatuh. ia berusaha menahan fleolla sekuat tenaganya.


"lo bertahan ya floe sebentar lagi sampai"


dan saat itu edgar datang dengan beberapa perawat langsung membantu membawa floella ke dalam untuk segera di tangani. dan seorang dokter yang ikut keluar segera memeriksa keadaan floella.


"denyutnya melemah, cepat bawa pasien kedalam" ucap dokter. dan saat itu elkan dan edgarpun terlihat sangat cemas.


"kamu pasti baik-baik aja floella" lirih edgar, namun masih terdengar di telinga elkan yang saat itu menatap tajam ke arah edgar.


elkan ingin menghampiri edgar namun lagi-lagi seorang perawat mengatakan sesuatu.


"denyutnya berhenti dok"


elkam dan edgar membulatkan matanya sempurna. sedangkan floella, kini wajahnya mulai membiru karena gigitan ular saat ia keluar dari gudang.


.


.

__ADS_1


bersambung


.


__ADS_2