
Pagi itu di sekolahan, Floella terlihat muram. ia hanya duduk di bangku dengan kepala diatas meja sembari jarinya mengetuk-ngetuk di meja.
"lo kenapa si Floe? apa jangan-jangan lo di apa-apain sama pak Edgar?" tanya Zara yang kini duduk di sampingnya.
Floella kini menghadap ke arah Zara dan Indah dan menatap bergantian. kini mata Fleolla mulai berkaca-kaca dan mulai menitikkan air matanya.
"Floe kenapa?" kini indah yang bertanya dan menangkup wajah Floella dan menghapus airmatanya.
Belum sempat Floella menjawab pertanyaan dari kedua sahabatnya, Edgar saat itu sudah masuk terlebih dulu.
"bisa kalian berdua keluar, saya harus berbicara dengan Floella!" ucap Edgar dan segera Indah dan Zara pun keluar sembari menutup pintu kelasnya.
Bukan Zara dan Idah namanya jika mereka akan benar-benar pergi. mereka berusaha mendengarkan pembicaraan dari Floella dan juga Edgar.
"eh ndah, lo denger gak si yang mereka omongin?"
"sstt makanya lo jangan berisik, ini gue juga mau dengerin"
seketika kedua bola mata Indah membulat sempurna dan menatap bingung Zara yang saat itu engerutkan dahinya. "gue denger mereka ngomongin pernikaha, tapi belum jelas juga si" lirih Indah supaya tidak yerdengar dari dalam sana.
Zara lalu menarik Indah ke dekat tangga dan kini ia muali mengintrogasinya. "lo yang bener ndah? masa iya Floella mau nikah sama pak Edgar!"
"Nikah??" ujar Nando yang baru sampai dengan kedua sahabatnya, yaitu Elkan dan Marel.
"apa yang kalian bilang tadi, bang edgar mau nikah sama Floella?" sahut Elkan menatap Zara dan Indah dengan dahi yang berkerut.
"gue belum tau pasti si, tapi tadi waktu gue sama indah ngobrol sama Floella, tiba-tiba pak Edgar masuk dan nyuruh kami keluar" ucap Zara panjang lebar " terus, karena kita berdua kepo, ya kita nguping lah. terus kita denger mereka bahas soal pernikahan!" tambah Zara masih dengan gaya bicaranya yang cepat dan sedikit cempreng.
"apa ini ada hubungannya sama mereka yang datang ke dokter kandungan?!"
"apa maksud lo El?" kini Marel pun angkat bicara ketika elkan menyebut tentang dokter kandungan.
"waktu itu, ketika bang Edgar menemui Floella. ada seseorang yang mengirim foto mereka keluar dari ruangan dokter kandungan!" Elkan pun kembali menimpali pertanyaan dari Marel.
"maksud lo Floella di hamilin sama abang lo El?"
"gue gak bilang gitu, tapi apa yang di lakukan mereka di tempat dokter kandungan?"
"tapi gue gak yakin, gue tau Floella itu perempuan baik-baik" nando pun menimpali ucapan Elkan.
"iya gue juga gak yakin, kita tau Floella seperti apa. kalaupun dia akan menikah itu pasti ada alasan lain!"sahut Indah.
__ADS_1
"guys, dari pada kita nebak-nebak gak jelas, gimana kalo kita selidiki ini" ujar Zara.
"Caranya?" tanya Marel
"sini.."
Kini semuanya mendekat, dan entah apa yang di ucapkan oleh Indah. semuanya hanya mengangguk dan saling menatap satu sama lain.
▪▪▪▪
"geseran dong Nando, gue gak bisa liyat ni.." protes Zara.
Ini adalah rencana dari Indah yang memang menyuruh Zara dan Nando untuk mengikuti Floella yang saat ini sedang bersama Edgar. sedangkan yang lainnya menyelediki ke tempat lain, misalnya Elkan yang mencari sesuatu di kamar Edgar dan indah bersama Marel pergi ke rumah Floella.
"sstt diem Ra nanti ketauan"
"hihh harusnya kan gue yang pergi sama Marel, upss" Zahra menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"ngapain lo tutup mulut, udah keliatan kali kalo lo naksir sama si Marel!" celetukan Nando berhasil membuat pioi Zara memerah.
"emang keliatan banget ya Ndo?" pertanyaan Zara pun di balas dengan anggukan cepat Nando sembari mengamati Floella dengan Edgar.
"tapi-"
"kesannya aku ini kaya bodyguard kamu ya Floe!"
Floella belum menjawab ucapan Edgar dan justru mengerucutkan bibirnya sehingga membuat Edgar sedikit gemas. dengan santainya Edgar menyomot bibir Floella yang manyun "udah gak usah cemberut, kita pasti nemuin jalan keluarnya"
itulah selentingan yang terdengar dari arah Nando dan juga Zara. "nemuin jalan keluar?" Zara membulatkan matanya menatap Nando.
"jangan-jangan ini ada hubungannya sama dokter kandungan?" sahut Nando, "nggak..nggak.. gak mungkin Floella hamil, dia bukan perempuan seperti itu" ucap Nando yang tidak percaya dengan ucapannya sendiri.
"tunggu deh Ndo, kenapa lo bisa seyakin ini sama Floella?" Zara menyipitkan kedua matanya menatap penuh selidik.
"lo gimana si Ra, Floella itu sahabat lo tapi lo ngeraguin dia. lo gak pantes giniin Floella, mending sekarang gue pulang. gua gak mau nyelidikin ini! gue akan nanya langsung besok, karna gue yakin Floella bakal cerita! gak kaya sekarang ini, ini kesannya kita itu ngerendahin dia! " entah kenapa Nando semarah ini. dan tanpa basa basi ia langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan Zara yang masih berada di tempat tersebut.
"eh kok malah marah si Ndo?" Zara pun segera berlari mengekori Nando.
sedangkan Floella yang sepeeti mendengar suara yang ia kenal, ia langsung membalikkan badannya dan mencari seseorang itu.
"kamu kenapa Floe?"
__ADS_1
"emm kayaknya tadi aku denger suara Zara deh kak" Floella masih celingukan mengedarkan pandangannya kesana kemari, namun ia tidak menemukan siapapun di sekitarnya..
"ya udahlah, gak adakan. ayok buruan setelah ini kita harus ke rumah kamu karna ini kan titipan mama kamu buat makan malam"
"oh iya udah ayo kak"
Edgar dan Floella pun segera kembali ke rumahnya, saat itu kebetulan Orang tua Floella juga baru sampai sehingga Mamanya tidak mengomelinya karena sedikit terlambat.
ketika Floella dan Edgar berada di ruamg tamu, Sekar pun memanggil Floella.
"sayang, kok nak Edgarnya gak di buatin minum?"
"tadi udah minum kok ma, iya kan kak?"
"iya tante, tadi kita udah beli minum di jalan!" sahut Edgar mengiyakan ucapan dari Floella.
"sayang, mulai sekarang kamu harus belajar jadi calon istri yang baik. ya contohnya bikinin minum untuk calon suami kamu"
"mama, bahkan orang tua kak Edgar aja belum tau mana mungkin kak Edgar bisa jadi calon suami Floella!"
"mereka sudah tau sayang, dan mereka akan pulang satu pekan lagi."
"apa?" ucap Floella dan Edgar bersamaan.
"gak usah kaget,ya udah sana bikin minum buat calon suami kamu!" ucap Sekar sembari berjalan ke dalam kamarnya.
sesaat setelah Floella membawa minuman untuk Edgar, kini ia duduk di samping Edgar.
"kak gimana dong, ini makin runyam tau!" tatap nanar Floella
"ya gimana, mungkin setelah keluarga kita kumpul kita bisa ngomong yang sebenernya!" ucap Edgar sembari menghembuskan nafas kasar.
Saat itu Edgar ingin meminum minumannya. namun karena masih panas, ia tidak sengaja menumpahka sedikit sehingga mengenai tangannya.
"huh.."
"astaga kak Edgar!" Floella terlihat cemas, dan saat ini ia segera membersihkan tangan Edgar dengan tisu dan ia meniupnya.
'apa ini yang namanya punya istri? selalu ada yang merhatiin!' bukannya merasa panas, kini Edgar sibuk bermonolog di dalam benaknya sehingga muncul keraguan untuk ia mengatakan yang sebenarnya terhadap keluarganya.
.
__ADS_1
.bersambung