
Marel mendatangi rumah Indah setelah menemani Elkan di rumah sakit. saat itu ia berencana untuk mengajak Indah keluar untuk merayakan kembalinya hubungan mereka yang membaik. dan ketika ia sampai di jalan dekat rumah Indah, ia mendapati Indah yang sedang dilabrak beberapa teman sekolahnya.
"kalian ini bener-bener gak ada kerjaan ya? bisanya cuman ngerusuhin orang lain. lebih baik sekarang kalian pergi atau aku bisa berbuat lebih tegas! " ujar Marel sehingga membuat beberapa teman sekolah mereka pergi begutu saja.
Marel melihat Indah yang terlihat sangat syok atas perlakuan dari beberapa teman sekolahnya.
Marel lalu mengajak Indah untuk duduk di tepian jalan. setelah itu Marel memberi air putih yang ia beli di minimarket terdekat.
"apa mereka menyalahkamu lagi tentang keadaan Zara saat ini? "
bukan menjawab pertanyaan dari Marel, Indah justru semakin terisak.
padahal Indah adalah salah seorang yanga sangat jarang memperlihatkan bahwa dirinya tengah terluka terhadap orang lainlain sekalipun itu ibunya sendiri.
melihat keadaan Indah saat ini, Marel segera mengajak Indah kesuatu tempat.
"apa ini Marel, kenapa kamu mengajakku kesini? "
"untuk membuatmu lebih tenang Indah"
"tapi kenapa harus ke sini Marel, bahkan aku tidak bisa memancing ikan"
"nanti biar aku ajari"
Marel lalu menyewa pancing dan juga membeli makan untuk memancing ikan. setelah mendapatkan semuanya, Marel lalu menarik Indah ketepian kolam dimana mereka bisa memancing dan bahkan mereka bisa langsung menikmati hasil pancingan mereka karena akan ada yang mengolah ikan tangkapan mereka.
"aku benar-benar nggak bisa Marel"
__ADS_1
"aku bilang aku akan ajari okey? "
kemudian keduanya mulai memancing. dan setelah cukup lama menanti umpan mereka dimakan oleh ikan, saat itu Indah tertidur di pundak Marel. hingga ketika umpan mereka berhasil dimakan oleh Ikan, Marel tidak menangkapnya karena takut Indah terbangun.
"pergilah Ikan, kali ini aku tidak akan menangkapmu. kau sangat beruntung ikan, kau bisa selamat karena pacarku. kau harus doakan kami bahagia okey?"
Marel justru berbincang dengan ikan yang sempat memakan umpannya dan lolos kembali karena ia tidak ingin Indah terbangun atas pergerakannya nanti.
"hei, umpanmu berhasil menangkap ikan. kenapa kau tidak mengambilnya?" ucap pemancing yang ada disebelahnya.
"tidak, Pacarku sedang tidur. aku tidak akan membangunkannya" ucap Marel yang tabpa bersuara. dengan segera orang itu menggeleng sembari mengukir senyusenyum diwajahnya karena.
"dasar anak muda.." orang itu terkekeh dan pergi karena sudah mendapat hasil pancingan yang cukup banyak
sudah sangat lama Marel membiarkan Indah tertidur dipundaknya hingga saat itu tanpa Indah sadari ia mendengkur dan membuat Marel terkekeh. Marel pun tidak melewatkan kesempatan untuk merekamnya.
"permisi kak, kami akan segera tutup karena ini sudah waktunya tempat ini kami tutup"
"kenapa langitnya gelap Marel? "
"ini sudah petang Indah, dan kita harus segera pergi karna tempat ini akan tutup"
akhirnya Indah dan Marel segera pergi dan kini mereka sudah berada di sebuah kafe. Indah begitu lahab memakan makananya yang sudah dipesankan oleh Marel.
byur.
ketika Indah tengah memakan, tiba-tiba seseorang menyiramnya dengan minuman. dan hal itu membuat Indah basah. sontak Marel meradang karena orang tersebut membuat Indah kotor.
__ADS_1
"kalian Benar-benar keterlaluan ya" ucap Marel
"itu emang cocok buat pelakor kayak Indah. udah tau lo itu gebetan Zara, masih aja jadian sama lo. mana sekarang dia bikin Zara buta. ini kan gak adil. harusnya dia juga ikut buta biar bisa merasakan apa yang dirasakan ama Zara.
"berbicara dengan mereka tidak ada gunanya, lebih baik kita pergi. tapi sebelum itu lebih baik kita bersihin baju kamu Indah" dengan segera Indah menuruti Marel.
"gue bakal bikin perhitungan buat kalian" Marel tersenyum menyeringai sembari melewati beberapa siswi yang tadi melabrak Indah.
sementara itu di tempat lain Floekka begitu bingung ketika harus menyuapi Elkan dan juga Garvan.
"Floella, gue gak bisa makan daun bawang aku tidak suka Floella." dengan segera Floella menyisihkan daun bawang. dan ketika Elkan disuapin oleh Floella, saat itu Garvan pun sama meminta disuapin oleh Floella.
"Floella, aku juga mau disuapi. tadi lo udah janji dengan bunda gue kalo lo mau nyuapin gue kan? "
sebenarnya Floella sangat malas untuk menyuapi Garvan. namun karena janjinya terhadap ibunda Garvan, Floella mau tidak mau juga menyuapi Garvan.
saat itu Floella dibuat bingung karena setelah Floella baru menyuapi yang satu, dan yang satunya sudah minta disuapi.
"beuh aku sangat tidak suka... ini daun bawang Floella" dan ketika Floella lupa menyiapkan makanan yang salah untuk Elkan membuat Garvan tertawa terbahak-bahak hingga saat itu ia harus tersedak karena sedang makan.
"stop gue gak mau ah temenin kalian, gue mau balik kalian benar-benar ya"
Floella akhirnya pergi begitu saja dan tidak menemani Elkan dan juga Garvan.
dipertanyakan jalan, Floella tidak sengaja melihat dengan Edgar bersama dengan Zara.
"mereka.. apa mereka memiliki hubungan? " ucap Indah.
__ADS_1
.
. bersambung