Fool Love

Fool Love
Capucino


__ADS_3

sudah tiga hari semenjak kecelakaan itu terjadi, baru hari ini floella akan menjenguk ibu elkan di karenakan tugas sekolah yang menumpuk.


berjalan menyusuri toko, melihat akan sesuatu yang akan ia bawa untuk menemui seseorang yang harusnya bisa ia rebut hatinya. setelah mengedarkan pandangan netranya tertuju dengan sesuatu yang menurutnya akan di sukai oleh ibunya elkan.


tanpa menunggu lama, floella pun pergi ke rumah sakit. sesampainya di sana ia lalu masuk ke ruangan dimana ibunya elkan di rawat.


"sore tante.."


"sore"


"tante gimana keadaannya, udah baikan? dan tante, tante sendiri?".


"lumayan, enggak tadi ada elkan sama joan. saya nyuruh mereka keluar untuk makan, karena sejak pulang sekolah joana selalu menemani saya di rumah sakit. dan kali ini saya ingin elkan lebih dekat dengan gadis baik-baik seperti joana".


"gitu ya tante, syukurlah kalo tante udah baikan." floella lalu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang. "oh ya tante ini ada sesuatu buat tante, barangkalai tante suka"


sebuah kotak kue di taruh di atas nakas, saat itu elkan dan joana pun kembali dengan membawa makanan untuk bu mariska.


"astaga tante, siapa yang bawa ini tan?" joana menenteng makanan yang di bawakan oleh floella.


"di bawakan gadis itu"


"apa lo bodoh floella, tante punya penyakit gula dan lo bawain makanan manis? gila lo ya" joana melempar makanan dari floella ke tempat sampah.


"joana, lo gak seharusnya buang makanan dari floella!" sahut elkan.


saat itu floella pun bangkit dari duduknya dan membungkuk di hadapan bu mariska. "maaf tante aku tidak bermaksud soal makanan itu, permisi" floella berlalu dengan mengambil makanan yang di buang oleh joana.


saat itu elkan ingin menyusul floella, namun bu mariska menghentikannya.


"jangan kejar perempuan seperti dia el, mama gak mau kamu terlibat dengan perempuan seperti floella"


"mama, apa mama gak tau floella itu yang donorin darah buat mama. mama kenapa si segak sukanya gitu sama floella"


"mama tau dia donorin darah buat mama, tapi mama yakin dia lakuin itu karna dia mau dapetin hati kamu el.."


"mama.." suara elkan pelan namun terdengar menekan, dan saat itu elkan berlari untuk mengejar floella.


bu mariska sontak merasa kesal karena putranya memilih untuk mengejar seseorang yang sangat ia tidak suka.


____Flasback on____


bu mariska saat itu tengah terbaring di ranjang rumah sakit, kebetulan saat itu joana datang menjenguk bu mariska yang tengah sendiri.

__ADS_1


"joana.."


"iya tante, ada yang tante butuhin?"


"tante dengar kemarin gadis yang bersama nando waktu itu, dia yang mendonorkan darahnya untuk tante.?"


"emm iya itu bener tan, ada apa ya tan?"


"ternyata gadis itu baik ya jo, dia mau lo donorin darah buat tante. padahal kesan pertama tante ke dia itu kan gak cukup bagus kemaren"


joana pun mendekat ke arah bu mariska dengan senyum yang tersungging di wajahnya.


"tante.. tante jangan ketipu sama floella. aku yakin floella lakuin itu biar elkan simpati sama dia tan. tante jangan langsung percaya gitu aja dong"


setelah berpikir cukup lama bu mariska pun mulai percaya dengan ucapan joana. "kamu bener joan, mungkin ini salah satu triknya buat dapetin anak tante" dengan jawaban itu joana pun tersenyum puas.


____Flashback off____


▪▪▪▪


floella terduduk di sebuah kafe yang mengusung tema out door. disana terlihat floella yang tengah menarik nafas panjangnya dengan ice capucino di tangannya.


"floella, lo kenapa disini sendiri?"


suara yang begitu akrab di telinga floella membuat floella langsung mencari sumber suara tersebut.


"lo belum jawab pertanyaan gue floe?" tiba-tiba nando meminum minuman yang ada di tangan floella.


sedangkan marel tersenyum tipis melihat kejahilan nando.


"gue tadi jengukin tante mariska, terus disana ada joana. dan asal kalian tau, joana buang makanan gue !"


"joana sampek segitunya sama lo floe?"


"tapi itu salah gue si, gue gak tau kalo tante punya diabetes jadi gue bawa cake manis buat tante" wajah fleolla mendadak lesu dan meletakkan dagunya di atas meja.


"kalian bener-bener aneh, sebenernya kalian ini jadian atau enggak? kenapa lo masih suka sama elkan floe..?" marel mengerutkan dahinya


"tanya aja sama nando rel, dia itu bener-bener kaya bocah tau"


"maksudnya gimana?"


"iya gue waktu itu cuman ngerjain floella aja kok rel, gak beneran!"

__ADS_1


marel hanya mengangguki ucapan nando dan saat itu pesanan minuman mereka telah sampai. dan mereka pun kini berbincang, namun berbeda dengan floella yang masih terus melamun.


"floe lo ada apa, kenapa dari tadi lo ngelamun aja. udah dong lupain sikap joana" ucap nando yang terlihat cemas dengan keadaan floella.


'mungkin kalo cuman joana gue bisa lupain nando, tapi ini nyokap elkan yang gak suka sama gue'


tanpa mengucapkan apapun floella pergi dengan melajukan mobilnya cukup kencang.


sedangkan marel dan nando termangu melihat sikap floella yang tidak seperti biasa.


floella memang terkenal dengan kegigihannya dan keceriaannya. namun kali ini semua itu hilang dan membuat floella terus melamun, hingga di suatu jalan floella tidak sengaja menyerempet pengendara motor hingga terjatuh.


brak...


"astaga, gue nabrak orang?" floella lalu turun untuk melihat seseorang yang ia serempet.


"pak edgar.. bapak gak kenapa-napa kan?"


floella lalu membantu edgar untuk menepi dan mencarikan minuman untuk edgar. "floella.. kamu kenapa naik mobil gak hati-hati. ini bisa bahayain orang lain ngerti"


seketika floella tertunduk mendengar ucapan dari edgar. edgar pun menghentikan ucapannya dan melihat floella yang saat itu terlihat lesu.



"kamu gak denger kata-kata saya?"


"denger kok pak, lain kali saya tidak akan seperti tadi."


'ada apa dengan gadis ini, kenapa tiba-tiba sensitif begini.'


"apa saya buruk banget ya pak, sampek-sampek makanan yang saya berikan harus di buang ke tempat sampah. ya walaupun mereka gak suka sama saya, seenggaknya mereka harus menghargai makanan kan pak. bisa aja kan makanan itu di kasihin ke orang yang mau, iya kan pak" floella menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


sontak edgar membuka kedua tangan floella. " gak usah cengeng, dan kamu jadi cewe jangan dikit-dikit nangis."


"tapi bayangin aja pak kalo hal itu terjadi sama bapak sendiri"


"tidak mungkin hal itu terjadi sama saya, karna saya bukan kamu" setelah selesai dengan ucapannya edgar ingin berlalu pergi, namun ia urungkan karena melihat floella yang masih terduduk di tepi jalan dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.


"udah kamu gak usah sedih, sekarang lebih baik kamu persiapin diri kamu buat acara di sekolah. tunjukin sama orang-orang yang merasa kamu gak mampu nyaingin dia."


"maksud bapak sama joana?" edgar hanya menyebik dan mengangkat kedua alisnya kemudian berlalu pergi.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2