Fool Love

Fool Love
Jackpot


__ADS_3

"weh lo ngapain senyam senyum Van?" ujar Andrew


"gue dapet jackpot"


teman-teman Garvan bingung dengan apa yang dikatakan Garvan karena tiba-tiba mengatakan mendapatkan jackpot.


"maksud lo apaan si Van, kalo ngomong itu yang jelas napa? " Angga pun ikut menimpali.


"waktu Floella nolongin Raka, itu karena dia tau kalo Raka mau dicelakai sama suruhan orang yang bermasalah sama orang tua Raka. dan bahkan mereka melibatkan polisi untuk menutupi kejahatan mereka setelah mereka berhasil mencelakai Raka! "


"darimana Floella bisa tau itu Garvan? "


"kalian tau, ternyata si Floella itu punya sixth sense. dia bisa lihat apa yang akan terjadi menimpa kita. dan gue gak salah buat deketin dia. dengan gitu gue gak cuma bisa kalahin Elkan, dengan rebut cewek yang dia sukai. gua juga bisa tanya-tanya apa yang dia lihat yang Kira-kira menguntungkan buat gue!"


"lebih baik lo jauhin Floella kalo lo cuma mainin dia Van, bahkan lo kemaren kenalin dia sebagai calon mantu sama nyokap lo. inget Van, Floella itu bukan kayak cewek yang biasa ngejar-ngejar lo! " kini Raka angkat bicara. ia mengatakan hal seperti ini karena ia merasakan kebaikan dari Floella.


"lo kenapa si Rak, lo biasanya gak pernah ikut campur? apa lo naksir sama Floella?"


"gue nggak naksir sama dia, gue cuman peringatan lo aja Van. gue worry nya kalo lo yang bakal terluka karena permainan lo sendiri."


saat itu justru ketiga teman Raka tertawa mendengar ucapan Raka.


"lo ngigo apa gimana si Rak? maksud lo, lo takut si Garvan bakalan suka beneran sama Floella. dan dia bakal terluka karena cintanya gak kesampean gitu" Andrew kembali tertawa ketika mengatakan hal tersebut.


"huh, kalian taukan tujuan gue dari awal deketin Floella? yaitu buat ngalahin Elkan. dan selebihnya gue gak perduli. abis lihat Elkan kalah, gue bakal putusin dia nantinya"


"tapi lo juga gak boleh lupa Van. bahkan waktu itu dia jelas-jelas bilang gak mau sama lo! "


"Raka.. Raka.. emang lo pernah lihat cewek gak klepek-klepek sama gue? walaupun awalnya mereka bilang nggak, tapi ujung-ujungnya mereka yang ngejar-ngejar gue kan? "


"oke terserah lo aja Van, yang penting gue udah ingetin lo. gua mau cabut."


"tunggu dulu, gue mau peringatin kalian. jangan sampek kampuan yang dimilikin smaa Floella bocor. gue gak mau semakin banyak yang tau itu! "

__ADS_1


"sip deh" ucap Angga.


Raka yang sudah pergi meninggalkan basecamp hanya mengendarai motornya entah kemana. ia masih berpikir siapa orang yang ingin melukainya. jika itu adalah orang yang berurusan dengan orang tuanya, mungkin saja dia mengenalnya.


****


Raka menghentikan laju motornya secara mendadak. lagi-lagi Orang-orang yang tidak dikenal menghadangnya. kali ini Ia tidak ingin menanggung resiko, Raka memutar arah dan melakukan motornya dalam kecepatan tinggi. namun penjahat-penjahat tersebut tidak menyerah. mereka pun terus mengejar Raka.


"Marel, bukannya itu anggota geng Omorfos itu ya? apa dia lagi dikejar-kejar sama geng motor lain? "


"sepertinya iya Indah"


"mana dia sendiri lagi Rel, lebih baik kita tolongin aja mereka, gitu-gitu dia pernah nolongin Floella kan waktu tenggelem? "


Awalnya Arek ragu untuk menolong Raka, namun setelah apa yang dikatakan oleh Indah, Marel segera menghubungi Nando untuk membantunya menolong Raka.


terjadilah saling kejer mengejar antara Raka, Penjahat, dan juga Marel bersama Nando yang ada dibelakangnya. hingga mereka semua berhenti di sebuah jalanan yang sepi dimana disana Raka sudah dikepung oleh delapan penjahat.


para penjahat tersebut mulai menyerang Raka. dan saat itu Marel dan Nando segera membantu Raka.


"kalian? kalian ngapain disini? ini bahaya, lebih baik kalian tinggalin gue, gue yang bakal ngurus mereka! "


"udah gak usah banyak bacot, serang" ketua dari penjahat tersebut memerintahkan anak buahnya untuk segera menyerang Raka.


saat ini terjadi perkelahian yang cukup serius hingga membuat Marel dan Nando terkapar. dan ketika itu salah satu penjahat ingin memukul Raka dari belakang, Indah segera memukul penjahat itu dengan ikat pinggangnya hingga membuat Penjahat terjingkat.dan akhirnya karena ikat pinggang tersebut satu persatu penjahat lari.


"lo nggak pa-pa kan? "


"iya gue gak pa-pa" sahut Raka sembari mengusap darah yang ada disudut bibirnya.


"Indah, kamu nggak pa-pa kan? " Marel memeriksa Indah. ia terlihat sangat cemas dan memeluk Indah.


"woe.. woe.. kalo mau bucin jangan disinilah, kasian sama yang jomblo kayak gue lah"

__ADS_1


tanpa memperdulikan ucapan Nando, Marel terus memeluk Indah hingga Indah sendiri yang mendorongnya.


"guys, gue makasih karena kalian nyelametin gue! " ucap Raka


"nggak usah banyak makasih, ya udah lo pulang biar gue sama Nando ikutin lo. takutnya ada penjahat lagi."


_


Joana seperti cacing kepanasan yang berjalan kesana kesini ketika mendengar Floella di taksir oleh geng Omosfor yang sangat terkenal dengan ketampanan dan juga kekayaan dari sang leader.


Joana bahkan sampai memukul meja karena merasa selalu kalah dari Floella.


"udah deh Joan, mending lo nggak usah cari masalah. biarin aja kalo banyak yang ngefans " ucap Giselle.


"gue gak bisa Terima dong Giselle! gue gak mau dia kesenengan dikejar-kejar sama cowok ini cowok itu. dan gue pastiin gak lama lagi gue bakal bikin reputasi Floella hancur.


"emang mau ngapain lagi si Joan.. lo gak kapok apa setiap kejahatan lo hampir kebongkar?."


"gue tenang kalo Elkan jatuh ke tangan gue. gue juga gak Terima kalo cowok-cowok yang hits itu pada deket sama Floella. lihat aja nanti, gue bakal bikin Floella gak disukain banyak orang! "


Joananbegitu ambisius untuk menghancurkan reputasi dari Floella entah apa yang akan ia perbuat untuk menjatuhkan Floella. yang jelas Joana begitu nekat. bahkan saat ini Giselle begitu mengkhawatirkan apa yang akan dilakukan oleh Joana kepada Floella.


Joana begitu menggebu-gebu ingin membuat nama Floella jelek. ia kemudian berpikir untuk membuat rencana.


"gue tau gimana caranya biar reputasi Floella hancur, gue bakal bikin zara terpuruk dalam keadaannya dan menyalahkan Floella. dengan begitu nanti akan ada banyak pernah yang berpikir negatif sama si Floellaella."


"inget Joana, kejahatan lo itu udah banyak, lebih baik lo berhenti buat rencana jahat lagi." Giselle memperingatkan Joana, namun Joana memiliki watak yang keras kepala. ia bahkan tidak perduli dengan ultimatum dari Marel dan Nando saat itu yang mengetahui bahwa dirinyalah yang mengurung Floella hingga tergigit ular.


"lo lihat aja nanti Giselle, gue bakal buktiin omongan gue"


"tapi Joan"


"lo diem, gue gak butuh saran dari lo. yang gue butuhin adalah gimana caranya biar gue bisa ngejatuhin mental Zara dan membuat Floella menjadi tersangka utamnya. dengan begitu orang-orang akan jauhin Floella bahkan membencinya termasuk Elkan dan leader dari Omorfos" Joana tersenyum Licik.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2