
Malam itu, Floella di temani oleh ibunya untuk belajar berdiri. karena dokter menganjurkan Floella untuk berlatih berdiri, meskipun malam hari, Floella masih terus melakukan kegitan itu.
"pa, ada apa?" itulah yang di lontarkan oleh Sekar, ketika meligat suaminya berjalan keluar dengan membawa kunci mobilnya.
"papa ada urusan sebentar ma, papa harus menemui seseorang!"balas Rama yang saat itu langsung melanjutkan langkahnya.
"apakah sepenting itu, sehingga malam-malam begini papa harus menemuinya?"
Floella hanya memoerhatikan kedua orang tuanya yang saat itu tengah berbincang.
"tidak terlalu ma, mama lanjutin aja sama Floella ya!" Rama mengukir senyum di sudut bibirnya.
"baiklah pa, papa hati-hati jangan ceroboh nyetirnya" ucapan sekar di angguki oleh Rama dan dalam waktu sekejap Rama sudah melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya.
setelah melihat suaminya sudah pergi, Sekar mengalihkan pandangannya dan menatap Floella dengan senyumnya yang mengembang. "sayang, kamu istirahat ya.. ini udah malem, gak baik kan kalo latihannya terlalu di forsir.!"
Floella pun menuruti ucapan dari Sekar. dan kini ia sudah memasuki kamarnya.
saat sampai di kamarnya yang kini ada di lantai bawah, Floella membaringkan badannya di atas kasur empuknya sembari memikirkan ucapan Nando yang sedikit mengusik pikirannya.
"gue gak nyangka lo bakal punya perasaan sama gue Nando! lo salah satu sahabat baik gue, bahkan lo satu-satunya sahabat gue yang tau soal sixth sense gue." Floella memghela nafas panjangnya. kini netranya menatap ke layar ponselnya.
Floella menatap beberapa foto yang pernah ia ambil bersama Nando. "gue gak mau lo jadi pelampisan gue Ndo, kalauoun gue nantinya punya perasaan sama lo, gue harap itu karna gue bisa lupain Elkan. bukan karena ingin melupakan Elkan, itu sama aja gue manfaatin lo kan?"
drrrttt ddrrrttt
tiba-tiba ponselnya berdering dengan nama yang tertulis di layar, namun jarang menghubunginya akhir-akhir ini.
"iya halo.."
"...."
"apa? sekarang ada dimana papa?"
"...."
__ADS_1
Floella segera menemui ibunya yang tengah berada di kamarnya. iya terus mengetuk hingga beberapa kali .
klek
"ada apa sayang, kenapa ka-" belum selesai dengan ucapannya, Floella langsung menghambur kedalam pelukan ibunya dengan terisak-isak.
"ada apa sayang, katakan sama mama!"
"ma papa ma.."
"ada apa sama papa sayang, kenapa kamu begini?"
"papa kecelakaan ma, tadi kak Edgar yang telfon dan bilang papa sekarang tmasih di tabgani dokter ma"
tanpa menunggu waktu lama, Sekar dan Floella segera menuju rumah sakit yang sudah di beritaukan oleh Edgar sesaat setelah menghubungi Floella.
-
Netra Floella menatap Edgar yang saat ini terduduk di depan ruang UGD dengan kepala yang di sangga oleh kedua tangannya di dahi.
"kamu tenang Floe, om Rama saat ini masih di tangani dokter."
sesaat setelah mereka sampai, seorang dokter keluar dari dalam ruangan.
"maaf, apa kalian anak dan istri dari pasien?" tanya seorang dokter.
"iya pak, saya istrinya dan ini anak kami! bagaimana dengan suami saya dok?"
"kalian masuk saja, dan satu lagi, pasien menginginkan saudara yang bernama Edgar untuk ikut masuk."
mereka pun akhirnya memasuki ruangan Rama yang saat ini masih terbaring lemah dengan banyak alat medis yang menempel di tubuhnya.
"papa..." Floella dan Sekar menghambur menangisi Rama.
"kalian jangan menangis, papa ingin kalian bahagia. ada yang ingin papa sampaikan untuk kalian."
__ADS_1
"papa, apa yang ingin papa katakan?" ucap Sekar sembari tangannya menggenggam jemari Rama.
"nak Edgar, dia anak baik. dia juga yang menolong papa. papa ingin kalian melanjutkan pertunangan kalian Floella! "
'Kenapa, kenapa om Rama bilang seperti itu' itulah yang ada di benak Edgar.
"tapi pa..?" ucap Floella.
"apapun untuk kesembuhan papa pasti Floella mau, iya kan sayang?" sambung Sekar memandang wajah anaknya yang saat itu tengah mematung.
'apa ini solusi yang di berikan tuhan untukku. dengan begini aku akan berusaha melupakan Elkan, dan Nando tidak akan mendekatiku lagi'
dan akhirnya dengan ragu-ragu Floellq mengangguki ucapan dari ibunya. dan seketika senyum tipis terukir di wajah Rama.
"Floella..kamu serius dengan keputusan kamu?" tanya Edgar.
"ma, pa, Floella izin keluar. Floella mau ngobrol sama pak Edgar."
saat itu Edgar mengekori Floella yang saat itu berjalan keluar lebih dulu.
"kak, sebelumnya aku minta maaf karna tidak meminta persetujuan dari kak Edgar. tapi aku gak mau papa sampai colabs kak"
Edgar perlahan mendekat ke arah Dloella, Edgar meletakkan kedua tangannya di pundak Floella. "aku tau itu Floe, aku ga marah. dan aku mau lakuin ini juga demi kesehatan om Rama. jadi kamu sekarang tenang ya"
Floella yang mendaoati jawaban dari Edgar pun menhembuskan nafas lesga sembari mengangguk pelan. dan seketika Edgar menarik Floella kedalam pelukannya.
'pak edgar memang orang yang baik, bahkan pak Edgar gak nolak sama sekali? aku yakin pak edgar lakuin ini karena pak Edgar perduli sama papa!'
'apa aku bisa seperti ini selamnya dengan kamu Floella?' Edgar semakin mengeratkan pelukannya.
.
.bersambung
.
__ADS_1
.