
setelah makan siang Elakkan segera mengantarkan Floella pulang. setelah itu ia memilih untuk pergi ke basecamnya. dan setelah beberapa menit ia disana, Marvel datang bersama dengan Nando.
"ternyata lo udah disini El? lo tadi kemana si tiga tiba-tiba ngilang gitu aja! " ucap Nando
"gue ada urusan"sahut Elkan
Elkan memang tidak mengatakan ia mengantarkan Floella. karena dia tau, jika ia jujur, Nando dan Marel pasti akan menggodanya.
" oh ya El, kayaknya ketua geng Omorfos itu bener-bener suka deh sama Floella.
celetukan Nando berhasil membuat Elkan menatapnya lekat. ia memikirkan tentang yang dikatakan oleh Nando.
"kayaknya si gitu. gue juga lihat tatapan dari Garam itu bener-bener dalem banget sama Floella" Marel pun ikut menimpali ucapan Nando.
drrtt drrtt
ponsel Marel berdering, dan saat itu ternyata Indah lah yang menghubunginya.
"iya halo Indah, ada apa? "
"emm Rel, aku mau kita belajar bareng. kamu bisa kan? "
"tentu Indah"
"ya udah bye Rel, ketemu nanti ya"
klik
Marel dan Indah mengakhiri sambungan telefon mereka. Marel langsung meninggalkan tempat itu untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"eh mau kemana lo Rel" pelik Nando yang melihat Marel berlari keluar.
"kayaknya tu anak mau ketemu sama Indah" sahut Elkan
"kalo gitu gue juga mau pergi ah, gue mau ke rumah Zara"
"ya udah lo tinggal kesana ngapain lo pamit smaa gue Ndo? "
"siapa yang pamit, gue cuma ngomong kok" ucap Nando dan berlalu pergi. sementara Elkan terkekeh melihat tingkah Nando.
"temen-temen gue pada bucin semua, heran gue"
-
sebelum oergi ke rumah Zara, Nando sempat membeli camilan untuk ia bawa ke rumah Zara. namun setelah ia sampai, ia melihat Zara yang tengah berbincang dengan Edgar di teras rumahnya.
"bang Edgar? kenapa akhir-akhir ini bang Edgar sering banget dateng ke rumah Zara? apa bang Edgar mau deketin Zara? "
ia lalu memasuki halaman rumah Zara.
"siang semuanya" ucap Nando.
dan saat itu pula Zara tersenyum mendengar kedatangan Nando. entah kenapa Zara sangat mengharapkan kedatangan Nando.
"hara Zara, ini gue bawain camilan kesukaan lo"
Zara mencium bau makanan ringan kesukaannya, yaitu keripik kentang. dengan segera Zara menyuapnya kedalam mulut. Nando dan Edgar yang menyaksikan Zara menikmati keripik kentang miliknya, membuat keduanya terkekeh karena Zara langsung terlihat seperti anak kecil.
"emm bang Edgar tumben ada disini? "
__ADS_1
"ini Nando, tadi aku mengantarkan Zara pulang sekolah sekalian aku melihat perkembangannya dalam pendidikan, dan ternyata Zara sudah mulai bisa beradaptasi" ujar Edgar.
"oohh, gue kira bang Edgar PDKT sama Zara."
"uhuk.. uhuk.. " mendengar ucapan Nando membuat Zara tersedak, dengan segera Nando membukakan minuman yang ia bawa bersama dengan keripik untuk Zara.
"minum dulu Ra"
Nando memegangi botol minuman yang saat ini tengah di tenggak oleh Zara.
"emm ya sudah aku harus pamit, karena ada urusan yang harus aku urus."
"emm pak Edgar makasih ya sudah berkenan mengantar saya pulang"
"tidak apa Zara. lagi pula kita berada di tempat yang sama. dan aku sekalian untuk membeli buku didepan situ. ya sudah aku pamit"
Dan kini Zara hanya berdua dengan Nando. tanpa Zara ketahui saat itu Nando mandangi Zara yang tengah melanjutkan memakan keripik yang ia bawakan.
"gelepotan banget si Zara" ucap Nando sembari membersihkan sisa keripik yang ada disudut bibir Zara.
dag dug dag dug
detak jantung Zara langsung tidak beraturan. ia heran kenapa perasaannya menjadi seperti ini.
'gue gak bisa liyat aja deg-degan kayak gini, gimana kalo gue bisa liyat wajah Nando? 'batin Zara yang tengah menyengir kuda untuk menutupi rasa geroginya.
'ini gue deg-degan? apa gue mulai suka sama Zara?' Nando pun merasakan hal yang sama dengan Zara. namun saat itu Nando belum bisa memastikan perasannya dan memilih diam.
.
__ADS_1
. bersambung
jangan lupa mampir di karya baru aku ya kakak readers yang berjudul Viksi