
Setelah memarahi Floella, Elkan hanya diam melihat Edgar membawa Floella ke basecamp tempat biasa Elkan dan teman-teman nya berkumpul.
Dan disisi lain ada rasa lega karena Floella sudah baik-baik saja. Namun Elkan tetap saja tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Floella yang baru saja sadar dari pingsannya dan justru berlari hanya untuk membantu seseorang yang bahkan dia sendiri belum mengenalnya.
"Oke, karena Floella udah ketemu gue cabut" Ujar Raka yang langsung menarik gas ditangannya tanpa menunggu jawaban dari siapapun.
"Floella, lo gak papakan? Oh astaga, tangan lo luka Floe? " Indah terlihat begitu cemas melihat tangan Floella yang tergores oleh senjata tajam dari orang yang ingin melukai seseorang yang ditolong oleh Floella.
Brakk
Elkan yang baru tiba melempar sebuah kotak pertolongan pertama ke atas meja. Tanpa mengatakan apapun, ia justru langsung berbaring di atas sofa singgah sananya.
"Lo kenapa si El, dari tadi lo uring-uringan mulu gua lihat, kalo gak uring-uringan ya ngamuk kayak gini ni" Ucap Nando yang terheran melihat sikap Elkan yang tidak seperti biasanya yang selalu terlihat tenang dan dingin.
"Bete aja gue Ndo, tadi itu gue lihat ada cewek pingsan. Terus dia itu di bangunin sama temennya. Giliran udah sadar malah langsung lari nolongin ibu-ibu sampek dia luka. Kan kesannya dia itu gak sayang sama nyawanya sendiri. Emang dia gak tau apa kalo banyak yang perduli sama dia? Dia gak mikir gitu kalo terjadi apa-apa, kayak apa perasaan orang yang peduli sama dia" Ocehan Elkan justru mendapat kekehan dari Nando dan juga Marel.
"Kok kalian malah ngetawain gue si?"
"Gimana gak ketawa El, lo itu ngomel udah ngalahin emak-emak komplek tau gak? " Sahut Nando.
"Iya El, lo kenapa si. Lagian niat Floella itu kan baik, nolongin orang" Marel pun menimpali ucapan Nando.
"Dia gak tau aja kalo kita itu kesusahan nyari dia. Eh giliran ketemu malah bikin orang sersngan jantung kan, ngerepotin! "
"Kalo lo emang ngerasa gue repotin gue minta maaf El, tapi lain kali lo gak perlu kok nyariin gue." Sahut Floella dan segera pergi setelah di obati oleh Indah.
"Issh, lo si El.. Floella jadi pergikan? Mana dia lagi luka kaya gitu. Terus diluar mendung lagi, nanti kalo keujanan terus dia sakit gimana coba? " Omel Indah.
"Biar aku yang ngejar Floella" Sahut Edgar.
Tak lama setelah itu, Edgar menjumpai Floella yang tengah terduduk di emperan toko sembari memasangkan plaster di tangannya yang tergores.
__ADS_1
"Aku anter pulang ya Floella? " Tawar Edgar, namun saat itu Floella melihat Zara yang baru saja tiba untuk bergabung di basecamp.
"Gak usah kak, kak Edgar tolong Zara ya, kayaknya dia lagi kesusahan mau buka pintu"
Pandangan Edgar memutar dan melihat Zara yang memang sedang berusaha untuk masuk, namun karena ia tidak bisa melihat akan sedikit susah baginya. Akhirnya Edgar menuruti ucapan Floella dan membantu Zara untuk masuk ke basecamp mereka.
Hari berjalan cukup cepat, hingga keesokan harinya sperti biasa, Floella selalu berangkat kesekolah dengan kendaraan umum.
Baru saja ia memasuki halaman sekolah, ia sudah disambut dengan banyak daun yang sengaja di siramkan keladanya.
"Opps, sorry.. " Agnes dan temannya sengaja menumpahkan daun-daun kering yang ada di tong sampah ke atas badan Floella hingga membuat pakaiannya kotor dan bau sampah.
Dan saat itu Garvan dan juga teman-teman nya memperhatikan dari area parkir, kecuali Raka yang memang sudah dikeluarkan eh Garvan.
"Beuh, cewek lo kasar juga Van. Emang lo yakin mau ngebully Floella Van? Yang lo bilang punya sixth sense itu? "Ujar Angga
"Lagian selama gue deket sama dia, gue gak pernah lihat kalo dia punya sixth sense. Mungkin aja itu cuman bohongan kan?"
"Iya lo gak kasian apa lihat Floella jadi kotor kayak gitu. Issh itu pasti bauk banget" Sahut Andrew
"Eh tunggu, tu Floella ngapain kok malah deket-deket sama si Agnes?"
Dan tanpa diduga, dalam keadaan yang sudah kotor dan bau, Floella justru memeluk Agnes dan kedua teman Agnes. Sehingga membuat ketiganya histeris.
"Lepas dong.. Ihh jijik banget" Agnes histeris karna kini dirinya sama hal nya dengan apa yang Floella alami.
"Kalian ini kenapa malah mainan sampah disini? Sebagai hukumannya kalian harus membersihkan semua ini jangan ada sisa! " Ucap guru piket yang baru berkeliling.
Dengan hati yang kesal, Agnes beserta datangnya memungut sampah-sampah tersebut bersama dengan Floella.
'Kalian pikir gue bakalan diem aja kalian bully gue? Gak akan, gue gak akan biarin tindakan kalian!'
__ADS_1
Usai membersihkan sampah, Floella segera berganti pakaian. Dan disaat itulah lagi-lagi Agnes dan teman-temannya memasang ember yang berisi air agar menyiram Floella
Ceklek
Byur
Ketika mendengar suara air tumpah, Agnes dan kedua temannya berlari menyusul Garvan yang sudah menunggunya didekat toilet.
"Kalian ngapain disini? Jangan bilang kalian mau ngerjain Floella? " Tanya Raka yang baru saja datang.
"Kenapa Rak? Lo gak Terima cewek lo gue kerjain? "
Disaat Raka ingin membalas ucapan Garvan, saat itu Floella keluar dengan pakaian yang masih bersih.
"Sorry, ini punya siapa ya? Tadi gue pinjem buat payung di dalam. Sorry ya kotor kena air pel deh kayaknya" Ucap Floella sembari mengulurkan payung berwarna pink milik Agnes dan melenggang pergi.
Saat itu Raka terkekeh melihat raut wajah Agnes yang sangat kesal. Tetapi Raka segera berlari dan menghentikan Floella di hadapan Garvan dan teman-temannya.
"Tunggu Floella, ini buat lo" Raka mengulurkan kotak obat untuk Floella.
"Buat apa? "
"Ya buat ngobatin luka lo lah Floella.. Tu yang kemaren kena sayatan. Oh ya Floella, emang lo kenal sama Ibu-ibu yang lo tolong kemarin? "
"Enggak si, cuman gue kasihan aja kalo sampek ibu-ibu itu kenapa-napa, pasti keluarganya bakal sedih banget kan? "
"Sayang banget kemaren gue gak lihat wajahnya, padahal gue kayak gak asing deh sama ibu itu. Lagian lo abis pingsan pakek nolong orang segala, ya pasti lah lo belom stabil dan gak bisa nyindir dari orang yang berniat ngelupain ibu itu kan"
Selagi Raka berbincang dengan Floella, Garvan terus memperhatikan dan juga mendengar ucapan dari Raka yang membahas sayatan di tangan Floella.
'Jadi kemaren setelah gue tinggalin dia waktu pingsan, ternyata dia malah nolongin orang? '
__ADS_1
.
. Bersambung