
▪Unik aja gak bisa bikin lo cinta sama gue el
ucapan floella terngiang di kepala elkan. elkan terus memikirkan tentang floella. saat itu elkan berencana untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. namun sebelum ia berangkat, joana lebih dulu datang ke rumahnya.
elkan kembali mematikan mesin mobilnya dan turun menemui joana.
"lo kenapa kesini jo, bentar lagi kita kan kumpul di tempat biasa."
"sorry el, gue hari ini gak bisa ikut kumpul. soalnya gue udah janji sama tante mariska buat ke butik mami gue"
"hei jo.." seperti biasa yang di lakukan kaum hawa, mereka pun melakukan cium pipi kanan dan kiri.
"hai tante.. yuk berangkat tan.."
"sayang, mama pergi sama joana dulu ya.."
"iya ma hati-hati di jalan" elkan hanya memperhatikan kepergian ibunya dan joana.
elkan berpikir, sejak kapan ibunya menjadi akrab dengan joana. pasalnya ibunya tidak pernah seakrab ini dengan joana.
namun karena tidak ingin ambil pusing, elkan pun segera menemui teman-temannya.
selang beberapa saat elkan sampai di basecam mereka.
"ah joana gak asik ni, pakek gak dateng segala lagi" giselle mengerucutkan bibirnya.
"nando juga gak dateng hari ini" sahut marel.
"joana lagi jalan bareng nyokap gue sel. kalo lo mau, nyusul aja ke butiknya joan"
"benaran el?"
elkan hanya mengangguki ucapan giselle, dalam waktu beberapa detik giselle pun meninggalkan tempat itu dan tinggal tersisa elkan dan marel.
elkan dan marel hanya terduduk dan sibik dengan gawainya masing-masing. namun tanpa mereka sadari, saat ini mereka tidak fokus dengan dengan apa yang meraka lihat di ponsel mereka. melainkan ada sesuatau yanh mereka pikirkan.
sedangkan di tempat lain ketika floella dan kedua sahabatnya pergi ke sebuah kafe, mereka tidak sadar di ikuti oleh seseorang. dan ketika mereka hendak memesan sesuatu orang yang mengikuti mereka tiba-tiba menarik floella ke dalam pelukannya. sontak hal itu membuat zara dan indah membelalakan matanya.
karena floella yang merasa terkejut ia langsung mendorong orang itu hingga tersungkur ke lantai.
"astaga floella, itu nando. kenapa lo dorong sampek nyungsruk" ucap indah kemudian membanyu nando untuk bangkit.
floella sedikit menyesal dengan tindakannya, namin ia juga merasa nando saat itu bertindak kurang sopan saat tiba-tiba memeluk dirinya tanpa sepengetahuannya.
"bukan salah gue lah ndah, tu anak aja yang sawan. tiba-tiba meluk gue, ya gue kira orang jahat." floella tidak terima dengan perlakuan nando.
__ADS_1
"iya ndah bener kata floella. tapi lo kenapa si ndo pakek mendadak meluk floella.. ya kita tau kalian baru jadian, tapi ya gak gitu jugalah. hormati kita sebagai para jomblo" ucapan zara membuat nando terkekeh.
'jadi mereka tetep ngira kalo gue benran jadia sama floella' tiba-tiba nando menyunghingkan senyumnya. saat itu ia tak melewatkan kesemoatan untuk memanfaatkan keadaan hubungannya dengan floella.
"karena kalian tau, jadi gak masalahkan floella gue pinjem bentar"
"ya silahkan, kalo gitu kita mau makan duluan okey" sahut indah
tanpa persetujuan dari floella, nando menarik floella begitu saja hingga floella tidak di beri kesempatan untuknya berbicara atau bahkan sekedar pamit kepada kedua sahabatnya.
nando mendudukan floella ke dalam bangku di samping pengemudi dan memasang sabuk pengaman untuk floella.
"lo mau ajak gue kemana si ndo, lo ganggu acara gue sama temen-temen gua tau nggak!"
nando lalu mengubah pandangannya ke arah floella yang terlihat kesal.
"dan satu lagi, apa si untungnya buat lo yang pura-pura jadi pacar gue?"
nando lalu menghentikan laju mobilnya di tepi jalan, saat itu bukannya menjawab pertanyaan dari floella. namun nando malah membawa floella ke sebuah restoran milik orang tuanya.
"masuklah floe, seseorang ingin menemui mu"
seseorang duduk di slah satu kursi pelanggan dan menyambuy floella dengan senyum hangat yang terukir di wajahnya.
"tante vita?" floella menatap ke arah nando dengan raut wajah penuh tanya. pasalnya ia tidak tau kenapa ibu nando menunggunya di tempat itu. mereka memang pernah bertemu. tapi tidak sedekat ini, yang mengharuskan mereka bertemj di sebuah restoran.
"tante apa kabar? tante udah baikan?"
"ini semua berkat kamu floella.. kami sudah menolong saya dengan nando. kao kamu tidak membantu nando, entah apa yang terjadi dengan kamj saat ini."
"ah tante.. tante jangan berlebihan, itu kebetulan aja kok floella pas ada di situ. jadi sesama manusia kita harus tolong menolong kan tan?"
"iya kamu bener floella.. " saat itu tiba-tiba bi savita bangkit dari temoat duduknya dan memeluk floella dengan hangat. mereka berbincang cukup lama hingga bu savita harus oergi lebih dulu. tinggal tersisa dirinya dengan nando.
ketika floella tengah menikmati makanannya, saat itu juga nando terua memperhatikan floella.
"ada ndo, kenapa lo lihatin gue kaya gitu? ada sesuatu di wajah gue?" floella meraba wajahnya mencari sesuatu yang membuat nando terua menatapnya. namin saat itu giba-tiba nando meraih tabgn floella dan membuat floella tertegun.
"maaf floe.. gue sempet gak percaya sama perkataan lo. tapi ternyata apa yang lo bilang itu bener, kemaren nyokap gue hampir do celakai oleh seseorang untungnya gue sama polisi datang tepat waktu."
"udahlah ndo lupain aja, lagian emang kadang sixth sense itu gak masuk akal kan.."
nando menarik floella ke dalam pelukannya, dan halitu lagi-lagi membuat floella tertegun.
"kalian.. kalian ada disini.." sontak nando melepas pelukannya dan mencari sumber suara yang tengah mengajak mereka berbicara.
__ADS_1
"joana, tante mariska?"
"hai ndo, ternyata kalian beneran jadian? kenalin tante ini floella pacar nando yang dulunya sering ngejar-ngejar elkan."
bu mariska mengernyitkan dahinya, saat itu ia tengah menatap intens floella yanh duduk tak jaih dari nando.
"emm joana kita pindah ke resto lain ya. tante mendadak ga selera makan disini"
"oh boleh tante, mari.."
"dan untuk kalian, kalo pacaran jangan di temoat umum dong. kalian mengganggu kenyamanan. dan untuk kamu floella, kamu itu perempuan seharusnya kamu bisa jaga diri. untung saja elkan tidak suka sama kamu, bisa-bisa yang saya lihat saat ini elkan bukan nando. pasti kamu bawa pengarih yang gak baik nantinya."
entah kenapa dengan bu mariska yang mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan floella. saat itu floella hanya termangu mendapat perlakukan seperti itu dari ibu orang yang paling ia sukai hingga detik ini.
"sorry floe.. gara-gara gue tante mariska jadi bersikap sepeeti itu"
"udahlah ndo gak usah di bahas, kalo gitu gie harus pergi. bye.." floella pergi begitu saja dengan raut wajah yang sulit di artikan dan membuat nando merasa tidak enak dengan tindakannya.
▪▪▪▪▪
"ma.. mama kenapa kelihatnnya kok kaya lagi kesel?"
elkan melihat ibunya seperti itu membuat benaknya tak tenang. pasalnya ibunya adalah bukan tipe orang yang tiba-tiba kesal jika tidak ada sesuatu yang terjadi.
"duduk dulu ma, mama minum ini"
setwlah menghabiskan minuman dari elkan bu mariska sesikit lebih bisa mengontrol kekesalannya.
"mama gak habis pikir ya sama anak jaman sekarang"
"kenapa ma, ada apa mama marah-marah kaya gini?"
"ya itu tadi mama lihat temen kamu nando, dia itu peluk-pelukan sama pacarnya di tempat umum. itu bener9bener gak sopan!" bu mariska memang seseorang yang akan langsung mengatakan apa yang membuatnya tidak suka. termasuk seseorang yang baru ia kenal yang membuatnya tidsk nyaman.
"emang mama ketemu nando dimana? terus dia sama siapa"
"mama lihay dia lagi makan sama pacarnya yang katanya dulu ngejar-ngejar kamu! untung aja kamu gak jadian sama dia, kalo sampek kamu jadian sama dia.. pasti kelakuan kamu kebawa sama sifatnya perempuan itu"
"yang mama maksud floella?"
"nah bener kata kamu el, floella namanya. ya udah mama mau ke atas, darah tinggi mama naik no kayaknya lihat kelakuan anak jaman sekarang" bu mariska pergi sembari begidik ngeri.
'mereka pelukan? mereka bilang, mereka gak jadian!'
raut wajah elkan sangat tidak bisa di terka, entah apa yang ia pikirkan tentang nando dan juga floella..
__ADS_1
.bersambung
.