Fool Love

Fool Love
Seorang Cowo Cool


__ADS_3

Kenop pintu bergerak, sesaat netra elkan mengamati pintu yang mulai terbuka. sesosok pria yang berjalan pelan memasuki rumahnya dengan air muka yang sulit di artikan.


elkan pun mulai penasaran dengan raut wajah yang di tunjukkan oleh edgar, pasalnya edgar seseorang yang selalu dengan wajah datarnya, kini seperti bukan dirinya.


"bang.." elkan memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.


"hemmm..." panggilan elkan hanya di jawab dengan sebuah dehaman yang nyaris tak terdengar.


"kalo gitu gue ke atas dulu bang" ingin rasanya elkan bertanya tentang apa yang terjadi, namun melihat keadaan yang tak memungkinkan, akhirnya elkan memilih untuk kembali ke kamarnya.


Kini edgar juga memilih untuk ke kamarnya. dengan langkah gontai ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya. dan kini bayangan yang terjadi di rumah floella kembali menguasai pikirannya.


"bodo ah, mending gue gak usah mikirin itu. sekarang gue fokus sama kerjaan gue!" dan edgar pun memaksa memejamkan matanya hinga entah berapa lama ia masih terjaga dan malah semakin memikirkan penyebab kegusarannya.


di lain tempat kini bu sekar mengajak floella untuk berbicara empat mata. ia terus memperhatikan floella yang sedari tadi menatap keluar jendela kamarnya.


"gimana sayang, apa kamu sudah memutuskan tentang yang ibu bicarakan tadi?"


pandangan floella yang tadinya menatap keluar jendela, kini perlahan menyusuri setiap sudut ruangan kamarnya dan berhenti di wajah ibunya yang terlihat meneduhkan. "ma, mama tau kan floella seperti apa?"


"mama tau sayang, maka dari itu mama ingin kamu memutuskannya sekarang!"


floella menghela nafas panjang dan ragu-ragu menganggukkan kepalanya perlahan. mengetahui jawaban floella, bu sekar kini mengukir senyum di wajahnya.


kini di tariknya tubuh floella dan sebuah pelukan hangat kini menyelimuti floella yang tersenyum getir.


▪▪▪▪▪


Seperti hari biasa, floella selalu bertiga ketika di sekolahan. ia pergi ke kantin dengan zara dan indah. namun ada sesuatu yang membuat zara dan indah saling menatap.


"lo kenapa si floe dari tadi diem aja, biasanya lo kan cerewet!"ucap indah yang tiba-tiba menghentikan langkah kakinya tepat di dihadapan floella.


"iya fleo.. cerita dong kalo lo ada apa-apa. kita ini sahabatan lo.." sahut zara yang saat itu menatap lekat floella.


"apaan si kalian, gue gak ada apa-apa. ini mungkin efek dari kaki gue yang masih agak nyeri aja." floella memang hanya beralasan, ia tidak ingin sahabatnya mengetahui tentang apa yang ia rasakan saat ini, lebih tepatnya ia belum ingin memberitahukan hal tersebut kepada kedua sahabatnya itu.


"floella..." panggil seseorang yang kini mulai mendekat ke arah tiga gadis tersebut.


"iya ndo ada apa?"


ya, orang yang memanggilnya adalah nando yang di temani oleh marel dan juga elkan.


"gimana sama kaki lo udah mendingan?"

__ADS_1


"ya seperti yang lo lihat gue udah baikan sekarang."


namun saat itu secara tiba-tiba nando mendekat ke arah telinga floella dan.. "apa ini ada hubungannya sama penglihatan lo floe..?"


floella yang mendapat pertanyaan itu ia membalas pertanyaan itu dengan sebuah anggukan. dan hal itu membuat beberapa temannya yang ada di tempat itupun mengerutkan dahi mereka.


"bentar ndo, gue pinjem floellanya.." elkan secara mendadak menarik floella ke tempat yang lumayan jauh dari teman-temannya.


"eh mau lo bawa kemana fleola el" nando meneriaki elkan yang kini sudah tak terlihat dengan membawa floella.


nando pun yang melihat hal itu ingin segera menyusul floella dengan elkan. "mau kemana..?" namun marel segera menahannya.


"mau nyusulin merekalah rel"


"gak usah ikut campur, kalo elkan udah bertindak, itu berarti ada sesuatu yang penting."


"iya ndo, mending lo ikut kita ke kantin aja" sahut indah.


"itu lebih baik" sahut marel yang mengerlingkan sebelah matanya, sehingga tanpa marel sadari ia membuat pertahanan dari seorang gadis luluh lantak.


selama ini ia berusaha untuk tidak mengejar marel, namun melihat sikapnya yang barusan membuat keinginannya untuk lebih dekat dengan marel semakin besar.


di sisi lain sekolah, elkan memposisikan dirinya tepat di hadapan floella yang kini berdiri di dekat dinding sebuah bangunan yang ada di belakang sekolah.


"ada apa si el, lo kasar banget sama gue?" entah apa yang membuat elkan kali ini sedikit kasar saat menarik floella, padahal ia tau bahwa floella belum sembuh total setelah terkena botol kala itu.


'gue gak nyangka seorang cowo yang kemarin-kemarin begitu perhatian waktu gue sakit, sekarang bisa sekasar ini?' pertanyaan timbul begitu saja di benak lara. ia sedikit pusing dengan sikap elkan yang gampang sekali berubah-ubah layaknya seseorang yang berkepribadian ganda.


"apa yang lo la-"


"awas el..." floella menarik elkan ke arahnya hingga kini posisinya dengan elkan hampir menempel, hingga hembusan nafas elkan terasa hangat menerpa kulit wajahnya.


bukan tanpa alasan floella menarik elkan mendekat dengannya, melainkan seperti biasa ia tau sesuatu akan menimpa elkan.


sementara itu, setelah ia sadar elkan menatapnya floella langsung menundukan kepalanya sedikit memundurkan posisinya yang kini benar-benar menempel di sebuah dinding.


"lo punya sixth sense floe!" bukan sebuah pertanyaan melainkan pernyataan daei bibir elkan.


mendengar ucapan dari elkan, sontak membuat floella menatap ke arah elkan hingga pandangan mereka saling bertabrakan satu sama lain.


"apaan si el, gak jelas tau" sebuah dorongan kecil di lakukan oleh floella, hingga saat mendapat dorongan tersebut elkan tak bergeming dan kini semakin mendekat ke arah floella.


"jangan tutupin ini dari gue floe!"sarkas elkan lalu menarik ujung sudut bibirnya membentuk senyum menyeringai yang membuat floella bergidik.

__ADS_1


entah sengaja atau tidak, kini elkan mencengkeram lengan floella lumayan kencang sehingga membuat floella meringis.


"gu-gue gak tau a-apa yang lo omongin el.." floella berusaha membuat wajahnya terlihat tenang meskipun kini hatinya begitu bergejolak karena posisinya yang begitu dekat dengan elkan.


"kalo itu gak bener ngapain lo gagap kaya sekarang?"


"lo kedeketan sama gue el.. sana munduran gih"


tanpa jawaban elkan mendekat dengan senyum yang tersungging di bibirnya. namun senyum itu bukan senyum keramahan, melainkan seperti senyum yang mempunyai makna lain.


"jadi yang gue denger dari tadi itu adalah jantung lo yang gak bisa di kontrol karna gue deketin lo?" kini elkan semakin mengikis jarak antara dirinya dengan floella yang kini semakin tak karuan .


"lo mau apa el mundur gak? gue bilang mundur!" bentak floella yang tak di gubris sedikitpun oleh elkan yang semakin mendekat. "gue emang pernah suka sama lo el tapi lo gak pantes giniin gue, gue bukan cewe kaya gitu!"


"pernah suka atau masih suka?" jarakpun hanya tinggal beberapa senti


"iya, gue masih suka sama lo tapi kan gue udah gak gangguin lo jadi lo mundur el!"


"gak semudah itu, lo harus jawab pertanyaan gue tadi" elkan menunggu jawaban dari floella, namun floella hanya terdiam. dan kini elkan hampir menempelkan indra pengecapnya di sebuah bibir ranum milik floella.


"iya gue punya sixth sense!" ucap floella sembari mendorong tubuh elkan.


"hahah, benerkan dugaan gue kalo lo punya sixth sense!"


"udahkan, gue harus pergi" tanpa mendengar balasan dari elkan, floella berlari begitu saja dan berlari menyusul teman-temannya.


sementara itu elkan menatap kepergian floella.


-


"ada apa floe, lo kok keringetan?" ucap zara sembari menyodorkan minuman untuk floella. tanpa menjawab pertanyaan dari zara, floella langsung menenggak habis minuman yang di berikan oleh zara.


'untung aja tadi gue gak terlena, kalo sampe elkan nyium gue, bisa-bisa gue di anggep murahanlah.'


'tapi tadi elkan mau tanya apa ya sama gue?' floella maaih asik dengan lamunannya sehingga tidak mendengar suara dari teman-temannya.


sedangkan elkan kini merutuki apa yang ia sudah lakukan "gila banget gue, tadi itu beneran gue? seorang cowo cool di sekolahan ini hampir nyium cewe yang ngejar-ngejar gue? untung aja dia dorong gue" elkan mengacak rambutnya frustasi. lalu ia teringat sesuatu dan membelalakan matanya sempurna. "astaga, kenapa gue lupa. gue tadi kan mau tanya soal bang edgar!haiss bego banget si" elkan memukul dindinh di sebelahnya.


"tunggu aja, gie pasti dapet jawabannya!"


.


.bersambung

__ADS_1


.


.


__ADS_2