Fool Love

Fool Love
Termakan Profokasi


__ADS_3

kedatangan Edgar berhasil membuat Floella seperti maling yang tertangkap basah. pasalnya Edgar saat ini adalah tunangannya, justru Floella memeluk Elkan yang adalah adik dari tunangannya.


"kalian berdua kenapa ada disini?"


"aku hanya ingin berbicara dengan Floella mengenai Zara bang. bang Edgar jangan salah paham" Elkan berusaha untuk lebih tenang.


Edgar menyipitkan kedua matanya, ia lalu menarik Floella hingga merapat kearahnya. "ya sudah, lebih baik kta ke ruangan Zara sekarang"


Edgar menggandeng tangan Floella, namun Floella menghentikam Edgar. "gak bisa kak, orangtua Zara bahkan Zara sendiri gak mau ketemu sama aku. bahkam mereka laramg aku buat masuk"


"kenapa? kenapa mereka melarangmu Floe?"


Floella menarik mafas dalam dan membuangnya kasar. "karna aku nutupin hubungan Marel sama Indah kak!"


Edgar lalu menarik Floella kedalam dekapannya. ia mengusap lembut rambut Floella dihadapan Elkan. "kamu tenang Floe, aku pasti akan jelasin sama mereka kalo ini bukanlah salah kamu."


melihat hal itu Elkan perlahan pergi dari tempat itu. namun ketika Elkan sampai didepan rumah sakit, ia melihat Giselle bersama dengan Joana sedang mengintai ruangan Zara. akhirnya saat itu Elkan bersembunyi di balik dinding.


setelah beberapa saat orang tua Zara keluar untuk mengurus sesuatu. saat itulah Joana ditemani oleh Giselle memasuki ruangan Zara. dengan segera Elkan mengikuti mereka dan memperhatikam dari balik pintu.


"hai Zara.." ucap Joana


"siapa? apa lo Joana?" tanya Zara bingung.


"astaga Zara, lo buta?" ucap Joana yang berpura-pura baru tau. pasalnya Joana sudah tau ketika ia mengawasi sedari tadi sejak Floella dan Indah diusir dari dalam.


"Joan, ayok kita pergi aja dari sini. lo jangan sampek bikin keadaan Zara tambah down!" bisik Giselle memperingatkan Joana.


Joana mengedipkan matanya sembari meletakkan jari telunjuknya di bibirnya untuk mengisyaratkan Joana untuk tidak berbicara.


"kasihan banget si lo Zara, udah ditikung, dikhianatin, dan sekarang lo malaj jadi buta? kalo menurut gue ini si salah Floella ya. katanya dia sahabat lo, tapi dia justru nutupin hubungan Indah sama Marel! dan lo buta, gue yakin karna Floella gak langsung bawa lo ke rumah sakit deh"


mendengar ucapan dari Joana, Zara mengernyitkan dahinya. ia bahkan tidak mengerti apa yang dibicarakam oleh Joana mengenai Floella.


"maksud lo apa Joana? kenapa lo bilang gie buta itu gara-gara Floella?"


"ya tadinya anak-anak udah nyuruh buat lo segera dibawa kerumah sakit, eh malah Floella bilang lo ditangani di uks aja. dan inilah hasilnya, karena lo terlambat ditangani oleh dokter yang profesional, akhirnya lo memgalami kebutaan ini. dan lo gak bisa lihat dunia ini lagi Zara." Zara tersenyum licik setelah melihat air muka keterkejutan Zara.


'gue yakin lo bakal kemakan sama omongan gue Zara. dan buat lo Floe, gue pastiin perlahan lo bakal kehilangan orang-orang terdekat lo!'


"yaudah ya Zara, cepet pulih. gue balik dulu ya"

__ADS_1


melihat Joana dan Giselle hendak berjalan keluar, Elkan segera bersembunyi dibalik dinding. namun ketika mereka keluar dari ruangan, Joana masih melihat ke arah dalam. ia melihat Zara yang terlihat kesal dan menangis akan kekecewaan yang ia rasakan.


"rencana gue berjalan lancar, ya udah Sell ayo kita balik. kayaknya Zara udah termakan sama profokasi gue! "


akhirnya Joana benar-benar pergi meninggalkan ruangan Zara.


sementara itu Elkan tersenyum menyeringai setelah merekam semua yang dibicarakan oleh Joana. "lo lihat aja Joan, gue pastiin rencana lo bakalan gagal. gue gak nyangka lojadi kaya gini Joan, padahal dulu lo salah satu sahabat terbaik gue!"


sementara itu Indah bersma Marel dan juga Nando sudah berada dibasecam mereka. Marel terus menghibur Indah yang terus menangis menyalahkan dirinya sendiri.


"eh Rel, tadi itu Elkan sama Floella kemana ya? "


"gue juga gak tau Ndo. lo kan tau gue dari tadi sama Indah!" Marel menimpali ucapan Nando.


"Rel kayaknya kita harus putus, gue gak mau semakin ngecewain Zara." Indah bangkit dari duduknya. ia menyeka air matanya kasar.


"gak bisa gini dong Ndah, gue cinta sama lo"


"gue tau Rel, tapi persahabatan gue juga penting buat gue. gue gak mau bikin Zara tambah terluka!"


"apa gue gak penting buat lo Indah? dan apa kalo gue yang terluka lo gak perduli?"


"nggak gitu Marel, gue mau kita kayak dulu. Zara jadi sahabat gue dan lo juga!"


"lebih baik kalian buat keputusan dalam keadaan dingin, jangan pas panas-panasnya kayak gini" ucap Nando disela perbincangan Indah denga Marel.


"gak bisa Nando, keputusan gue udah bulat"


"tapi Indah, kita bisa cari solusi lain. aku gak mau kalau sampek kita bakal nyesel nantinya Indah!"


"tapi aku lebih nyesel kalo aku sampek kehilangan sahabat aku Marel"


"tapi kamu rela kehilangan aku?"


tanpa mengindahkan ucapan Marel, Indah berlari keluar dengan airmata yang menganak sungai diwajahnya sementara Marel masih mematung.


brug


Marel dan Nando segera berlari keluar ketika mendengar suara.


Marel melihat Indah yang terjatuh akibat menabrak Elkan, ia segera datang untuk membantu Indah bangkit.

__ADS_1


"lo kenapa lari-lari si Ndah?" tamya Elkan.


"gue gak pa-pa. gue harus pergi" Indah segera menyingkirkan tangan Marel dan kembali berlari menjauh dari basecam tersebut.


"gue harus kejar Indah"


"eits tunggu Rel, kalian ink kenapa si?"


"Indah minta putus dan gue mau kejar dia"


"lebih baik lo gak usah kejar dia Rel. lo lihat ini"


saat itu Marel dan Nando segera melihat apa yang ditunjukkam oleh Elkan. dan saat itu pula Marel mengepalkan tangannya.


"tapi kita gak bisa langsung lihatin bukti ini, karna kita juga harus perduliin sikisnya Zara. gue takut kalo kita langsung ngasih tau ini, Zara akan semakin drop" ucap Nando.


"gue setuju, ya walaupun hubungan gue sama Indah taruhannya, gue gak boleh egois. gue harus perhatiin kesahatan Zara juga!"


"oh ya El, dimana Floella?"


"Floella tadi sama bang Edgar dirumah sakit!"


"itu bang Edgar El, tapi Floella gak ada sama dia! itu justru bang Edgar lagi sama bokapnya Floella"


Elkan dan Marel pun melihat kemana telunjuk Nando mengarah. dan benar dengan ucapan Nando, Edgar berjalan sendirian tanpa adanya Floella.


"coba gue telfon Floella" ucap Elkan


Elkan beberapa kali menghubungi Floella, namun tidak tersambung sma sekali.


ting


ponsel Nando berdenting, saat itu ia melihat pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal


"ini di grup chat ada yang kirim foto dimana gambar Floella dengan tulisan pengkhianat harus dihapuskan"


"gue takut Floella diapa-apain sama orang-orang yang salah paham." ucap Elkan.


"yaudah kita bagi tugas. Marel, lo segera buntutin bang Edgar. gue sama Nando cari Floella."


.

__ADS_1


.bersambung


__ADS_2