
Setelah selesai dengan tanamannya, bu sekar dan pak rama harus meninggalkan rumah selama beberapa hari di karenakan acara keluarga. dan harus meninggalkan floella di rumah di karenakan floella saat itu tidak ingin izin sekolah karena takut tertinggal pelajaran.
dan saat itu bu sekar meminta zara dan indah untuk menginap beberapa hari di rumahnya untuk menemani floella. dengan begitu bu sekar merasa lega meninggalkan anaknya di rumah.
"girls bosen gak si kalo kita gini-gini aja di rumah" ucap zara.
"iya ni, cabut yuk.." sahut indah yang menyetujui ucapan zara.
"gak bisalah ndah, kalo kita keluar siapa yang jaga rumah malam ini?" floella sibuk dengan mengotak atik laptopnya.
"kan ada mang ujang flo"ucap indah
"gak bisa, kalo kalian bosen kalian keluar gak papa gue di rumah. okey!"
"yah gak asiklah kalo lo gak ikut flo, mana gue juga mau isi pulsa hp gue ni"sahut zara kembali
"ya udah kalian keluar berdua, tu bawa mobil gue. gue sekalian nitip camilan"
"tapi gak papa ni lo di rumah sendiri?" indah kembali bertanya kepada floella.
"iya bener ndah"
setelah cukup lama berdiskusi, akhirnya indah dan zara keluar untuk mencari sesuatu. dan kali ini floella pun sibuk sendiri dengan laptop di hadapannya.
cukup lama floella berkutat dengan laptopnya hingga ponselnya yang berdering beberapa kali.
"elkan? tumben elkan telfon gue!" dengan penuh semangat floella mengangkat telfon dari elkan.
"iya halo el?"
"turun, gue di bawah!" sebelum mendapat jawaban dari floella elkan mematikan telfonnya lebih dulu.
dengan secepat kilat floella merapihkan pakaian dan sedikit memoles riasan di wajahnya, setelah itu ia segera turun menemui elkan yang saat itu sudah ada di depan pintu rumahnya.
ceklek...
"maaf el agak lama ya?"
"ya lo lamban si, gue gak di suruh masuk?"
"oh iya ayo silahkan masuk el" floella menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan senyum di wajahnya.
elkan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan daei orang tua floella yang tak kunjung terlihat.
"nyari nyokap bokap gue el? mereka gak di rumah"
"emm iya, emang mereka kemana?"
"ada acara keluarga di luar kota el? bentar el biar gue ambilin lo minum!" floella pun segera menyediakan minuman untuk elkan.
sekitar beberapa menit floella sampai dengan teh dan juga camilan di nampan yang ia bawa.
"silahkan el diminum"
"oh ya.." elkan lalu menyeruput secangkir kopi yang di buatkan oleh flolla dan mencicipi camilan yang ada di meja.
"emm gue kesini cuma mau kasih ini" elkan memberi sebuah salep untuk floella.
__ADS_1
"ini apa el"
"itu salep buat luka lo, dan berhubung orang tua lo gak di rumah gue langsung pamit pulang okey"
"emhh pulang?" ingin rasanya floella menahan elkan, namun apa yang di katakan elkan itu memang benar. karena saat ini mereka hanya berdua, makanya elkan harus cepat pulang takut ada fitnah. "emhh okey, hati-hati pulangnya ya el"
Namun saat elkan hendak keluar dari rumah floella, sudah ada nando dan marel di depan pintu
"kalian, kalian ada apa kesini?"
"kita mau jenguk floella, lo mau pulang?" tanya marel dengan wajah datarnya.
"enggak gue cuman nyari angin, gue belum mau pulang" entah ada apa dengan elkan, kenapa dia mengurungkan niatnya untuk pulang.
lalu tiba-tiba nando berbisik ke telinga elkan saat ia hendak masuk.
"atau jangan-jangan lo kesini mau putusin floella ya el?"
elkan mengernyitkan dahinya, bertanya-tanya dalam hati. apa maksud dari nando yang menanyakan tentang itu.
"ngaco lo" elkan menoyor kepala nando dan kemudian kembali masuk ke ruang tamu milik floella.
"loh elkan, tadi katanya mau pu-"
"emm flo, gue mau ke toilet dong" elkan sengaja memotong ucapan dari floella supaya kedua sahabatnya itu tidak tau kalau dia tadi hendak meninggalkan rumah floella.
"oh boleh el, mau gue anter?"
"gak perlu flo, gue kan udah tau dimana toliet rumah lo!" elkan berlalu dengan gayanya yang masih cool.
"oh iya marel, nando silahkan duduk"
saat itu nando celingak celinguk seperti mencari sesuatu.
"ada apa ndo, sepertinya kamu nyari sesuatu?" tanya floella.
"oh ini gue bawain kue buat tante sekar sama om rama, tapi mereka kok gak keliatan flo!"
"oh mereka gak di rumah, lagi ada acara!"
"jadi kamu cuma berdua dengan elkan?" nando begitu terkejut mengetahui saat itu floella hanya berdua dengan elkan.
"enggaklah, gue di temenin zara sama indah kok. cuman mereka lagi keluar katanya bosen kalo cuman di rumah" jawaban floella akhirnya membuat nando mengangguk.
"tapi kenapa lo gak ikut temen-temen lo" kini marel pun angkat bicara.
"enggak rel, kalo gue keluar siapa yang nungguin rumah gue. mang diman kan kalo jam segini khusus jaga di depan, jadi takutnya ada apa-apa kalo gak ada orang di rumah" marel pun hanya megangguki ucapan floella.
saat mereka tengah berbincang, elkan pun selesai dari kamar mandi dan kini duduk tepat di sebelah floella.
"lo pinter banget el, main ke rumah doi pas gak ada ortunya!"
"jaga ucapan lo ndo, gue juga gak tau kalo nyokap bokap floella gak di rumah!" sahut elkan yang merasa tersinggungbdengan ucapan nando.
"eits santai bro jangan ngegas, gue cuman bercanda."
melihat kedua sahabatnya yang sedikit berdebat pun marel hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
"oh ya ndo gimana sama kaki lo, udah baikan?" mendengar ucapan floella nando menatap floella dan nando penuh selidik.
"oh udah sembuh kok flo, makasih lo udah di obatin"
"kok lo hisa ngobatin kaki nando flo?" tanya elkan.
"kemarin nando jenguk floella, kakinya ketusuk duri" sahut marel yang memang sudah mengetahui hal itu karena cerita dari shabatnya itu.
'oh jadi nando kemaren kesini!kenapa floella gak ngasih tau gue?gue kan pacarnya! seharusnya setiap ada temen cowo yang datang kerumahnya dia kasih tau gue dong?!'
"astaga.. jadi ini alasan lo gak ikut kita keluar flo.. lo tega banget si ada yang bening-beninh kaya gini gak bagi-bagi"seru zara yang bari masuk.
"eh berobat lu zar, kita orang bukan snack yang harus di bagi kali" sahut nando.
"yey santai kali ndo, marel aja biasa kok. lu sukanya ngegas terus "
" kalian udah lama disini?" tanya indah menyela zara yang mulai berdebatbdengan nando.
"lumayan lama ra, tadi waktu kalian keluar elkan kesini lebih dulu baru mereka berdua nyusul" sahut floella.
"oh iya flo, elkan ada ngomong apa gitu sama lo?" tanya nando, elkan pun tau arah pembicaraa yang di maksud oleh nando aaat ini.
"enggak, emang elkqn mau ngomong apa?" floella terlihat sedikit bingung.
"ya kali mutusin lo gitu" seketika marel langsung menutup mulut nando.
"akh... aw.." tiba-tiba saja elkan terluka saat mengupas apel, dan seketika floella begitu mencemaskan elkan.
"hat-hati el, kenapa si bisa kena kaya gini. ini kayaknya dalem deh, kita ke rumah sakit ya" ucap floella sembari menutup luka elkan dengan sweter yang ia kenakan.
"eh baju lo kotor kena darah gue flo" ucap elkan
"kalo buat pacar apapun pasti gue lakuin el, apalagi ini lo terluka" mendemgar ucapan floella membuat elkan sedikit senang.
"gue gak perlu ke rumah sakit flo, bentaran juga sembuh"
"ya udah biar gue obatin"
"ya gini kalo orang pacaran, yang lain berasa ngontrak" seru zara.
"apaan si mereka pacaran bentar lagi juga end"
saat itu floella tak begitu mendengar ucaoan dari nando, namun indahlah yang terus memperhatikan ucapan daei nando.
"ndo ikut gue, gue mau ngomong sama lo"
indah lalu menarik nando ke ruang tengah dan mulai menanyai nando tentang apa yang ia ucapkan.
"sini gue kasih tau lo"
saat nando membisikan di telinga indah, saat itu juga indah tak berhenti membulatkan kedua matanya. elkan yang melihat ekspresi dari indah pun segera bangkit dan menghampiri mereka berdua.
.
.
.bersambung
__ADS_1
.