Fool Love

Fool Love
Sahabat Pengkhianat


__ADS_3

Edgar terus memandangi Floella yang masih terbaring di ruang UKS. disana ia memegangi tangan Floella dan sesekali mencium jemarinya, hingga sesaat setelah itu, Edgar sadar sesuatu yang tidak ada disana.


'dimana? kenapa Floella tidak memakainya? apa dia sengaja?!'.


seakan tidak igin berpikiran negatif, Edgar tidak ingin berlarut-larut dengan pikirannya sendiri yang akan memunculkan berbagai spekulasi yang tidak benar. 'lebih baik aku tanyakan saja setelah Floella sadar dari pingsannya.'


saat Edgar sedang sibuk dalam lamunannya, beberapa sahabat Floella pun masuk untuk menjenguk Floella yang bahkan belum sadarkan diri. saat itu terlihat semuanya cemas karena melihat Floella yang tak kunjung sadarkan diri.


entah kenapa saat itu Edgar terlihat tidak menyukai ketika sahabat Floella datang, ia bahkan melarang Zara agar tidak terlalu dekat dengan ranjang Floella.


"kenapa si pak, saya kan temennya! kenapa gak boleh duduk didekat Floella si.."


"Floella butuh istirahat, labih baik kalian semua kembali ke kelas kalian!" tukas Edgar.


"pak Edgar kenapa si, kelihatannya gak suka banget kita disini? kita juga khawatir sama Floella pak, kita udah temenan lama. jadi Floella udah kaya saudara kita tau pak!" ujar Indah.


"maaf Indah, aku hanya ingin Floella cepat sembuh. jika ramai seperti ini, itu bisa menganggu istirahatnya kan? tolong pengertian kalian" nanar edgar menatap Indah yang saat itu pun berpikir demikian.


"apa yang diucapin bang edgar emang bener, mending kita balik ke kelas biar Floella istirahat!" sahut Nando.


akhirnya tanpa ada bantahan lagi, semuanya pun pergi dari ruang UKS dan hanya tersisa Edgar yang menemani Floella.


disepanjang koridor Marel terlihat sangat mengkhawatirkan Indah, bahkan saat itu ia sempat memegang tangan Indah. Zara yang melihat hal itupun mengernyitkan dahinya, tanpa merasa canggung Zara pun melepas tangan Indah dan juga marel.


"astaga gu-gue kira Marel tadi itu lo Ra!" ucap Indah sedikit terbata sembari mengandeng Zara yang berdiri diantara dirinya dengan Marel.


"gue hampir salah paham tau Ndah, gue kira lo nikung gue! tapi gue yakin lo itu bukan tipe sahabat yang kaya gitukan!" tanpa ragu Zara mengukir senyum lebar diwajahnya.


"emm gimana keadaan kalian, apa perlu ke uks juga?" Marel pun mengalihkan pembicaraan yang sempat di singgung oleh Zara.


"iya kalian kalo ada keluhan mending langsung balik ke uks biar gue anter!" sahut Nando menimpali ucapan Marel.


"kalo gue si gak kenapa-napa, gimana sama lo Ndah?"


"huh.. emm gue baik kok gak perlu ke uks!"


"lo kenapa si Indah, kenapa gelisah banget dari tadi? lo ada yang dirasa atau ada sesuatu yang lain?" tanya Zara


"enggak pa-pa gue cuman kepikiran Floella aja kok"


'Sebenernya gue ngerasa bersalah sama lo Ra, tapi apa daya kalo hati gue bener-bener gak bisa nolak Marel! cowo yang selama ini lo taksir!'


▪▪▪▪


Floella terduduk di bangku taman yang ada dihalaman rumahnya. ia terlihat begitu tenang dengan mendengarkan alunan musik yang ia dengar melalui earphone yang ia kenakan.


"kenapa lo malah di luar Floe!"

__ADS_1


karena melihat Floella yang masih terpejam dengan musik yang ia dengarkan, Elkan pun menyentuh pundak Floella hingga membuat Floella terkejut.


"huh, Elkan?"


"iya ini gue Elkan! lo kenapa malem-malem kaya gini masih di luar? harusnya lo istirahat! lo lupa tadi siang lo hampir aja!-"


"ssttt.." Floella menutup mulut Elkan dengan telapak tangannya dan sesekali melihat ke arah pintu rumahnya. "jangan kenceng-kenceng El, gue gak mau ya kalo sampek orangtua gue tau"


"jadi lo gak bilang sama nyokap lo soal kecelakaan di sekolah?"


"iya gue cuman gak mau orangtua gue khawatir, lagian gue juga udah gak pa-pa kok. jadi mereka gak perlu tau soal itu, dan gue minta lo jangan bilang ini ke orangtua gue ya El?"


Elkan membuang nafas kasar dan menatao Floella "oke, itu keputusan lo! dan karna lo udah baik-baik aja gue gak akan bilang soal itu!"


mendengar ucapan Elkan, Floella bernafas lega.


"emm ngomong-ngomong ada urusan apa lo kesini, apa kak Edgar yang nyuruh?"


'gue khawatir sama lo Floe, tapi kenapa lo ngira gue kesini karna abang gue? apa karna dia calon suami lo!'


"emm gue cuman mau balikin ini ke elo" Elkan mengeluarkan cincin dari saku celananya yang ia ambil dari Floella saat di sekolahan.


dengan cepat Floella mengambil cincin yang Elkan ulurkan. ia pun segera memakainya di jari manisnya, meskipun ia belum memiliki perasaan seperti perasaannya terhadap Elkan tempo dulu kepada Edgar, ia sangat menghormati dan menjaga perasaan Edgar.


"untung aja lo balikin ini El, kalo sampek kak Edgar tau gue gak pakek cincin, dia pasti akan tanya kenapa gue gak pakek! dan kalopun gue bilang yang sebenarnya, itu bakal bikin hubungan lo sama kak Edgar jadi gak baik!"


'please jantung tolong kondisikan! lo udah punya tunangan Floella, bahkan tunangan lo itu kakak dari cowo yang saat ini bikin lo deg-degan kan!'


"apaan si El" Floella segera menepis tangan Elkan. ia khawatir Elkan akan mengetahui kondisi hatinya yang belum bisa benar-benar melupakannya.


"sorry Floe! emm gue duduk ya?"


"oh iya duduk aja El! biar gue ambil minum!"


"gak perlu Floe" ujar Elkan sembati menarik tangan Floella untuk kemvali duduk, namun karna kakinya yang sedikit goyah membuat Floella terjatuh dipangkuan Elkan. sepersekian detik mereka saling menatap satu sama lain.


'mata ini mata yang selalu tajam namun indah,. tuhan, apa aku bisa melupakan Elkan?' itulah yang ada dibenak Floella, ia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya memang masih sangat mencintai pria yang ada dihadapannya.


'kenapa, kenapa gue gak bisa lepas dari itu? kenapa gue terus liyat itu? inget El lo ngelakuin itu cuman ngasih nafas buatan buat nyelamatin Floella! lo gak boleh punya niatan lain! dia calon istri abang lo sendiri El'


"huh..." karena saling sadar, kini Floella kembali ke tempat duduknya. sementara itu Elkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"lo gak pa-pa kan Floe?"


"eh iya gue gak pa-pa kok El"


"syukurlah kalo lo gak pa-pa, gue balik dulu ya" Floella hanya mengangguki ucapan Elkan dan hanya memandangi kepergian Elkan.

__ADS_1


keesokan paginya Floella sudah berangkat ke sekolah bersama Edgar. karena Edgar seorang guru disekolah itu, ia segera pergi untuk tidak terlalu dekat dengan Floella. pihak sekolah yang sudah mengetahui hubungannya dengan Floella hanya berpesan untuk menjaga sikap, karena khawatir akan memberi contoh yang tidak baik jika terlalu dekat.


"gue gak nyangka kalian khianatin gue! dasar sahabat pengkhianat!"


terdengar suara yang memekik dari dalam kelas, Floella yang mendengar hal itupun segera berlari. dan benar saja, suara yang ia dengar adalah suara Zara yang saat itu berdiri dihadapan Indah dengan Marel. disana juga terdapat Nando, Joana dan juga Giselle.


"Zara ada apa?" Floella berlari ke arah Zara dan hendak meraih tangannya. namun dengan cepat Zara memundurkan dirinya dan menjauh dari Floella.


"gak usah sok baik sama gue Floe, gue tau lo tau soal hunbungan mereka kan?" Zara menunjuk Marel dengan Indah, airmata yang mulai mengalir ia seka dengan kasar.


"apa maksud lo Zara, lo sahabat gue. gue bener-bener tulus sama lo sama Indah juga. kalian sahabat gue!"


"huh.. sahabat?" Zara tersenyum sinis menatap Floella sementara Indah hanya menunduk. "maksud lo sahabat pengkhianat!"


"pengkhianat apa Zara?"


"udah lah Floe, lo gak perlu belaga bego! gue tau lo tau mereka pacaran dibelakang gue kan?"


karena merasa terkejut, Floella menatap Indah dan Marel seolah bertanya apa yang terjadi. "sorry Zara, gue emang udah tau soal mereka. tapi gue gak bisa ngomong sama lo karna gue gak berhak menghakimi masalah perasaan kalian. gue juga takut lo syok kalo gue kasih tau!"


"itu berarti lo memihak Indah, Floella!" Zara kembali berteriak dan sedikit mendorong Floella.


"eh jangan main tangan dong Zara, inget disini yang pacaran sama Marel bukan Floella, tapi Indah!" Nando menarik tangan Zara menjauh dari Floella.


"ya mungkin aja Indah belajar dari Floella. Floella kan dari dulu ganj*n, apalagi waktu dia ngejar-ngejar Elkan!" Joana berjalan dan mendekat ke arah Zara, ia meletakkan telapak tangannya dipundak Zara dari belakang. "dan karna kegat*l*nya gagal, Floella beralih godain bang Edgar. biar kalo dia jadi sama bang Edgar, dia bisa leluasa deketin Elkan"


"jaga bicara lo Joan! jangan sampek lo ngelewatin batas."pekik Nando


"liyatkan Zara! Nando dulu temen deket banget sama gue. tapi karna dia deket sama Floella, dia bisa sekasar ini sama gue!"


"udah dong Joan jangan diterusin! mending kita keluar, ini bukan urusan kita kan."ujar Giselle seraya menariknya untuk keluar, namun Joana bersikeras untuk tetap didalam.


"gue gak perduli sama kalian semua, yang jelas kalian udah ngecewain gue!" Zara berlari keluar dengan perasaan yang kacau.


semuanya pun berlari keluar untuk menyusul Zara, hingga tepat di atas tangga, Zara tergelincir dan terjatuh hingga lantai bawah.


"Zara"


"Zara"


.


.


.bersambung


.

__ADS_1


.


__ADS_2