
"Gue gak tega lihat Floella kayak gitu tau guys. sekarang udah satu minggu lebih kan Floella kehilangan tante Sekar, tapi gak pernah sekalipun Floella tersenyum" ujar Indah dengan raut wajah yang sangat sedih.
begitupun dengan yang lainnya yang juga bersedih dengan keadaan Floella kali ini. terlebih Nando yang hanya terlihat diam dengan tatapan kosongnya.
"apa yang gue denger barusan, kalian bilang tante Sekar meninggal?" ucap seseorang yang berdiri di ambang pintu kafe.
Seketika semuanya menoleh, dan ternyata saat itu Edgar lah yang bersuara. Marel bangkit dan menyambut kedatangan Edgar dengan hangat begitupun dengan Nando.
"apa yang terjadi dengan tante Sekar, kenapa aku tidak dikabari sola hal ini? " tambahnya lagi.
"tante Sekar serangan jantung karena melihat om Rama di tusuk oleh perampok bang" jawab Marel.
"dan semenjak itu Floella terlihat sangat kurus karena jarang sekali makan" Nando pun menimpali.
"lalu bagaimana keadaan om Rama?"
"saat ini om Rama di rawat intensif di rumah sakit yang tidak jauh dari rumah Floella bang, bahkan Elakkan juga jarang kumpul malah gak pernah sejak Elkan nemenin Floella nungguin om Rama di rumah sakit" ucap Nando.
"lalu kenapa kalian nggak nemenin Floella? "
"kita sebenernya pengen pak, tapi nggak dibolehin kan pak dari pihak rumah sakitnya" ujar Indah
Edgar mengangguk ucapan Indah, namun saat itu ada yang membuat perhatian Edgar teralihkan melihat Zara yang tidak mengatakan apapun.
"Zara, apa kamu sakit? sejak tadi aku jarang melihatmu berbicara" sontak semuanya menatap ke arah Zara.
"eh enggak kok pak Edgar, aku hanya mendengarkan kalian"
"yasudah, kalau begitu aku akan ke rumah sakit untuk menjenguk om Rama dan melihat keadaan Floella"
_
Edgar hendak memasuki ruang rawat Rama, namun saat itu seseorang mendahuluinya untuk masuk dan membawa buket bunga untuk Rama dan juga membawakan untuk Jisung.
"Garvan? ngapain dia ada di ruangan om Rama? "
Ketika Edgar membuka pintu ruangan Rama, ia mendapati Floella yang tertidur. sementara Garvan dan Elka duduk disofa hanya saling diam.
__ADS_1
Karena melihat Floella yang terlelap akhirnya Edgar mengurungkan niatannya untuk masuk dan memilih untuk kembali ke kafe dimana teman-teman Elkan berkumpul.
Keesokan harinya Floella mulai kembali ke sekolahannya. di area parkir, Floella berpapasan dengan Agnes dan teman-temannya. karena pikirannya hanya memikirkan mendiang ibunya, Floea tidak menyapa siapapun. dan hal itu membuat temannya kesal karena Floella seperti meremehkannya.
pergelangan Floella di cekal dan di pelintir oleh Agnes hingga Floella mengaduh kesakitan.
"apa yang lo lakuin si? lo nyakitin gue! " ujar Floella.
"gara-gara lo, Garvan kemaren di hukum karena jarang masuk kelas gegara nemenin keluarga lo yang sakaratul maut"
plak
Floella menamp*r wajah Agnes. dan hal itu membuat Agnes meradang dan ingin membuat Floella menyesali apa yang ingin dilakukannya dan bergantian untuk menamp*r Floella.
grep
Tangan Agnes ditahan oleh Raja yang saat itu baru datang.
"jangan kasar, atau lo bakal tau akibatnya" Ucap Raka sembari melempar tangan Agnes hingga membuat Agnes terpelanting dan di tangkap eh teman-teman nya.
"lo gak papa kan Floella? "
Melihat Floekka yang masih kurang fokus setelah pulang sekolah, Raka mengajak Floella untuk pergi ke gor akuatik. disana Raka mengajak Floella untuk memasukkan kalinya didalam air kolam.
"coba lo merem, dan lo rasain sensasi dingin di kaki lo" setelah mengucapkan hal itu Raka memasang earphone nirkabel dikedua telinga Floella dengan musik yang membuat Floea tenang.
dan saat itu seseorang mengambil video ketika Raka bersama dengan Floella. sebuah senyum licik tercetak disana setelah mengirim video tersebut kepada Garvan yang saat itu berada di area parkir.
"damn, ternyata Raka bener-bener ngibarin bendera perang sama gue!"
"ada apa Van? " Angga dan Andrew segera melihat video yang saat itu berhasil membuat Garvan marah. tanpa membuang waktu Garvan berlari kearah kolam dengan emosi yang menggebu.
bug
byur
"Aaa... " Floella terkejut melihat Raka yang tiba-tiba terjatuh ke dalam kolam. Floella melepas earphone yang ia kenakan. ia melihat Garvan yang berdiri di tepi kolam.
__ADS_1
"Garvan, lo kenapa si datang-datang mukul Raka dan jatuhin Raka ke kolam? "
"kenapa Floe, lo juga mau? "
byur
Garvan lalu mendorong Floella hingga terjatuh keadalam kolam bersama dengan Raka.
"jangan karena kemarin-kemarin gue baik sama lo, lo pikir gue gak akan lakuin ini sama lo ya Floe"
"denger kata-kata gue, siapaun yNg deket sama musih gue, itu berarti orang itu juga musuh gue! jadi, karena lo deket sama Raka, jadio juga harus Terima gue perlakuin kayak gitu"
"lo apaan si Van, masalah lo sama gue. bukan sama Floella! lagi pula kenapa si lo masih kayak anak kecil? kalo lo suka sama Floella kenapa lo masih aja ngerjain dia si Van?"
Semua sahabat Garvan tau jika seorang Garvan jatuh cinta, dan kali ini para sahabatnya yakin jika Garvan jatuh hati kepada Floella. Garvan memang akan melakukan apapun kepada seseorang yang ia anggap ingin merebut orang yang ia cintai. namun anehnya Garvan saat ini juga membuat Floella terjatuh kedalam kolam hingga basah kuyup.
"berhenti sama omong kosong lo"
Garvan meninggalkan Raka yang masih didalam air bersama dengan Floella. Garvan segera kembali ke parking area untuk segera pergi dari sekolahan. Garvan melajukan motornya dalam kecepatan tinggi dan diikuti oleh Andrew dan juga Angga.
hingga akhirnya Garvan berhenti di bawah pohon.
"lo kenapa si Van? nggak biasanya lo bakal nutupin perasaan lo. bisanya ya lo akan langsung ngakuin cewek itu sebagai cewek lo, kayak waktu lo masih mainin Floella!! " ujar Angga
"itu yang lo gak paham dari Garvan Ngga" sahut Andrew dan membuat Garvan diam-diam mendengarkan ucapan Andrew.
"Garvan bakal langsung ngakuin cewek kalo cewek itu mau dia bikin mainan. tapi kali ini susah banget buat jujur, itu artinya Floella berbeda. dia bukan target mainan buat Garvan"
Setelah mendengar penjelasan dari Andrew, saat itulah Angga paham jika Garvan melakukan hal tadi karena cemburu. dan Garvan gengsi untuk mengakuinya hingga ia memutuskan untuk mendorong Floella kedalam kolam.
'sial, kenapa Andrew tiba-tiba bisa paham sama perasaan gue? '
"lo gak usah ngaco Ndrew' gue gak seperti yang lo omongin barusan, ngerti! "ucapnya dan kembali melajuka motornya, namun kali ini Garvan lebih pelan mengendarai motornya.
'gimana sama Floella, apa dia ada baju ganti? atau justru dia kedinginan'
Saat ini GarvN justru dibuat pusing oleh ulahnya sendiri.
__ADS_1
.
. bersambung