Fool Love

Fool Love
Pasang Badan


__ADS_3

'Gue yakin nanti kalo misalkan lo kenapa-kenapa, polisi itu datang dengan berdalih mau bantuin lo. tapi sebenernya polisi itu suruhan orang yang mau nyakitin lo biar buktinya ilang Raka! sebenernya apa yang dilakukan sama orang tua lo sampe ada yang sebenci ini sama keluarga kalian?'


Ditengah larinya bersama Raka, Floella terus memikirkan apa yang ia lihat dimata batinnya.


dor


Suara tembakan membuyarkan lamunannya dan membuatnya sadar bahwa ia harus berlari lebih kencang untuk menghindari penjahat yang mengejar mereka. hingga saat itu Floella melihat mobil box yang terparkir dan mengajak Raka untuk bersembunyi didalamnya.


Saat di dalam mobil, Floella mengatur nafasnya yang terengah-engah, sementara Raka justru fokus memperhatikan Floelka yang kelelahan karena mengajaknya berlari untuk menghindari penjahat tersebut.


"lo baik-baik aja? " tanya Raka dengan datar sembari menelisik raut wajah Floella.


"iya gue baik" balas Floella"


"lo tadi kenapa si tarik gue, padahal gue bisa hadapin orang-orang itu"


Floella membuat nafas kasar "lo gak lihat tadi sebanyak apa orang-orang yang ngejar kita hmm? "


"walupun begitu tadi kalau kita belok kiri, disana deket sama kantor polisi"


'lo nggak tau Raka, disana udah ada polisi yang dibayar sama seseorang buat nutupin kejahatan mereka. tapi sayangnya gue gak bisa bilang ini ke elo'


"iya namnya juga orang panik, mana inget sama kantor polisi! "


Floella lalu memeriksa apakah Para penjahat masih berada di tempat itu."untung aja mereka udah pergi"


"ya udah kita keluar dari sini! "sahut Raka.


" tunggu bentar gue harus pesen taksi biar nanti waktu kita keluar, taksinya udah ada dan penjahat-penjahat itu gak bisa ngejar kita "


setelah menunggu beberapa menit akhirnya Floella dan Raka memutuskan untuk keluar dari dalam mobil dimana ketika ia keluar, taksi pesannya sudah menunggu didekat mobil tersebut.


"eh itu kayaknya taksi yang gue pesen udah dateng"


Raka dan Floella lalu menaiki taksi tersebut. perlahan Floella menyandarkan tubuhnya, ia terlihat begitu kelalahan.


"capek banget neng, abis ngapain tadi didalam box mobil sama cowoknya? " Driver taksi online tersebut sengaja menyindir Floella dan juga Raka.

__ADS_1


"kita gak ngapa-ngapain kok pak, tadi kita dikejar sama penjahat makanya kita ngumpet didalam mobil box yang terparkir dijalanan tadi"


"alah neng, bapak juga pernah muda kok. jadi nengnya gak perlu malu, iya kan den? "


"kalo bapak gak mau rating jelek, lebih bapak tidak sembarangan berbicara! " seketika driver tersebut bungkam dan hingga mereka sampai didepan rumah Floella driver tersebut tidak berani menanyakan apapun lagi.


sudah lima hari semenjak Elkan dan Garvan kecelakaan. dan hari ini dokter sudah membolehkan Garvan untuk pulang, kecuali Elkan yang butuh waktu lebih lama untuk tangannya yang retak. dan sore itu Floella datang menjenguk Elkan bersama dengan Indah dan juga Zara yang ditemani Nando dan juga Marel.


"lo kapan balik ke sekolah si El, sepi banget kita nggak ada lo" ucap Nando


"iya El, emang parah banget ya? " tanya Zara


"iya sampek retak Zara, makanya gue belum bisa masuk sekolah"


dan saat itu tiba-tiba Elkan justru ingin bertanya sesuatu dengan Zara. "Zara, gue mau tanya sama lo"


"kenapa El? "


"lo itu deket sama bang Edgar ya? "


"enggak si, kita cuman beberapa kali berangkat ke sekolah bareng dan pulang juga bareng. tapi kita sebenernya gak sedeket yang kalian kira. ya kalian pasti tau lah sedalam apa rasa cinta pak Edgar sama Floella, pasti dia juga gak bakal bisa langsung move on kan? "


"kalian gak perlu bahas itu sekarang, itu udah lalu jadi gue gak mau ngomongin itu" sahut Floella.


"oh ya Floe, denger-denger lo sempet dikejar-kejar penjahat ya waktu sama anggota Omorfos itu? " celetukan Nando berhasil membuat Elkan mengerutkan dahinya.


"apa itu bener Floella? " Elkan terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Nando.


"iya Floe, kapan? terus sama Garvan apa siapa? " Indah pun menimpali ucapan Elkan.


"terus lo tau dari mana Ndo? " sahut Marel.


"gue tau dari temen gue! "


Saat itu Floella tidak langsung menjawab pertanyaan teman-temannya dan membuat semuanya semakin penasaran, hingga saat itu Elkan turun dari ranjangnya dan berjongkok dihadapan Floella yang duduk di kursi.


"apa lo baik-baik aja Floe? ada yang luka nggak? " Elkan menatap Lekat Floella. dan saat itu perasaan Floella mendadak tidak karuan karena mendapat tatapan seperti itu.

__ADS_1


memang dari dulu Floella sangatlah menyukai mata Elkan. terlebih ketika Elkan menatapnya dengan tajam ketika ia merasa terganggu saat Floella terus mendekatinya dulu.


"emm gue gak pa-pa ko El, gue baik"


"haduh, kalopun Floella kenapa-napa pasti gue dulu yang tau El. karna gue ini orang pertama yang akan pasang badan buat Floela"


"diem lo Ndo, gue tanya sama Floella gak usah jadi nyamuk lo"


"okey, kalo lo baik-baik aja itu bagus. tapi masalahnya apa yang bikin orang-orang itu ngejar lo sama-"


"Raka!" ucap Floella.


"emm gue.. "


melihat Floella ragu untuk mengatakannya, Elkan teringat jika Floella memiliki kelebihan. ia memeberi isyarat Nando untuk mengajak beberapa temannya keluar dari ruang rawatnya.


"guys, kita cari makan yok laper gue"


"iya si gue juga harus" sahut Indah.


"ya udah kita keluar" ucap Marel.


Dan setelah semuanya keluar kini tersisa Elkan yang hanya bersama dengan Floella. saat itu Elkan memegang tangan Floella dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya yang masih menggunakan gips.


"sekarang lo bisa cerita smaa gue Floe, gue tau apa yang mau lo ucapin itu ada hubungannya sama kelebihan lo kan?" saat itu Floella mengangguki ucapan Elkan.


"sebenarnya malam itu pas gue jengukin lo sama Garvan, gue dapet penglihatan kalo Raka bakal diserang dijalan El. dan yang lebih parah penjahat yang nyerang itu adalah suruhan oleh orang yang punya masalah sama orangtuanya Raka El. dan yang lebih parah ada oknum dari polisi yang bekerja sama untuk menutupi kejahatan itu setelah Raka dilukai El"


"tunggu, lo bilang itu seseorang yang berhubungan sama orang tua Raka kan Floe? terus lo lihat wajah orang itu atau nggak? "


"sayangnya enggak El, orang itu pakek hoodie dan masker. jadi gue gak bisa tau orang itu siapa! "


"tapi Floe, lain kali lo jangan bantu Raka sendirian. harusnya lo ngububgin seseorang biar bisa bantuin lo kan? "


Suara Elkan terdengar cemas dan saat itu juga ada seseorang yang cemas dari balik pintu. namun orang tersebut memilih untuk tidak masuk kedalam ruangan.


.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2