Fool Love

Fool Love
Sudah Tidak Ada Hak


__ADS_3

Indah bangkit dari duduknya, ia pergi begitu saja tanpa mendengar apapun lagi dari Elkan. Saat itu Elkan meraih tangan Floella dan mengusapnya lembut.


"Lo mau bangun kapan si Floe?"


"Gue udah bangun El"


Perlahan Floella membuka kedua matanya, saat itu Elkan benar-benar terkejut dengan Floella yanh sudah sadarkan diri.


"Lo sejak kapan bangun Floe?"


"Dari semalem gue udah bangun kok El!"


"Terus, kenapa tante Sekar gak tau kalo lo udah sadar?"


"Awalnya gue mau langsung nunjukin sama orang tua gue kalo gue udah sadar El, tapi.."


Floella menghentikan ucapannya, ia ragu untuk menceritakannya kepada Elkan.


"Kenapa Floe?"


"Iya karna gue mau Indah sama Zara baikan dulu El, tapi kayaknya mereka masih saling diem El"


Elkan mengangguki ucapan Floella sembari memikirkan hal yang sama.


'Sorry El, gue belum bisa cerita tentang apa yang gue tau'


_


Marel terduduk di sebuah ruangan tempat biasa ia menyendiri yang ada disekitar basecam nya. Ia kembali mengingat disaat Indah tak saling berbicara dengan Zara didalam ruangan Floella.


"Lo kenapa bohong sama gue dan Elkan Rel?"

__ADS_1


Sontak Marel menoleh mencari sumber suara. Dan benar, orang yang berbicara adalah Nando ya g saat ini sudah duduk disebelah Marel.


"Emm gue cuman gak mau bikin suasana tambah gak kondusif Ndo" tukas Marel


"Tapi lo gak bisa selamanya ngindar Rel, lo harus perjuangin cinta sama persahabatan kalian"


Marel kemudian menyipitkan matanya menatap Nando yang dengan entengnya berbicara tanpa beban.


"Apa yang lo barusan omongin itu emang bener, bener banget! Tapo gak semudah itu buat perbaiki semuanya Ndo!" Marel kembali menatap ke sembarang arah.


"Gue bakal bantuin lo Rel, lo tenang aja!" Nando mengerakkan alisnya keatas dan kebawah seperti Nando yang biasanya, yang selalu bertingkah sok keren.


"Mending lo gak usah ikut-ikutan deh Ndo, gue takutnya bukannya nyelesaiin semuanya tapi malah tambaj bikin ruwet dan gue yanh mumet"


Tawanya pecah begitu saja mendengar ucapan Marel. Dan seperti biasa, Marel hanya menggeleng melihat tingkah sahabatnya itu.


Keesokan harinya, Marel bertemu dengan Indah dihalaman sekolah. Disana Indah berjalan sendirian begitupun dengan Marel yang sengaja menunggunya.


"Indah" Marel mencekal pergelangan tangan Indah, Indah ingin melepas genggaman Marel, namun tenaga Marel lebih kuat darinya sehingga tidak midah untuk melepasnya.


"Aku tau persahabatan yang terpenting, tapi kami jiga penting buat aku Indah. Jado tolong, kita berjuang bersama Indah!"


Indah tidak menyangka seseorang sedingin Marel bisa bersikap seperti itu. Marel begitu terlihat sungguh-sungguh dan pamornya yang seperti robot luntur begitu saja jika mengenai hubungannya dengan Indah.


"Please Indah, kita berjuang bersama-sama" Marel berlutut sehingga membuat Indah merasa tidak enak dan segera membantu Marel untuk berdiri.


"Jangan kaya gini Rel.."air mata Indah mulai lolos dari pelupuk matanya, dan perlahan Marel menarik Indah kedalam pelukannya.


Namun saat itu Indah segera mendorong Marel karena melihat kedatangan Floella bersama dengan Edgar, ia berlari dan memeluk sahabatnya itu.


"Floella.. gue seneng banget akhirnya lo balikagi kesekolah"

__ADS_1


"Iya pasti gue balik kesekolah Indah, tapi mungkin ini hari terakhir gue sekolah disini!"


Kini semuanya terkejut termasuk Elkan yang masih berada diatas motor yang ia parkirkan.


Indah lalu melepas pelukannya dan menatap Floella dengan penuh tanya.


"Kenapa Floe, yang salah itu gue jadi lo gak perlu pindah dari sekolah ini Floe!" Pungkas Indah.


"Ini udah keputusan gue kok Indah, jadi lo jangan ngerasa bersalah!"


"Pak, pak Edgar tolong bilangin Floella dong Floella ja gan dibolehin pindah" rengek Indah


"Iya Floe, lo gak perlu lakuin ini. Biar gue yang nyelesaiin semuanya!" Timpal Marel.


"Marel bener Floe, dan gue bakal bantuin dia" ujar Nando yang baru bergabung.


Floella menatap bergantian para sahabatnya disekitarnya. Ia mengulas senyum tipis diwajahnya.


"Ya memang kalian harus selesaiin semuanya, gue juga bakal selesaiin. Tapi gue bakal tetep pindah dari sini!" Tegasnya.


"Pak Edgar, kenapa pak Edgar gak ngelarang si? Apa karna ini bagus karna Floella gak bisa ketemu sama Elkan?"


"Indah" Floea menekankan ucapannya.


"Saya sudah tidak ada hak untuk itu, karna saya memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami. Dan sekarang kami hanya berteman!"


Deg


'Kenapa, kenapa bang Edgar batalin pertunangan mereka?' Itulah yang ada dibenak Elkan yang sedari tadi memperhatiakan semuanya dari area parkir.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2