
Di pagi yang cerah seperti biasa, floella pergi ke sekolah tanpa di antarkan oleh sang supir. dan ketika floella sampai di halaman parkir, ia sudah di suguhi pemandangan yang sangat tidak ia sukai. namun floella tak ingin menghiraukannya dan sebisa mungkin berusaha pura-pura tidak melihatnya.
dengan langkah yang cepat ia segera meninggalkan area parkir itu. dan sesekali floella menggerutu, hingga tanpa ia sadari ia menabrak seseorang.
"hati-hati jika berjalan floella"
"aduh maaf pak, tadi cuman gak pengen liat adegan di area parkir. bisa-bisa mata saya ternodai lagi pak." floella lalu ingin pergi, namun edgar lebih dulu mencekal lengannya.
"adegan apa yang kau maksudkan?" edgar mendadak penasaran.
"itu yang kemaren ngatain aku sama bapak gak taunya malah dia sendiri yang kaya gitu. perih pak perih" floella menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.
edgar yang melihat hal itu sedikit heran, pasalnya ia belum mengetahui perasaan floella terhadap elkan sedalam apa. yang ia tau elkan pernah memacarinya hanya untuk menyenangkan saja, itupun ia tau berdasarkan cerita dari nando.
"emang apa yang kamu lihat tadi?"
"asal pak edgar tau, tadi joana sama elkan ciuman di bangku taman deket parkiran tau pak. bapak gak bisa bayanginkan kalo bapak jadi saya?" floella lalu terduduk di lantai.
karena melihat floella sperti itu, edgar segera membantunya bangkit. "cepat bangunlah, sebagai perempuan rupanya kau tidak punya harga diri sekali" senyum seringai menghiasi wajah edgar.
"hah apa bapak bilang? bapak ini benar-benar ya... ini namanya cinta pak, cinta itu gak mengenal gengsi!"
lagi-lagi edgar menyeringai mendengar ucapan floella. "itu namanya kamu bodoh, sudah jelas laki-laki itu tidak menyukaimu. tapi kamu terus mempertahankan cinta kamu. saran saya, lebih baik kamu tidak perlu memikirkan percintaan. kamu cukup bersekolah dengan baik, kamu tidak perlu menjatuhlan harga dirimu seperti itu."edgar lalu berjalan menuju halaman untuk melihat adiknya.
'aku harus mengeceknya, jika benar kata floella aku akan segera memberinya pelajaran. disini tidak ada yang boleh seperti itu. walaupun dia adikku, aku tidak akan membiarkan dia membuat buruk nama sekolah dengan berbuat tidak sopan.'
dan ketika ia melihat ke arah bangku, yang tersisa hanya elkan yang sedang tiduran disana.
"kau benar-benar ya elkan.."
mendengar suara edgar, akhirnya elkan terbangun dan segera bangkit.
"ada apa bang, datang-datang ngagetin gue!"
"panggil saya pak!!" edgar sengaja menekankan kata-katanya terhadap elkan. "Disini saya adalah guru kamu, dan kamu harus menghormati saya. paham!"
"baik pak" elkan memutar bola matanya malas, namun tetap menuruti ucapan dari edgar.
"oh ya, pak edgar ada perlu. sampai-sampai bapak mencari saya!"
__ADS_1
saat itu edgar berpikir sejenak mengingat semua yang di katakan oleh floella.
"kalau kamu mau pacaran, jangan di sekolah. apa lagi sampai kamu melakukan hal yang tidak senonoh, itu akan membuat buruk sekolahan ini. dan kamu bisa di keluarkan."
"apa maksud bapak, saya tidak pernah melakukan hal yang tidak senonoh. bukannya bapak sendiri yang pernah melakukannya" elkan menarik sudut bibirnya tersenyum smirk. "terlebih hal itu bapak lakukan dengan murid bapak sendiri!" tambah elkan.
"saat ini yang saya bahas kamu elkan!"
ucap edgar dengan tenang. ia berusaha tidak terpancing dengan ucapan adiknya yang saat ini berganti menuduhnya melakukan hal yang tidak sopan.
"memangnya apa yang saya lakukan bapak edgar arvyando??"
elkan masih belum mengetahui apa alasan edgar menuduhnya seperti itu, pasalnya elkan tidak pernah merasa bahwa dia melakukan hal yang tidak sopan terhadap seseorang.
"ikut saya sekarang"
tanpa bertanya apa-apa lagi, elkan langsung mengekori edgar menuju ruang cctv yang ada di sekolah itu. yang terletak di lantai dua tepat berseberangan dengan perpustakaan sekolah.
setelah sampai di ruang cctv, tanpa membuang waktu edgar menyuruh seseorang untuk membuka rekaman cctv di area dekat parkir beberapa menit yang lalu. namun sayangnya bangku yang tadi di tempati oleh elkan tertutup oleh dahan pohon yang berada di dekat cctv tersebut.
'hmmhh... kenapa harus ada dahan yang menutupi kameranya? ini menjadi tidak jelas. bahkan hanya kaki elkan yang terlihat di sana' edgar menatap tajam adiknya itu dengan penuh maksud.
edgar lalu menarik elkan di sebuah lorong sekolah.
"lo bisa lolos karna kameranya tertutup dahan el, tapi gue gak akan tinggal diem kalo gue sampe lihat lo berbuat tidak senonoh seperti itu."
"tapi bang, gue gak tau kalo tadi joana nyium gue! dan abang bisa lihat kan gak ada buktinya kali gue ciuman sama joan"
"apa maksudnya lo gak tau el?"
"waktu itu gue lagi nunggu floella dan gue malah ketiduran bang!"
"dan setelah floela datang, dia malah lihat lo berciuman sama joana.."
"apa tadi floella ada disitu bang?"
"ada! dia juga yang ngasih tau gue!"
tanpa membalas ucapan edgar, elkan segera pergi meninggalkan edgar yang bahkan masih ingin berbicara dengannya. elkan langsung pergi ke kelas floella, dan benar saja. ia menemukan floella yang saat ini sedang duduk sendiri tanpa zara dan indah yang belum datang.
__ADS_1
floella terkejut dengan elkan yang tiba-tiba menariknya kesudut ruangan dengan kedua tangan yang mengurungnya.
"ada apa el, kenapa lo tarik gue?" terlihat sorot ketakutan di mata floella, pasalnya elkan terlihat murka.
"ada apa lo bilang? lo udah fitnah gue di hadapan abang gue. lo bilang gue ngelakuin hal gak senonoh sama joana, lo gila?"
"gue gak fitnah lo el, tapi emang bener kan lo lakuin itu?!" suara floella bergetar.
"jadi itu menurut lo floe.."
mendengar ucapan floella, elkan semakin membuat floella begitu dekat dengannya. bahkan tangan elkan saat ini memegang pipi floella dengan kencang sehingga membuat floella kesakitan. tidak cukup seperti itu, bahkan saat ini elkan hampir saja menempelkan bibirnya dengan bibir floella ..
"apa- apaan kamu elkan..." edgar menarik tubuh elkan menjauh dari floella. "kamu tidak bisa bersikap kasar seperti ini dengan floella. kamu tidak lihat floella sangat ketakutan?" tambah edgar.
floella yang sangat takut, saat itu ia memegang lengan edgar begitu kuat dengan berdiri di belakanngnya.
"tapi cctv itu gak bisa buktiin saya bersalahkan pak, saya aja gak tau kalo disitu ada joana! dan apa yang baru hampir saya lakukan, itu pasti adalah harapannya selama ini sehingga dia fitnah saya seperti itu"
"kalau benar dengan ucapan kamu, harusnya kamu berbicara dengan joana. bukannya menyalahkan floella!! bahkan kamu malah merendahkan floella"
namun saat suasana semakin tegang, zara dan indah pun tiba di dalam kelas. seketika floella berlari menghambur kedalam pelukan sahabatnya itu.
"ada apa floe, kenapa lo takut kaya gini?" indah mengusap wajah floella yang mulai di basahi air mata.
"maaf pak edgar, apa yang terjadi?" tanya zara yang merasa penasaran dengan yang terjadi terhadap floella.
tanpa menghiraukan pertanyaan pertanyaan itu, elkan pergi begitu saja dengan amarahnya.
hingga saat ini elkan sampai di rooftop sekolah.
"apa sebenarnya tujuan floella, kalo dia bener-bener suka sama gue kenapa dia fitnah gue?" elkan terus menggerutu hingga ia mengingat akan suatu hal.
"anjir gue lupa, padahal guekan mau nanyain soal sixth sense yang floella miliki. ini malah floella bikin gue kesel"
.
.
.bersambung
__ADS_1