Fool Love

Fool Love
Buta Demi Perhatian


__ADS_3

Mendengar suara Zara di luar rumah ibunya segera keluar rumah. dan benar saja itu adalah suara putri kesayangannya. namun perhatiannya justru teralihkan dengan seorang laki-laki yang datang bersama anaknya.


"Zara, kenapa temennya gak disuruh. asuk sayang"


"kenalin ma, namanya Andrew. dia satu sekolahan sama Floella" Zara memperkenalkan Andrew kepada ibunya.


"masuk dulu nak Andrew, kita makan sama-sama. tadi tante masak banyak"


"mama"


"oh iya tante, kebetulan tadi Andrew emang belum makan malam langsung datang ke tahlilan ibunya Floella".


Dengan segera mereka masuk dan duduk di meja makan. ibu Zara begitu ramah dan bahkan mengambilkan makanan untuk Andrew.


" sayang, apa kamu bisa? " ibu Zara memang begitu perhatian setelah Zara kehilangan penglihatannya.


"Zara bisa ma, mama jangan terlalu kayak gini dong, nanti aku diketawain lagi sama Andrew" dengernya dan membuat ibunya terkekeh.


"enggak dong sayang, nak Andrew gak ngetawain kamu kok"


"iya Zara, makanan tante bahkan sangat lezat sampek gue gak bisa merhatiin yang lainnya dan fokus sama piring gue" sahutnya dan membuat ibu Zara tersenyum menatapnya hingga membuat Andrew menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Andrew, masakan nyokap gue emang enak banget. awas loh nanti lo pingsan saking enaknya"


"sayang, masakan kamu juga enak banget kok. gak kalah sama masakan mama! " ujar ayah Zara yang baru kembali dari pekerjaannya.

__ADS_1


"papa" Zara menengadahkan tangannya dan segera ayahnya mengulurkan tangan untuk Zara.


Seperti biasa, Zara selalu mencium tangan ayahnya yang entah ketika akan pergi atau setelah kembali dari pekerjaan. hal itu menjadi pemandangan yang indah bagi Andrew yang selama ini sangat jarang bertemu keluarganya yang selalu sibuk. dan hal itulah salah satu penyebab Andrew mencari kasih sayang dari banyak gadis.


"ehem, ini siapa Zara? "


"oh, kenalin pa ini Andrew. temen satu sekolah Floella" terangnya.


"apa kabar nak Andrew? "


"baik om, om apa kabar? "


"baik.. baik.. om baik, kamu nikmati makannya. om tinggal dulu ya mau bersih-bersih" ucap ayah Zara.


"tante tinggal dulu ya" ibu Zara pun menyusul kekamarnya.


Setelah beberapa saat Andrew berpamitan untuk pulang. sesampainya di rumah, Andrew berbaring menatap langit-langit kamarnya dengan senyum yang terluas di wajahnya.


"walaupun saat ini lo gak bisa lihat, lo beruntung punya orang tua sebaik dan seperhatian mereka Zara. kalo gue bisa milih, gue pilih buta demi dapet perhatian dan suasana senyaman itu."


Ya, meskipun Andrew berasal dari keluarga kaya, ia tidak pernah merasakan kehangatan keluarga. bahkan ia sangat jarang berkumpul dengan keluarganya. sekali berkumpul ketika acara keluarga, itupun hanya beberapa jam dan seperti ajang persaingan untuk unjuk kekayaan. dan hal itulah yang membuat Andrew menjadi seseorang yang sangat suka menghamburkan uang. ia menganggap gara-gara uang keluarga menjadi sebuah ajang kompetisi yang membuatnya kehilangan kasih sayang yang sebenarnya.


Sementara itu di tempat lain Elakkan merasa tidak senang jika Garvan membuat Floella terluka.


"jangan berani lo nyentuh Floella" peringatan Elakkan kali ini hanya mendapat kekehan dari Garvan

__ADS_1


"emang lo siapa? pacar bukan, keluarga bukan, pakek ngelarang-ngelarang gue segala! jangan mimpi gue bakal nurutin lo! " Garvan begitu percaya diri dan kini semakin mendekat ke arah Floella.


"kalian bisa nggak si, gak usah ribut. ini papa aku sakit, kalian malah bikin keributan tau! " kali ini Floella benar-benar marah dan membuat Elkan dan juga Garvan menghentikan perdebatan diantara keduanya.


Meskipun malam sudah semakin larut, Floella belum bisa terlelap. pikirannya saat ini di penuhi dengan kenangan indahnya bersama dengan ibunya yang selalu memanjakannya. perlahan air matanya membasahi wajahnya yang mungil.


Elkan yang melihat hal itu tidak tinggal diam, ia memberikan sapu tangan untuk Floella. dan tanpa ia duga, Garvan pun bersamaan mengulurkan sapu tangan miliknya.


"Gue gak butuh" Floella menepis kedua saputangan tersebut. kini Floella memeluk ayahnya yang masih terbaring koma hingga tertidur.


Dan saat itu Elkan pun terlelep karena badannya yang terasa letih membuatnya tidur meskipun dalam posisi duduk.


Perlahan Garvan menghampiri Floella yang sudah tertidur. ia menatap tiap inci wajah Floella dengan sangat lekat. 'gue gak nyangka, cewek kayak lo punya hati yang sangat baik Flo, padahal gue udah ngerjain lo. tapi lo masih nolongin nyokap gue! '


Tangannya perlahan mengusap sisa air mata yang tinggal di pipi Floella. Garvan pun menyibak helai rambut yang menutupi sebagian wajahnya. 'dan gue gak nyangka gadis baik kayak lo bisa dapet musibah kayak gini'


Setelah puas menatap wajah Floella dalam lelap, Garvan memutuskan untuk menghubungi seseorang untuk mengurus rumah Floella yang tentu saja saat ini membutuhkan untuk menjaganya. karena sejak kejadian perampokan, pekerja dirumahnya mengundurkan diri karena takut. dan Garvan mengetahui itu dari orang yang sudah ia bayar untuk mencari tahu segalanya.


Namun tanpa Garvan sadari jika ada beberapa orang yang melihatnya dari luar ruangan Rama dengan tatapan benci dengan tangan yang megepal.


"gue gak bakal biarin Floella dapetin semuanya. gua bakal kasih pelJaran buat cewek yang suka cari perhatian dan ngerebut Garvan dari gue! "


"gue juga bakal bantuin lo! " sambung seseorang dibelakangnya.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2