
Entah apa yang dipikirkan oleh Garvan, siang ini ia merencanakan sesuatu dengan Andrew dan juga Angga.
"emang seyakin itu lo Van, kalo Floella itu ceweknya si Raka?"
"gue yakin dengan apa yang gue lihat, dan mereka gak bisa ngibulin gue kayak mereka ngibulin yang lainnya. jadi lebih baik lo ikutin gue kalo lo gak mau di keluarin dari Omorfos"
Angga langsung membenarkan kerah bajunya yang terasa sempit ketika mendengar ucapan Garvan terhadapnya.
"Lagi pula, ada yang bilang sama gue anak dari Perkasa. kalo Floella itu gak semengagumkan kayak apa yang gue pikir." tambah Garvan
"oke, mungkin Floella emang baru kita kenal. dan gue juga gakn kenal sama anak yang lo bilang. tapi apa lo yakin mau ngeluarin Raka, Van? dia udah bareng kita sejak awal kita diriin Omorfos Van" kali ini Andrew yang angkat bicara.
"itu keputusan final gue, kalo kalian gak terima kalian bisa keluar bareng Raka"
"ya gak gitu juga Van, gue cuman takut kalo lo nyesel bikin keputusan kayak gitu"sahut Andrew
" stop! gue gak mau kita bahas ini lagi. mending kalian berdua ikut gue. ini udah jam pulang sekolah, Floella pasti lagi nunggu taksi didepan"
Mau tidak mau Andrew dan Angga mengikuti Garvan untuk ke depan. saat itu Garvan menghentikan motornya di hadapan Floella. tidak bisa dipungkiri, Floella memang lebih cantik dengan model rambut barunya. terlebih Floella dengan rambut hitamnya semakin terlihat lebih segar dengan bibir ranumnya.
"gimana kalo lo gue anter pulang"
Floella hanya diam mendengar ajakan dari Garvan. ia masih ingat betul dengan sikap Garvan ketika ia mendapat fitnah kemarin, bahkan ia sempat melihat Garvan ketika yang juga melihatnya ketika beberapa siswi datang untuk memotong rambutnya.
"ayo dong Floella" bujuk Garvan.
dan saat Floella hendak menolak permintaan Garvan tiba-tiba saja ia melihat ketika Ia tidak mau di bonceng dan Elkan bersama Nando dan Marel datang justru saat itu mereka berkelahi hingga membuat Elkan sakit karena tangannya yang baru pulih di pukul oleh Garvan.
'kalo sampek tangan Elkan sakit, itu bakal berpengaruh sama renangnya. gue gak bisa biarin itu, untuk mencegah mereka, kayaknya gue emang harus ikut Garvan.'
Melihat Floella yang terkejut setelah pandangannya kosong Garvan langsung teringat dengan apa yang ia dengar kala itu.
'ni cewek kenapa? ah iya gue baru inget kalo dia bunga kelebihan. apa dia lihat sesuatu di sixth sense nya?'
"naik Floella! "
'kalo dia nolak, itu berarti dia lihat sesuatu tentang rencana gue! '
sementara itu Andrew dan Angga hanya memperhatikan Garvan membujuk Floella. saat itu keduanya mengira Floella akan menolak. namun di luar dugaan, tanpa paksaan apapun Floella justru langsung duduk di jok belakang motor Garvan.
Saat itu Garvan segera melajukan motornya dan diikuti oleh Andrew dan Angga. dan sesaat setelah Garvan pergi, secara bersamaan, Elkan dan taksi pesanan Floella datang untuk menjemput Floella.
"kamu tau yang namanya Floella? "
"iya tau pak, ada apa? "
"tadi dia memesan taksi saya, tapi gak tau kok gak ada orangnya?"
"ya udah pak, mungkin dia lagi didalem. saya yang akan jemput"
__ADS_1
"ya gak bisa gitu dong, dia sudah pesan taksi saya"
"ini buat bapak, saya bayar. bapak bisa pergi sekarang"
Elkan menunggu cukup lama, namun ia tidak mendapati Floella. saat itu ia justru melihat Raka yang tengah keluar dari halaman Sekolah.
"Raka" panggil Elkan
"ada apa lo manggil gue? "
"Floella masih didalam? "
"dia udah balik duluan tadi, kenapa? lo mau jemput dia? "
"iya gue memang mau jemput dia. tapi dia pulang sama siapa? jelas-jelas tadi taksi yang dia pesen udah pergi."
"atau, jangan-jangan ini ada hubungannya sama ketua geng lo?"
"maksud lo Garvan?"
"ya siapa lagi? ".
" sorry, gue udah bukan anggota Omorfos. dan soal Floella juga gue gak tau! " tugas Raka yang berlalu pergi.
Tidak cukup disitu, Elkan mengejar Raka yang melakukan motornya bak pembalap profesional.
"berhenti dulu gue mau ngomong sama lo! "
Akhirnya Raka menghentikan laju motornya dan berhenti ditepi jalan.
"dimana tempat biasa Garvan ngerjain musuhnya? "
Raka mengerutkan dahinya, ia bingung dengan pertanyaan Elkan kali ini.
"buat apa lo tanya itu ke gua? "
"gini.. "
Flashback On_
"jadi ini semua profokasi dari Joana dan temennya yang sekolah di Neosantara bang?" tanya Elkan yang baru masuk ke area parkir sekolahnya. dan diikuti oleh Marel dan juga Nando.
"iya itu yang gue tau El. gue gak sengaja lihat Joan lagi ngobrol sama temen-temen nya itu di kafe. dan mereka bilang mereka sekarang bekerja sama, sama ketua geng Omorfos"
"itu berarti Garvan juga mau ngerjain Floella bang?"
"ya kayaknya si gitu"
Flashback Off_
__ADS_1
"Kenapa lo baru bilang, ikut gue sekarang"
Sementara itu, kini Garvan sudah sampai ke suatu tempat dimana disana sudah ada Joana dan juga Agnes. dimana masing-masing dari mereka membawa kursi dan tali.
Dan ketika Floella baru turun, ia langsung dibawa oleh Andrew dan Angga dan mereka mendudukkan Floella di kursi tersebut. lalu tangannya diikatkan kebelakang kursi.
"kalian mau ngapain gue?"
"makanya lo gak usah sok deh Floella, pakek pidato mau basmi bullying segalaa. sekarang lo gak bisa kan lolos dari kita" ucap Joana sembari tersenyum puas.
"Joana? jadi lo kerja sama, sama mereka karena mau ngerjain gue? gue salah apa si sama lo Joan? "
"salah lo, lo udah bikin gue sama Elkan gak bisa bersatu! " bentuknya ditelinga Floella hingga Floella mengerjapkan matanya.
"udah gak usah banyak ngomong, mending kalian mulai deh" ucap Agnes.
disaat itu Garvan dengan Angga dan Andrew menghitari Floella dengan motor milik mereka sehingga membuat Floella takut karena kebisingannya.
'semakin lo ketakutan, semakin gue semangat buat kerjain lo' batin Garvan.
"stoopp!" Floella berteriak dengan histeris. saat itu Angga dan Andrew sudah berhenti kecuali Garvan. sementara itu Agnes dan Joana tertawa melihat Floella histeris.
hingga akhirnya Floella tidak sadarkan diri. saat itulah Garvan berhenti. ia lalu turun dari motor dan memeriksa Floella.
"dia bener-bener pingsan" ujar Garvan.
"alah palingan juga pura-pura" celetukan Joana membuat Semua menatapnya.
"gampang, lebih baik kita tusuk aja dia pakek jarum" sahut Agnes
"ya udah buru"
Dengan cepat Agnes melakukan itu beberapa kali, namun Floella tak kunjung tersadar. hingga..
vroom vroom
"guys ada yang datang mending kita cabut" ucap Joana.
"lo cepet bawa motor gue Nes" ucap Garvan.
"terus lo mau kemana Van? "
"udah cepet"
Sementara itu Elkan bersama dengan Raka sudah semakin dekat.
.
.bersambung
__ADS_1