Fool Love

Fool Love
Berita Hoax


__ADS_3

Ting


Nando pun segera melihat ponsel miliknya yang berdenting. Saat itu Joana ternyata menyebarkan video dimana Floella yang hendak berganti pakian. Tetapi karena durasinya ia edit, saat itu durasi yang seharusnya cukup lama menjadi lebih singkat. Dan saat itu ketika melihat Nando dan juga Elkan yang menyusulnya kedalam. Membuat orang-orang berasumsi jika Floella berganti pakaian dihadapan Nando dan juga Elkan. Bahkan saat ini mereka berpikir jauh lebih buruk dari sekedar mengganti pakaian.


'Kalo gue nggak bisa dapetin Elkan, maka biar aja Elkan hancur bareng sama lo Floella! Dan semua orang bakal jijik liat kalian bertiga'. Batin Joana yang masih memperhatikan tindak tanduk semua siswa yang mulai geram ketika melihat video tersebut.


Seakan tau apa yang akan dilakukan oleh anak-anak, Nando menarik dan membawa lari Floella. Dan tindakan Nando saat ini membuat Elkan bingung, karena ia dan beberapa temannya belum melihat video tersebut.


Sementara siswa lainnya mengejar dan berusaha melempari ketiganya termasuk Elkan dengan sampah. Hal itupun terpaksa membuat Elkan lari dan bergabung bersama dengan Nando dan juga Floella.


Ketika sudah cukup jauh, akhirnya mereka berhenti untuk mengatur nafas mereka. Floella melepas genggaman tangan Nando karena lengannya merasa sakit tertarik oleh Nando yang berlari.


"Astaga, apa yang lo lakuin Ndo? Lo nyakitin tangan Floella " Elkan memarahi Nando sembari mengusap lembut tangan Floella yang semula merasa sakit.


Bukannya menanggapi ucapan dari Elkan, Nando justru lebih tersita dengan sikap Elkan terhadap Floella. Kenapa tiba-tiba Elkan bersikap baik dengan Floella? Padahal Elkan sering membuat Floella sakit dengan kata-kata nya belakangan ini.


"Tunggu-tunggu, lo kesambet apaan El? Kenapa lo tiba-tiba baik sama Floella?"


"Brisik lo Nando"


"Eum Nando, sebenernya kenapa anak-anak ngejar kita? " Kali ini Floella pun angkat bicara. Ia merasa heran kenapa teman-temannya mengejarnya dan ingin melempari mereka dengan sampah.


Saat itulah Nando mengeluarkan benda pipih dari dalam saku seragamnya. Bak tersambar petir, Floella tidak menyangka jika ada yang tega menyebarkan video yang tidak benar tentang dirinya.


"Si-si-siapa-siapa yang ngelakuin ini Nando?" Tubuh Floella terperosot kebawah. Dan saat itu Nando bersama dengan Elkan bersamaan membantu Floella bangkit. Tetapi Floella tidak ingin bangkit dengan hati yang terluka. Harga dirinya bahkan di permainkan oleh orang yang tidak ia ketahui.


"Lo tenang Floella, gue bakal cari tau siapa yang nyebarin beria hoax kayak gini" Nando berusaha menenangkan Floella.


Sementara itu, Elkan menarik Floella kedalam pelukannya. Tetapi saat itu tangannya mengepal tidak terima jika Floella dan dirinya juga Nando di fitnah dengan cerita menjijikkan seperti itu.


Sementara itu di tempat lain Indah mengajak Zara pulang bersama dengan Marel.


"ini siapa lagi si yang fitnah Floella? heran gue, kenapa banyak banget yang mau ngejatuhin Floella" Indah begitu kesal dengan oknum yang tega membuat berita palsu. bahkan mencemarkan nama baik Floella.


"mungkin ini kerjaan Garvan sama teman-temannya. kita tau kan kalo Garvan itu terus ngusilin Floella" sahut Marel yang masih fokus dengan jalanan yang ada di depannya.


Namun ketika Marel dan Indah mengungkapkan kekesalannya, Justru Zara yang ada di jok belakang hanya terdiam sembari memejamkan matanya.

__ADS_1


Ia justru tersenyum getir, tidak ada yang tau apa yang dipikirkan gadis itu. Hal itupun membuat Indah dan Marel saling menatap. tidak biasanya Zara akan tidur didalam mobil setelah ada insiden sebesar ini mengenai sahabat mereka.


Melihat Zara seperti itu membuat Indah bertanya kepada Marel dengan alisnya yang terangkat. begitupun dengan Marel, ia pun menjawab dengan bergidik tidak tau.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama karena terjebak macet, Marel berhenti di depan rumah Zara yang lokasinya paling dekat dari arah SMA Neosantara.


Seperti biasa, Zara berjalan kedalam rumahnya dengan dibantu oleh art dirumahnya.


Sesampainya didalam kamarnya, Zara menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan kaki yang masih menyentuh lantai.


saat ini pikirannya di penuhi dengan ucapan seseorang yang mengatakan jika teman-temannya baik dengannya hanya karena kasihan dan merasa bersalah.


Saat itulah Zara mulai ragu dengan pertemanan yang di tawarkan dari para sahabatnya. bahkan ia juga berpikir apa yang didapatkan Floella saat ini mungkin saja karma karena sudah menjadi salah satu penyebab dirinya menjadi buta seperti saat ini.


"Zara"


panggil ibu Zara dari balik pintu, setelah itu ibunya masuk dan duduk di sebelah Zara yang sudah duduk di atas tempat tidur.


"Zara nanti aja ma makannya, mama nggak perlu jemput Zara kok"


"bukan itu sayang, mama cuman mau tanya sesuatu sama kamu"


"mama mau nanya apa sama Zara? "


"tadi mama buka sosmed, di sana mama liat sahabat kamu sedang viral karena berganti pakaian bersama dengan laki-laki sayang. apa itu benar? "


Zara sempat terdiam hingga membuat ibunya kembali menanyakan hal yang sama. tetapi akhirnya Zara pun mengangguki pertanyaan dari ibunya.


"astaga, mama nggak nyangka kalo sahabat kamu bisa bertingkah seperti itu Zara."


"apa mama lupa, Floella itu juga pernah nutupin hubungan Indah di belakang aku kan ma? jadi nggak nutup kemungkinan kalo dia kayak gitu ma. sekarang sikap baik hati itu banyak yang cuman covernya doang ma"


"kamu bener juga sayang. mama Minta kamu jangan terlalu sering sama Floella ya sayang. walaupun mama tau kamu nggak akan kayak gitu, tapi orang lain nggak akan berpikiran kayak mama kan sayang? jadi lebih baik kamu jauhi Floella"


"iya ma"


"ya sudah, nanti setelah ganti baju kamu turun ya. mama udah nyuruh bibik buat masakin makanan kesukaan kamu sayang" ucap Ibu Zara dan berlalu pergi sembari mengecup puncak kepala Zara sekilas.

__ADS_1


Zara bergegas untuk mengganti pakaiannya. setelah itu ketika ia bersiap untuk pergi ke bawah untuk makan siang, ponselnya berdering.


"iya halo"


"siang Zara cantik"


"ini siapa ya? "


"ini Andrew Zara"


"oh ya maaf Andrew, gue kan nggak bisa liat. jadi gue nggak tau kalo ini nomor lo"


Terdengar suara sendu keluar dari mulut Zara.


"hei, jika orang aja mencintai tuhannya yang tidak berwujud. apa bedanya sama lo yang akan mengenali gue tanpa ngeliat nama gue di layar HP lo Zara" bukan Andrew namanya jika tidak bisa merayu seorang perempuan.


"sekarang yang perlu lo ingat, gue Andrew yang akan selalu ada buat lo. dan gue juga udah atur nada dering yang beda dari nada dering nomer lain di HP lo kan Ra? "


"oh iya Ndrew, udah dulu ya. gue udah di tungguin nyokap dibawah."


Setelah panggilan diakhiri, Andrew tersenyum sembari menatap layar ponselnya. dimana saat itu ia tengah melihat foto milik Zara yang ia ambil diam-diam ketika bersamanya mengelilingi sekolahan.


prank


"anjir, siapa yang bikin berita kayak gini. awas aja kalo anak buah gue udah nemuin siapa biang keladinya. gue nggak akan segen ngasih dia pelajaran" Garvan begitu marah ketika melihat berita tentang Floella di ponselnya.


"lo kenapa Van, lo kesel karena berita itu?" tanya Angga.


Saat itu Garvan hanya diam sembari meremas ponsel di tangannya. karena mereka berada di basecamp, Raka pun berada di tempat itu.


"kenapa dia kesel Ngga, itu nggak ada pengaruhnya sama dia. karena kenyataannya Garvan itu nggak ada perasaan apa-apa sama Floella. jadi maupun Floella di hina dan dipandang jijik sama Ornag-orang, dia mana perduli" sarkas Raka sembari bermain biliar.


" jadi lo pikir gue bakal diem liat berita palsu ini? " ucap Garvan sembari menarik kerah baju Raka


"jadi sekarang lo perduli dengan tuduhan palsu buat Floella? tapi kenapa lo nggak berpikir hal yang sama ketika Floella di fitnah lagi ci*man sama gue? "


Garvan terhenyak mendengar ucapan Raka dan mengingat kembali dengan video yang pernah ia lihat.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2