
Elkan merebahkan badannya disebelah Edgar di dalam kamar Edgar. "ada apa bang? Kenapa tiba-tiba abang batalin pertunangannya? Aku tau abang sangat cinta sama Floella!"
Edgar menoleh kearah Elkan dan kembali melihat langit-langit kamar dan membuat tangannya sebagai bantalannya.
"karna itulah aku membatalkannya El! Aku tau Floella belum bisa menerima hubungan ini. Makanya aku memilih untuk tidak melanjutkan, karena kebahagiaannya sekarang yang terpenyig meskipun bukan aku sumber kebahagiaannya El"
'bang Edgar emang sangat berpikir dewasa! Gak kaya gue, gua masih sering egois. Sampek perasaan gue aja gue gak mau mengakui itu'
-
Hari ini hari pertama Floella masuk disekolah barunya. Ketika masuk kedalam kelasnya, Floella sempat merasa nervous, namun ia segera menetralkan perasaannua agar tidak terlalu gugup menghadapi teman-teman barunya.
"astaga, gue batu inget gue sempet ada masalah sama mereka!" lirih Floella sembari melihat beberapa teman sekelasnya yang menatapnya nyalang seperti ingin memakannya.
Namun saat itu Floella memilih untuk berpura-pura tidak pernah melihat orang-orang itu. Ia langsung duduk dibangku paling belakang, dimana seseorang yang didekatnya adalah seorang yang paling pendiam di kelas itu. Bahkan ia dikenal sebagai manusia robot.
ia adalah Raka, seorang siswa yang sangat tidak disukai karena kepribadiannya yang pendiam Dengan rambut yang menutupi sebagian wajahnya dan pakaian yang tidak rapi membuat kesan berandal melekat pada dirinya.
"hai, aku Floella" Floella mengulurkan tangannya, namun Raka tidak sama sekali meperdulikannya. Alhirnua Floella kembali fokus untuk menyiapkan buku pelajarannya.
waktu belajar pun berjalan dengan cukup cepat, bel istirahat pun berdering. Floella memutuskan untuk pergi ke kantin sendiri karena ia belum memiliki teman. Namin ketika ia berada di koridor, ia sudah dihadang oleh beberapa siswi.
"heh, lo Floella anak sekolah Perkasa kan?" ucap salah satu siswi.
Floella menatap datar, matanya tidak menyorotkan rasa ketakutan sedikitpun sehingga membuat sekawanan siswi itu merasa kesal. Padahal mereka sudah melotot namun Floella tidak merasa takut. Itu yang siswi-siswi itu lihat.
'astaga mereka serem-serem banget si? Mana gue gak punya temen lagi disini!'
"heh lo gak usah sok berani deh, lo itu disini sendiri" ucap siswi yang berperawakan tinggi sembari mendorong Floella. Namun Floella yang tau akan apa yang dilakukan oleh siswi tersebut, Floella pun menghindar. Karena tangannya yang sudah terlanjur kencang dan tidak mengenai Floella sehingga membuat tubuhnya terhuyung dan terjatuh.
dan ketika siswi-siswi merasa kesal, tiba-tiba sekelabat bayangan muncul ketika siswa yang duduk disebelahnya tersengat listrik karena ada kabel yang terputus dan jatuh digenangan air didekat kolam renang.
__ADS_1
"gue gak ada waktu, lebih baik sekarang kalian kasih tau gue dimana kolam renang sekolahan ini?"
"heh, jangan mimpi kita mau kasih tau lo. Gue tau lo tanya kolam renang karna lo mau caperkan sama anak-anak aquatik sekolahan ini?"
'percuma kalo gue tanyaim mereka, mereka pasti gak akan kasih tau'
Floella segera berlari, dan untung saja ia bertemu dengan salah satu satpam yang tengah melintas.
"pak dimana kolam renang?"
"oh neng tinggal lurus dan belok kiri, disana kolam renangnya neng"
"makasih ya pak!" namun ketika Floella hendak berlari, ia kembali manggil satpam tersebut.
"pak, tolong matikan listrik sekolahan ini ya sekarang!"
"tapi itu ada diatas neng, mungkin memakan waktu kesananya. Dan untuk apa ya neng?"
"ah eneng bisa aja bercandanya" satpam yersebut tidak lamgsung mempercayai apa yang dikatakan oleh Floella.
"percaya sama aku pak.. Nanti di kolam renang bakal ada kabel putus pak"
"tadi saya cek disnaa aman kok neng"
"please pak.." Floella begitu memohon dan akhirnya satpam tersebut pun menuruti Floella untuk pergi mematikan tegangan listrik.
"baik..baik neng, saya akan kesana dan berusaha mematikannya secepatnya."
Floella berlari kencang, dan akhirnya ia sampai disana.
"semuanya tolong menjauh dari air" pekiknya.
__ADS_1
"ada apa? Apa kamu mau lihat tubuh kami?" itulah celetukan dari beberspa siswa yang sudah memakai pakaian renang yang tentu saja bertel*njang dada.
"udah kalian nutut aja gak usah banyak tanya"
"yayaya.."
Kini semuanya justru mendekat ke arah Floella. Saat itu semuanya justru menatap dengan banyak tipe tatapan. Ada yang tersenyum menyeringai, ada yang datar, ada juga yang terlihat sangat tampan.
Namin saat itu perhatian Floella fokus ke satu siswa yang berjalan dari arah ruang ganti yang hendak memasuki kolam renang.
"jangan deket-deket sama air bahaya" pekiknya.
Namun siswa yersebut tidak mengindahkan peringatan dsri Floella. perlahan kakinya mulaienyentuh air yang tergenang dipinggiran kolam. Dan disaat bersamaan Floella melihat ke atas. Dan benar saja, disana terdapat kabel yang hampir terputus.
Floella berlari kencang dan menarik Siswa tersebut hingga berguling dan siswa tersebut menimpanya. Dan disaat bersamaan kabel besar jatuh digenangan air dan seperyi ada percikan api.
Sontak hal itu membuat semuanya membelalakan matanya melihat kejadian tersebut. Mereka bahkan menggeleng terheran.
"auh.. Berat, buruan menyingkir dari tubuhku!" ujar Floella yanh merasa sesak karena Siswa tersebut ada diatasnya.
"eh mebding kita bantuin Raka" beberpaa temannya membantu Raka bangkit. Dan disaat itu Raka membanyu Floella untuk bangkit.
"dari mana lo tau kabel itu bakalan putus? Apa ini rencana dari sekolahan lo? Lo disuruh buat bikim kita celaka, tapi lo takut dan akhirnya lo selametin kita?"
Floella membulatkan kedua matanya, ia tidak percaya jika oramg yang susah payah ia tolong justru mencurigainya
"gue gak habis pikir sama lo. Gue susah-susah nolongin lo, lo malah nuduh gue? Tuduhan lo itu gak ngotak, ngerti!" Floella pergi dengan kaki yang sedikit terpincang karena benturan saat menolong Raka. Sementara Raka dan beberapa temannya hanya berdirk mematung melihat kepergian Floella.
'cewe itu makin mencurigakan! Kalo bukan kerjaannya6 mana mungkin dia bisa tau!'
.bersambung
__ADS_1