Fool Love

Fool Love
Kafe


__ADS_3

Kini tibalah hari dimana kompetisi di langsungkan. satu persatu grup telah tampil dengan performa terbaik masing-masing grup.


dan kini tiba giliran untuk giselle dengan joana untuk tampil. floella dan kedua sahabatnya terus memperhatikan penampilan mereka dengan seksama. merekapun berdecak kagum atas penampilan giselle dan joana yang terlihat sangat lincah dengan irama yang sangat pas..


sorak sorai dari siswa yang melihat penampilan mereka membuat joana semakin percaya diri hingga selesai.


dan sebentar lagi giliran floella, indah dan zara yang harus tampil. di belakang stage mereka mempersiapkan dengan di temani oleh marel dan nando, sedangkan elkan hanya duduk sembari memainkan gawainya.


floella sempat memperhatikan elkan dan kemudian ia melanjutkan untuk berlatih sebelum tampil.


"floe.. lo yakin sama keadaan lo?" marel memastikan dengan kesiapan floella.


"iya floe, lo itu belum bener-bener pulih." timpal nando sembari memegang tangan floella.


namun tiba-tiba zara memukul tangan nando beberapa kali hingga nando sedikit terjingkat.


"please deh nando.. jangan modus. jangan mentang-mentang sahabat gue di campakin sama temen lo, terus lo mau jadiin floella mangsa lo. its no no kalian itu sama aja okey" zara sengaja menyindir elkan yang berada satu ruangan dengan mereka.


"eh udah dong jangan bikin suasana gak enak, mending kita langsung ke stage. kita udah di panggil tu.


dan ketika berada di stage mereka mulai menarikan koreo terbaik mereka, hingga di pertengahan koreo mereka masih sangat baik hingga bahu floella yang terasa sakit. saat itu floella menahan rasa sakit dengan semampunya hingga koreo selesai. namun ketika di detik-detik terakhir karena melihat floella menahan sakit akhirnya membuat zara dan indah tidak fokus dan membuat mereka bertabrakan.


hingga turun panggung, zara dan indah merasa sangat khawatir.


"floe lo baik-baik aja kan?" tanya indah


"iya gue baik kok" sahut floella dan memijat bahunya yang terasa sakit.


"tapi floe kayaknya kita gak bakal menang deh, soalnya tadi gue sama indah sempet bertabrakan."


"udahlah yang penting kita udah berusaha kan." floella indah dan zara kini saling merengkuh


dan benar saja saat di umumkan giselle dan joana lah yang menjadi juara di tahun ini.


"benerkan kata gue kalian itu gak bisa kalahin kita, iya kan el?"


elkan hanya tersenyum tipis dan kembali memeperhatikan floella. saat itu elkan ingin menghampiri floella namun tiba-tiba joana mencekal pergelangan tangan elkan.


"denger semua..." joana memberi tau semua untuk mendengar pengumuman yang akan ia katakan.


"gue bakal nyatain perasaan gue sama elkan, el gue suka sama lo sejak lama. dan gue mau lo jadi pacar gue!"


elkan bingung harus menjawab apa, ia menatap semua orang yang ada di situ termasuk floella.


saat elkan hendak mengatakan sesuatu floella memilih untuk tidak menyaksikan hal yang akan membuatnya semakin terluka.


saat itu nando kembali mengikuti floella namun ia sangat terkejut saat bertabrakan dengan marel yang juga mengikuti floella.


"lo ngapain disini rel?" tanya nando penuh selidik.


"gue cuma mastiin floella baik-baik aja"


namun ketika mereka terus berbicara, mereka sempat kehilangan floella yang entah kemana. hingga mereka terus menyusuri jalanan.

__ADS_1


"itu kayaknya floella rel" nando menunjuk kafe, dan benar saja orang yang ia maksud adalah floella yang tengah terduduk dengan segelas jus dan entah apa yang ia perhatikan dengan pandangannya yang terlihat hampa.



saat melihat pergerakan nando, marel melarangnya untuk menghampiri floella. nando merasa tidak suka saat marel mulai ikut campur dengan apa yang ia lakukan.


"apalagi si rel?" nando menatap marel penuh pertanyaan.


"lo gak lihat, floella itu butuh waktu sendiri. dia sedang menenangkan dirinya ngerti" jelas marel.


"lo bener si rel"


kini marel dan nando hanya memeperhatikan floella yang tengah menikmati minumannya tanpa teman utuk ia ajak berbincang. tersorot wajah kesedihan dan kekecewaan yang mendalam dimatanya. namun tiba-tiba seorang laki-laki duduk di hadapannya.


"rel...rel.. bukannya itu elkan ya, wih sejak kapan tu anak jadi playboy. abis jadian sama joan, sekarang nyamperin floella"


"emang elkan udah terima joan buat jadi pacarnya?"marel menatap serius nando yang masih berdiri di hadapannya.



"ya kemungkinan besar si mereka jadian, secara joana itu udah nembak elkan " nando terus berbicara tanpa melihat ke arah marel.


ia terus mengawasi elkan dan juga floella dengan sangat intens.



Marel dan nando terlihat sangat penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh elkan dan juga floella, ketika mereka ingin menghampiri, floella dan elkan sudah pergi lebih dulu.


▪▪▪▪▪


"mama..." floella berlari dan memeluk erat ibunya. "floella kangen banget sama mama" floella bergelayut manja di pelukan ibunya.


bu sekar berpikir saat ini ada yang di rasakan oleh anak semata wayangnya yang di sembunyikan dari ibunya.


"papa mana ma?"


"papamu langsung ke luar kota untuk masalah kerjaan sayang.. ya udah sana kamu mandi abis itu kamu makan"


"oke mah.." floella mengecup pipi ibunya dan berlalu ke kamarnya.


floella mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu, dan kini ia merendam seluruh tubuhnya dengan air hangat yang ia siapkan. ditengah ritual mandinya, floella kembali mengingat saat ia berada di sebuah kafe.


____flashback on____


floella menjentik-jentikkan jari lentiknya memainkan meja kefe dan sedikit mengingat ketika joana menyatakan perasaanya terhadap elkan. mantan pacar yang saat ini masih sangat ia cintai. di tengah lamunannya seseorang mengagetkannya, suara yang tak asing itu berhasil membuyarkan semua bayangannya.


"elkan.."


"hai floe, kenapa lo disini sendiri?"


"gue lagi pengen nyeger aja, dan lo?"


"emm.. sama gue juga lagi butuh suasana baru"

__ADS_1


kini suasana menjadi hening kembali, floella masih sibuk menikmati jus miliknya.


"mau pesen apa el?"


saat floella tiba-tiba membuka pembicaraan membuat elkan sedikit tersentak. "emm samain aja sama lo floe"


"oh okey.." floella lalu memanggil waiter untuk memesankan minuman elkan, selang beberapa menit jus sudah tersedia di meja.


"oh iya selamat ya, kalian cocok.. sama-sama perfect. dan tadi penampilan joana keren banget!"


elkan mengerutkan dahinya ketika mendengar perkataan dari floella yang tiba-tiba memujinya dengan joana.


"maksud lo apa floe..?"


"ya selamat buat jadian kalian. tapi el walaupun lo udah punya pacar, lo gak bisa halangin gue buat suka sama lo okey.." floella lalu pergi meninggalkan elkan sendiri, setelah itu elkan pun segera pergi dari kafe tersebut.


____flashback off____


di tempat lain elkan berdiri di atas balkon kamarnya, saat itu ia sedang berbicara dengan joana lewat telefon.


"lo kenapa si el belom bisa nerima gue jadi pacar lo? apa jangan-jangan ini gara-gara cewek bucin itu?"


"sorry jo, gue udah nganggep lo itu sahabat gue! ini gak ada sangkut pautnya sama floella."


"tapi kalo sampe lo jadian sama floella lagi, gue marah sama lo el"


tut..tut..tut...


joana mengakhiri panggilannya lebih dulu. sedangkan elkan kini mengingat saat ia bersama floella di kafe.


____flashback on____


"mau pesen apa el?"


saat floella tiba-tiba membuka pembicaraan membuat elkan sedikit tersentak. "emm samain aja sama lo floe"


"oh okey.." floella lalu memanggil waiter untuk memesankan minuman elkan, selang beberapa menit jus sudah tersedia di meja.


"oh iya selamat ya, kalian cocok.. sama-sama perfect. dan tadi penampilan joana keren banget!"


elkan mengerutkan dahinya ketika mendengar perkataan dari floella yang tiba-tiba memujinya dengan joana.


"maksud lo apa floe..?"


"ya selamat buat jadian kalian. tapi el walaupun lo udah punya pacar, lo gak bisa halangin gue buat suka sama lo okey.."


"gue.. gue gak jadian floe.." namun sayang saat itu floella lebih dulu pergi sehingga tidak mendengar ucapan elkan.


____flashback off____


elkan menghela nafas panjang mengingat kejadian saat di kafe, ia mengusap kasar rambutnya.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2