
Floella merutukki dirinya sendiri di dalam kamarnya. rasa malu bercampur aduk karena orang yang baginya sangat menyebalkan justru yang melihat dirinya ketika datang bulan di tempat umum.
"bego banget si Floe.. kenapa gue bisa gak inget kalo ini memang waktunya gue dapet. jadinya Garvan lihat gaun gue kena noda darah kan tadi? "
"oke Floe, tetap tenang. jangan biarin cowok nyebelin itu ngerasa kalo lo itu menciut gegara kejadian tadi"
setelah puas memaki dirinyinya sendiri, kini Floella seperti biasa ia hanya mengenakan kaos oversize nya dengan hotpants nya. ia menuruni tangga dengan membawa kotak obat untuk Garvan.
"eh itu Floella nya udah datang, tante tinggal kedalam ya." Sekar meninggalkan Floella dengan Garvan di ruang tamu.
Floella lalu duduk disebelah Garvan. Tanpa meminta izin Floella langsung mengobati wajah Garvan.
ketika Floella tengah fokus mengobatinya, Garvan justru terpaku dengan wajah Floella yang begitu dekat dengannya.
-
Elkan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Seperti biasa Nando dan juga Marel pun mengikutinya di belakang dan saat ini segera mensejajarkan motor mereka dengan Elkan.
"guys gue cabut duluan ya, mau jemput Zara"
"yok"
Nando berbelok arah dan menuju ke rumah Zara yang sudah tidak jauh dari jalan yang ia lalui bersama dengan kedua sahabatnya.
__ADS_1
setelah sepuluh menit Nando sampai didepan gerbang rumah Zara. namun saat itu ia melihat mobil milik Edgar yang sudah terparkir dihalaman rumah Zara.
"itu kayak nya Zara mau berangkat sama bang Edgar" Akhirnya Nando memilih untuk berangjatblebih dulu.
di sepanjang perjalanan menuju sekolahan, Nando tidak berhenti memikirkan kenapa Edgar sepagi itu sudah berada di rumah Zara. apakah karena ada urusan dari sekolah atau memang Edgar sengaja datang untuk menjemput Zara, Nando juga belum mengetahui alasan yang sebenarnya.
Elkan dan Marel yang melihat kedatangan Nando pun segera menghampirinya.
"mana Zara Ndo? " tanya Elkan
"iya mana Zara, apa dia gak berangkat? " Marel ikut menimpali ucapan Elkan.
"tu" ucap Nando sembari melihat ke arah gerbang sekolah.
"itu mah mobil bang Edgar kali Nando, lo kalo pagi itu mandi dulu baru berangkat sekolah. jangan cuman cuci muka, jadi gak jelas kan" celetukan Marel terhenti ketika melihat Edgar membukakan pintu mobil untuk Zara.
"ya itu, bang Edgar udah jemput Zara lebih dulu. jadi gue mending berangkat aja langsung"
terdengar nada suara yang seakan kecewa. namun Nando segera mengubah pembicaraan dengan menanyakan bagaimana Floella semalam. dan saat ini bergantian Elkanlah yang merasa resah.
"gue heran, kenapa bisa ketua Omorfos itu bisa deket sama tante Sekar? "celetukan Nando berhasil membuat Elkan berpikir keras.
" udahlah kita omongin itu nanti, kelas bentar lagi mulai, lebih baik kita buru ke kelas. oh ya mulai besok kan kita juga harus datang ke sekolahan Neosantara. karna setiap di kali dalam satu minggu kita harus kesana buat melatih kemampuan renang kita dengan tanding sama anak Neosantara"
__ADS_1
'itu berarti gue bisa awasin anak itu biar gak gangguin Floella terus.' batin Elkan dan perlahan mengulas senyum tipis dibibirnya.
hari esok pun tiba, Elkan bersama dengan Nando dan juga Marel datang ke sekolahan Neosantara untuk melakukan uji coba dengan murid Neosantara.
ketika Elkan bersama kedua sahabatnya berjalan menuju kolam renang, mereka tidak sengaja melihat Raka yang sedang berbincang dengan Agnes. entah apa yang sedang dibicarakan, yang jelas Raka terlihat menepis sesuatu untuknya yang diberikan oleh Agnes. namun setelah Raka meninggalkan Agnes, Agnes langsung mencegat siswa lain, dan siswa tersebut dengan senang hati menerima bingkisan dari Agnes.
"mereka itu sebenernya ngapain ya, gue agak curiga sama mereka" ucap Nando.
"udah itu bukan urusan kita! " pungkas Marel
"aap yang dikatakan Marel itu bener, mending kita langsung ke kok renang dan bertanding uju coba dengan perenang sekolahan ini" Elkan segera bergegas menuju kolam renang.
disepanjang jalan Mata Elkan terus mencari keberadaan puhaan hatinya. namun pagi ini bukanlah hari keberuntungannya, Floella justru tidak terlihat hingga akhirnya Elkan mencoba kolam renang sekolahan tersebut.
dan ketika ketiganya sampai ditempat tujuan, mereka melihat Floella yang tengah berusaha mengambil tasnya yang di ikat di sebuah tiang didekat kolam renang. dan hal itu ternyata adalah perbuatan siswa yang diperintahkan oleh Agnes.
"mampus, makanya gak usah ganjen sama cowok orang. jadi kaya gini kan? " Agnes tersenyum sinis sembari memperhatikan Floella yang terus berusaha meraih tasnya.
melihat hal ita Elkan tidak tinggal diam dan menghampiri Floella dan diikuti oleh Marel dan juga Nando.
"Floella"
semuanya berteriak ketika melihat Floella terpeleset dari pijakannya.
__ADS_1
.
. bersambung