Fool Love

Fool Love
Banyak Kenangan


__ADS_3

Kedua mata Nando membalas sempurna melihat kedatangan Garvan yang mengusir Floella. Nando terlihat sangat kesal, namun Floella lebih dulu mendatangi Garvan dan ingin meminta penjelasan.


"Garvan, ini rumah orang tua gue bukan rumah lo"


"tapi semua aset milik bokap lo udah berpindah tangan ke bokap gue. dan lo sama bokap lo harus angkat kaki dari rumah ini"


"lo nggak bisa seenaknya kayak gini dong Van. rumah ini banyak kenangan soal nyokap gue dan keluarga gue, lo nggak bisa ambil rumah ini"


"itu bukan urusan gue"


"berengs*k lo"


bug


Nando meninju Garvan tepat di wajahnya hingga membuat Garvan tersungkur. dan karena hal itu, beberapa anak buah ayahnya ingin memukul Nando namun Garvan mengangkat tangannya dan melarang anak buah ayahnya untuk ikut campur..


"lo nggak usah sok jagoan, kalo lo nggak mau abis, lo bawa pergi temen lo ini. gue gak mau liat dia disini"


prank


Garvan membanting foto keluarga milik Floella hingga Floella berteriak. foto tersebut sangat penting bagi Floella hingga Floella berusaha memungutnya. namun hatinya justru terkena pecahan kaca hingga mengeluarkan banyak darah.


"Floe, tangan lo luka"


"ini gak adalah apa-apanya di bandung luka di hati gue Nando. setelah kejadian di sekolahan hari ini, gue justru harus kehilangan tempat tinggal dimana rumah ini banyak banget kenangannya Ndo" Floella menangis tersedu-sedu sembari memeluk foto keluarga yanga ada ditangannya.


Nando menatap tajam Garvan yang masih berdiri dan memperhatikan Floella. namun Floella melarangnya untuk berbuat keributan, akhirnya Floella mengajak Nando untuk pergi.


Floella dan Nando duduk di sebuah bangku taman di sekitar perumahannya. Floella terus menatap foto keluarga yang ia bawa. air matanya yang sudah mengajak sungai membuat Nando semakin iba.


"gimana caranya gue bisa bilang ini sama papa, Nando. gue gak tega dan gue khawatir sama kondisi papa sekarang. apalagi setelah papa tau kalo temennya sendiri mengkhianati nya"


"tenang Floe, gue pasti bantuin lo" Nando memasukkan Floella keceruk lehernya dan mengusap punggungnya dengan lembut.


Sementara itu Garvan terus mengikuti Floella dan juga Nando. Garvan semakin kesal melihat kedekatan antara Nando dan juga Lesya.


"keputusan gue buat usir dia, sudah sangat tepat. dan nggak ada untungnya kalo gue ngelawan bokap gue kayak semalem! "

__ADS_1


Flasback On_


Garvan mencari keberadaan ibunya di ruangan kerja ayahnya. namun ia tidak menemukannya. justru perhatiannya tersita ketika ponsel ayahnya terus berdering hingga beberapa kali.


ting


Hingga akhirnya sebuah pesan masuk kedalam ponsel ayahnya dan Garvan tidak sengaja membacanya. karena merasa penasaran dengan kelanjutannya, Garvan memutuskan untuk membuka pesan tersebut.


~pak, kita sudah berhasil mengakuisisi perusahaan pak Rama. aku sudah menghasut klien-klien penting untuk mencopot jabatannya dan menarik saham karena keadaannya tidak sadarkan diri. dan selain itu asetnya jatuh ke tangan kita karena tidak mampu membayar denda atas kerugian proyek kita yang sudah kita rancang untuk menjatuhkannya. dan orang-orang yang meram-


tap


tap


Suara langkah kaki membuat Garvan tidak menyelesaikan untuk membacanya. akhirnya Garvan memilih untuk segera berbicara dengan ayahnya.


"pa, apa bener semua aset om rama udah pindah ke tangan papa? papa harusnya gak boleh lakuin itu pa, om rama itu sedang sakit pa! "


"kamu tidak perlu mengajari papamu ini Garvan. papa melakukan ini untukmu dan juga keluarga kita." ucap Bagaskara.


"tapi pa, kita ini udah kaya, buat apa menjebak orang lain pa? lagi pula om Rama itu temen papa, papa gak boleh berbuat kayak gini pa! "


"dan satu lagi, besok rumah Rama akan papa sita. kamu lihatlah kesana. kalo kamu suka, kamu bisa menempatinya, lagi pula itu dekat dengan sekolahmu"


"Garvan gak abis pikir sama papa! "


Garvan yang merasa kecewa segera pergi meninggalkan Bagaskara yang memperhatikan kepergiannya.


Flashback Off_


"awalnya gue kasihan sama lo Floella, tapi ternyata gue salah. lo anggota bener-bener cewek mur*han yang langsung nemplok sama siapa aja! "


Garvan yang kesal memutuskan untuk kembali melihat rumah milik Floella. ia melihat semua isi rumah. Garvan memang menyuruh anak buahnya untuk tidak mengatakan atik barang-barang Floella. ia hanya mengeluarkan pakaian dan beberapa barang saja dari rumah tersebut.


Garvan menyusuri rumah Floella dan beberapa kali memeriksa beberapa kamar, hingga akhirnya ia memasuki kamar milik Floella. Garvan tertegun ketika melihat stiker dinding yang mengelupas karena tertarik oleh bingkai foto yang di keluarkan dari dalam sana.


"jadi rumor itu benar? Floella sangat menyukai Elkan. dia memasang semua ini? ckk"

__ADS_1


_


"lo yakin mau tinggal disini Floella? apa nggak lebih baik lo tinggal di apartemen keluarga gue Floella? "


Floella menatap Nando dan mengukir senyum getir didepan Nando. "sementara ini tabungan gue cuman cukup ngontrak rumah ini Nando. dan gue juga kan harus irit buat biaya hidup gue sama papa gue kan? "


"maka itu lo harus Terima tawaran gue Floella" Nando terus membujuk Flloella. namun Floella sangat keras. apapun yang sudah ia putuskan itulah yang akan terjadi. seperti halnya ketika Floella mengejar Elkan, dia akan terus mengejar sesuai kemampuannya. dan dia akan berhenti dengan sendirinya jika dia sendiri yang memutuskan.


"Please Nando"


akhirnya Nando setuju dengan permintaan Floella. dan saat ini ia kembali untuk ke rumah sakit. smentara itu Nando harus pulang lebih dulu dan membiarkan Floella menemani ayahnya seorang diri.


Nando memutuskan tidak langsung pulang dan mencari keberadaan Elkan yang saat itu tengah berbincang dengan Edgar di teras rumahnya.


"sore bang Edgar"


"kamu nggak bareng sama Maret Nando? "


"enggak kak, aku cuman mau ngobrol sama El bang"


"ya udah, aku tinggal kedalam dulu"


Setelah kepergian Edgar, Nando segera menghampiri Elkan dan menarik kerah bajunya.


"eh lo apa-apaan si Ndo? dateng-dateng malah ngajakin ribut? " Elkan tidak Terima ketika Nando tiba-tiba menarik kerah bajunya.


"lo yang apa-apaan El, lo tega banget si nuduh Floella cewek kayak gitu? kita itu sama Floella udah kenal lama, harusnya lo hafal sama Floella."


"gue gak mau bahas itu Nando"


"jangan menghindari masalah, atau lo sendiri yang bakalan nyesel" sahut Edgar di atas balkon rumahnya.


"apaan si bang, disini gak ada yang punya masalah" balas Elkan.


"lo gak ada ati banget si El sama Floella? "


"gak usah ngomongin ati Nando, sebaiknya lo balik. pasti hari ini lo belum balik kan? "

__ADS_1


Nando tidak menyangka jika Elkan akan mengusirnya. dan bahkan Elkan menyinggungnya tentang kepulangannya seakan ia tau jika Ananda seharian menemani Floella.


. bersambung


__ADS_2