Fool Love

Fool Love
Oversize


__ADS_3

"Syukurlah lo udah sadar Floe.." ucap Indah yang membantunya memberi nafas buatan hingga Floella tersadar.


Tak


'Huh.. gue gila, kenapa gue ngebayangin kalo cowo itu ngasih nafas buatan buat Floella? Isshh' Elkan mendesis karena apa yang melintas didalam benaknya.


Karena masih lemah, Elkan segera menggendong Floella ke ruang UKS.


Disana ia ditemani oleh Elkan dan juga Raka yang sama-sama basah kuyub. Namun saat itu Nando datang dengan membawa pakaian untuk ketiganya, dimana ia membawa kaos oversize polos dengan warna yang sama, yaitu warna putih.


"Oke, kalian nanti pakek ini soalnya gue cuman nemu ini di penjual terdekat" Nando hendak meninggalkan ruangan, namun sebelum itu ia menghampiri Floella terlebih dulu.


"Floe, lo udah gak papakan?" Tanya Nando dengan penuh perhatian. Dan ucapan Nando diangguki oleh Floella dengan tatapan polosnya.


"Good, kalo gitu gue harus ke tempat acara ya, kasian kan kalo Indah harus nemenin Zara sendiri, takutnya Marel yang jadi nyamuk. Ya udah gue tinggal dulu, lo istirahat ya" Nando mengembangkan senyum diwajahnya sembari mengacak lembut rambut Floella yang basah dan berlalu pergi.


Sontak hal itu ternyata membuat Elkan merasakan panas didalam sana. Ia tidak senang jika Nando melakukan hal itu, padahal Elkan tau Nando dan Floella bersahabat sejak Floella mengejarnya hingga saat ini mereka hanya berteman. Tetapi tetap saja api cemburu itu mulai membara dan membakarnya.


Sedangkan Raka yang juga ada disana hanya berbaring sembari memainkan ponselnya. Raka memang sangat acuh dengan orang lain, sehingga ia tidak memperdulikan apapun yanh menurutnya tidak penting. Namun kali ini ternyata diam-diam Raka mengamati ketiga orang yang tadi berada didalam sana bersamanya.


saat ini Raka dan Elkan sudah mengganti pakaiannya kecuali Floella.


"Floe, lo harus ganti baju. Nanti lo bisa masuk angin, apalagi tadi lo abis tenggelam kan?"


Floella mengangguki ucapan Elkan dan segera pergi dibalik tirai yang ada di UKS. Setelah beberapa saat, Floella keluar dari balik tirai yang hanya memakai pakaian dalam dengan kaos oversize di atas lutut.


Seketika pandangan Elkan terus tertuju kepada Floella. Ia begitu terpukau melihat Floella yang memancar. Begitupun dengan Raka yang semula tidak memperdulikan apapun, seketika ia melihat ke arah Floella. Bagaimanapun, secuek apapun, Raka tetaplah seorang laki-laki. Ia akan merasakan sesuatu jika melihat seorang gadis secantik Floella dengan pakaian seperti itu.

__ADS_1


'Keneapa Floella terlihat sexy? Padahal dia cuman pakek kaos kedodoran kaya gitu!'


Kemudian pandangan Elkan beralih melirik Raka 'astaga, cowo itu ternyata juga merhatiin Floella! Brengs*k, gue gak rela kalo dia liyatin Floella segitunya.'


"Eghem.." Elkan bangkit dsri posisinya. Ia lalu menarik Floella dan. Segera mendudukannya diranjang UKS.


Elkan lalu memberikan jasnya untuk menutupi area kaki Floella. "Duduk diem disini, gak baik kalo lo banyak jalan. Lo butuh istirahat kan!"


Melihat gelagat aneh dari Elkan Floella merasa ada sesuatu. Elkan adalah golonan manusia seperti Raka, namun kali ini Elkan begitu memperlihatkan perhatian tehadap Floella.


Ketika Floella hendak mengambil air minum diatas nakas, ternyata secaa bersamaan Elkan juga mengambilnya dan tanpa sengaja tangan Floella lah yang ia raih.


Dag dug dag dug


'Aduh please jantung, kerja samanya mana? Gue gak boleh ketahuan kalo gue masih deg-degan dideket Elkan. Bisa-bisa nanti Elkan ngecengin gue kalo dia tau'


Elkan bersusah payah menelan salivanya sehingga membuat jakunnya naik turun.


"Kalo pacaran jangan disekolahan gue!" Celetukan Raka berhasil menditraksi apa yang ada didalam benak Elkan saat ini.


Acara ulang tahun sekolah masih berjalan, saat ini panitia mengadakan pertandingan dansa. Saat itu Agnes yang melihat Nando berdansa dengan Zara, pikiran jahatnya mulai memguasai dirinya. Dengan segera ia memberitau beberapa temannya untuk melakukan semua rencananya.


"Gimana girls udah siap?"


"Okey.."


Kini Agnes berjalan mendekat dan beberapa temannya juga. Saat itu masing-masing membawa satu gelas minuman dan mereka berniat secara bersamaan untuk menyiram Zara.

__ADS_1


Ting


Denting notifikasi di ponsel Nando berbunyi, saat itu Nando segera memasukkan ponselnya kembali kedalam sakunya dan segera menarik Zara seakan-akan seperti gerakan dansa. karena pergerakan Zara secara tiba-tiba, geng Agnes yang sudah melingkari Zara dan menyiram bersamaan justru membuat mereka terkena minuman itu sendiri.


"Aaa... kalian gimana si kok malah gue yang disiram.." pekik Agnes.


"Ih Agnes, kita juga kena tau bukan cuman lo aja"


Disaat semuanya riuh, justru saat ini Edgar tengah menatap lekat wajah Zara yang ada dipelukannya. Karena saat itu Nandi menarik Zara terlalu kencang sehingga Zara jatuh kedalam pelukan Edgar.


"Nando.. ini lo kan?" Zara meraba wajah Elkan dengan lembut.


Dan sontak hal itu menuadi pusat perhatian. Banyak yang mengelu-elukan bahwa mereka sdalah pasangan yang serasi.


"Ini aku Edgar Zara!" Pungkasnya.


Zara segera berdiri dengan bemar dan merapikan pakaiannya meskipun ia tidak tau benar pakaian seperti apa yang melekat ditubuhnya saat ini.


"Maaf pak, aku tidak bisa melihat. Dan maaf aku sudah tidak sopan menyentuh wajah pak Edgar"


"Iya tidak apa"


Sementara itu Nando terus melihat Edgar dengan seksama 'ada apa sama bang Edgar? Kenapa dia ngliyatin Zara kaya gitu?'


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2